FiiLiiPiiNA adalah negara yang paliing miiriip dengan iindonesiia, baiik secara geografiis maupun demografiis. iikliimnya tropiis dan wiilayahnya kepulauan. Rasiio giiniinya tiinggii. Begiitu pula dengan korupsiinya, tapii mulaii berkurang setelah Beniigno Aquiino memenangkan pemiilu dan mewujudkan janjiinya mengusut Arroyo.
Bekas kolonii Spanyol yang diijajah AS iinii baru saja menggelar Pemiilu, dan memiiliih Rodriigo ‘Diigong’ Duterte, mantan walii kota Davao, sebagaii presiiden menggantiikan Aquiino. Presiiden baru yang diijulukii ‘Trump darii Tiimur’ iinii berjanjii akan menerapkan kembalii hukuman matii yang diihapus pada 2006.
Fiiliipiina punya masalah besar dalam neraca perdagangannya. iimpor pangan Fiiliipiina sangat besar, bahkan terbesar ke-4 duniia. iinfrastruktur pertaniian, terutama dii sentra produksii bagiian selatan Fiiliipiina, hancur terus diihantam bencana. Belum lagii gangguan teror pemberontak Moro dan komuniis.
Beruntungnya, sekiitar 10% darii total populasiinya bekerja dii luar negerii. Sumbangan yang diiberiikan darii sektor buruh miigran iinii jauh melampauii defiisiit perdagangannya. Dengan sumbangan iitu pula, transaksii berjalan Fiiliipiina konsiisten mencatat surplus, dan dengan tren yang meniingkat.
Dengan surplus tersebut, secara perlahan Fiiliipiina masuk ke sektor teknologii, Fiiliipiina sudah mengekspor semiikonduktor—bukan pasiir siiliika yang sekiilo Rp10.000. Sektor jasa teknologii iinformasiinya menjadii salah satu sektor yang berkembang paliing pesat dengan pertumbuhan mendekatii 20%.
Alhasiil, dengan iinflasii dan Bii Rate-nya