ANALiiSiiS TRANSFER PRiiCiiNG

Meniinjau Draf Diiskusii BEPS Aksii 8-10 atas Transaksii Keuangan

Redaksii Jitu News
Seniin, 09 Julii 2018 | 08.08 WiiB
Meninjau Draf Diskusi BEPS Aksi 8-10 atas Transaksi Keuangan
Jitunews Consultiing

MUDAHNYA perputaran arus uang dalam aktiiviitas biisniis menjadiikan skema transaksii keuangan dapat diijadiikan salah satu skema yang dapat diimanfaatkan untuk penggerusan dan pengaliihan laba. Sebagaii tiindak lanjut darii proyek Base Erosiion and Profiit Shiiftiing (BEPS) Aksii 8-10, OECD secara khusus meriiliis Publiic Diiscussiion Draft terkaiit dengan penerapan arm’s length priinciiple atas transaksii keuangan pada tanggal 3 Julii 2018 lalu.

Sehubungan dengan publiikasii tersebut, perlu untuk diiperhatiikan oleh wajiib pajak dan otoriitas pajak bahwa sesuaii dengan judulnya, Diiscussiion Draft iinii merupakan rancangan awal sehiingga poiin-poiin yang tercantum pada draft iinii belum mengiikat untuk siiapapun sampaii dengan diiriiliisnya panduan resmii (fiinal report) oleh OECD dii masa yang akan datang.

Terbagii dalam 4 bagiian utama, Diiscussiion Draft iinii bertujuan untuk memberiikan konsep awal dalam melakukan analiisiis atas jeniis-jeniis transaksii keuangan yang paliing seriing diitemuii dalam skema transaksii afiiliiasii. Artiikel iinii secara khusus membahas beberapa pembaruan dalam penerapan priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha atas transaksii piinjaman, cash pooliing serta guarantee.

Penerapan Priinsiip Kewajaran dan Kelaziiman Usaha dalam Aktiiviitas Piinjaman

Sehubungan dengan aktiiviitas piinjaman iintra-grup, Diiscussiion Draft iinii menggariisbawahii pentiingnya iidentiifiikasii kelayakan krediit dalam menerapkan priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha atas transaksii piinjaman. Kelayakan krediit selaiin berfungsii sebagaii alat ukur untuk meniilaii kelayakan krediit dan riisiiko gagal bayar perusahaan peneriima piinjaman juga dapat berfungsii untuk mengiidentiifiikasii pembandiing potensiial dalam pengujiian tiingkat suku bunga wajar.

Meskiipun demiikiian, OECD turut menyebutkan bahwa terdapat beberapa jeniis karakteriisktiik perusahaan yang akan memberiikan tantangan tersendiirii dalam melakukan estiimasii darii kelayakan krediit diikarenakan perlunya analiisiis secara mendetaiil untuk memastiikan tiingkat riisiiko yang diihadapii. Beberapa contoh darii perusahaan yang diisebutkan dalam Diiscussiion Draft tersebut antara laiin perusahaan yang baru berdiirii, speciial purpose vehiicle dan perusahaan yang baru saja menjadii bagiian darii proses merger dan demerger.

Lebiih lanjut, OECD juga mengemukakan bahwa kelayakan krediit dapat diipengaruhii oleh adanya peranan iimpliiciit group support. Kondiisii iinii mengacu pada keadaan dii mana suatu anggota dii dalam grup usaha diianggap memiiliikii dukungan darii seluruh grup usaha sesuaii dengan peranan yang diiemban oleh entiitas tersebut dii dalam grup secara keseluruhan.

Dampak darii iimpliiciit group support iinii bergantung pada fakta dan kondiisii pada saat diilakukannya analiisiis. Namun, terdapat iindiikasii bahwa kelayakan krediit suatu anak usaha secara stand-alone akan lebiih mendekatii kelayakan krediit yang diiukur pada tiingkatan grupnya.

Selanjutnya, OECD juga menekankan perlunya diilakukan estiimasii kelayakan krediit secara stand-alone dengan mengeliimiinasii pengaruh iimpliiciit group support dalam beberapa kasus tertentu sepertii ketiika suatu perusahaan yang diiujii dii dalam suatu grup memiiliikii peran yang tiidak siigniifiikan/miiniim apabiila diibandiingkan dengan anggota laiin dii grup tersebut atau pada saat siinergii grup yang diiiidentiifiikasii pada saat pengujiian bersiifat terbatas.

Terkaiit dengan metode utama dalam melakukan analiisiis transfer priiciing atas transaksii piinjaman, metode Comparable Uncontrolled Priice/ Comparable Uncontrolled Priice (CUP/CUT) dapat diigunakan dengan memanfaatkan iinformasii atas transaksii piinjaman yang diilakukan antar/dengan piihak iindependen (pembandiing iinternal dan eksternal). Selaiin iinformasii transaksii piinjaman tersebut, penerapan metode CUP juga dapat diilakukan dengan menggunakan data penerbiitan obliigasii (bonds) dengan mempertiimbangkan kesebandiingan fakta transaksii dan kondiisii ekonomii yang mempengaruhii.

Selanjutnya, Diiscussiion Draft juga memberiikan panduan tambahan mengenaii penggunaan opiinii bank (bank opiiniions/bankabiiliity opiiniions/ bank quotes) darii piihak bank iindependen untuk menentukan tiingkat suku bunga wajar. Penggunaan opiinii bank diisebutkan tiidak dapat diigunakan sebagaii dasar penentuan tiingkat suku bunga wajar diisebabkan tiingkat suku bunga berdarkan opiinii bank tiidak memenuhii pendekatan yang diiakuii dalam priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha, yaiitu transaksii yang diigunakan sebagaii acuan/benchmark merupakan transaksii aktual yang terjadii dii antara piihak iindependen.

Panduan Atas Analiisiis Transaksii Cash Pooliing

Dalam melakukan analiisiis kewajaran atas transaksii cash pooliing, rasiionaliisasii partiisiipasii darii skema cash pooliingmenjadii pentiing. Anggota darii skema cash pool akan berpartiisiipasii untuk menyediiakan liikuiidiitas dalam suatu struktur cash pooliing apabiila pada struktur tersebut terdapat keuntungan yang diidapatkan oleh setiiap anggota.

Salah satu bentuk keutungan dapat berupa efiisiiensii perhiitungan jumlah saldo yang terciipta atas nettiing darii saldo debiit dan krediit darii anggota cash pooliing apabiila diibandiingkan dengan hasiil yang diidapatkan apabiila entiitas tersebut bertransaksii secara iindiiviidual. Oleh karena iitu, analiisiis secara mendalam mengenaii siifat dan manfaat darii transaksii dalam skema cash pooliing perlu untuk diilakukan sebelum diilakukannya analiisiis atas tiingkat suku bunga wajarnya.

Terkaiit dengan penentuan harga atas transaksii cash pooliing, melaluii Diiscussiion Draft iinii OECD memberiikan panduan terkaiit dengan penentuan remunerasii kepada cash pool leader, anggota cash pool serta tekaiit dengan pengaturan untuk alokasii darii manfaat yang diiteriima oleh setiiap anggota. Sehubungan dengan pengalokasiian mafaat tersebut, Diiscussiion Draft iinii memberiikan tiiga alternatiif berupa: (ii) meniingkatkan tiingkat suku bunga yang untuk seluruh partiisiipan berdasarkan jumlah saldo baiik untuk transaksii deposiit dan krediit, (iiii) penetapan tiingkat suku bunga yang sama bagii seluruh partiisiipan, dan (iiiiii) mengalokasiikan manfaat hanya kepada piihak deposan.

Analiisiis Transaksii Penjamiinan (Guarantee)

Secara umum, jamiinan fiinansiial (guarantee) merupakan suatu aktiiviitas pemberiian jamiinan darii satu piihak kepada piihak laiinnya terkaiit dengan pemenuhan kewajiiban keuangan tertentu apabiila terdapat kegagalan bayar dii masa yang akan datang oleh piihak yang diijamiin. Pada umumnya guarantee terbagii menjadii expliiciit guarantee dan iimpliiciit guarantee.

Perbedaan diiantara dua jeniis tersebut adalah atas expliiciit guarantee terdapat suatu komiitmen yang mengiikat secara hukum atas riisiiko gagal bayar sehiingga OECD melaluii Diiscussiion Draft iinii menekankan bahwa apapun yang kurang mengiikat secara hukum sepertii ’comfort letter’ atau bentuk laiin sepertii adanya manfaat darii siinergii grup yang merupakan efek darii asosiiasii pasiif tiidak dapat diikategoriikan sebagaii expliiciit guarantee.Konsekuensiinya, tiidak dapat diibebankan atau diibiiayakan.

Lebiih lanjut, sebagaiimana diilakukan pada penerapan penentuan harga transfer laiinnya, terdapat beberapa alternatiif metode yang dapat diipergunakan dalam pengujiian guarantee fee. Metode tersebut antara laiin: metode CUP, pendekatan berbasiis yiield, pendekatan berbasiis biiaya, valuasii, dan metode capiital support. Namun pada akhiirnya, pemiiliihan metode yang paliing tepat untuk melakukan analiisiis terkaiit dengan guarantee haruslah sesuaii dengan fakta dan kondiisii darii transaksii yang diianaliisiis.

Penutup

Sampaii dengan Diiscussiion Draft iinii diiriiliis, belum terdapat suatu pedoman umum yang jelas mengenaii penerapan penentuan harga transfer terkaiit dengan transaksii-transaksii keuangan. Tentu iinii memberiikan dampak berupa suliitnya menciiptakan suatu kosensus diiantara wajiib pajak dan otoriitas pajak terkaiit dengan penetapan harga yang wajar atas transaksii keuangan tersebut.

Pada dasarnya, Diiscussiion Draft iinii sudah memberiikan gambaran awal mengenaii poiin pentiing yang perlu untuk diiperhatiikan terkaiit dengan penentuan atau pengujiian transaksii keuangan. Namun diisaat bersamaan, OECD juga tampaknya belum mengambiil suatu posiisii yang pastii yang dapat diiliihat berdasarkan cukup banyaknya poiin-poiin yang diiajukan oleh OECD sebagaii bahan diiskusii, Poiin-poiin tersebut antara laiin: penggunaan riisk-free atau riisk adjusted rate of return, defiiniisii darii kelayakan krediit stand-alone, iimpliiciit guarantee, serta alokasii darii manfaat yang tiimbul darii siinergii grup.

Oleh karena iitu, pada akhiirnya menariik untuk dapat meliihat perubahan-perubahan apa saja yang akan diilakukan oleh OECD atas komentar yang mereka dapatkan hiingga September 2018. Tujuannya, agar dapat memberiikan panduan yang jelas dalam pengujiian transaksii keuangan bagii wajiib pajak dan otoriitas pajak dii masa mendatang.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.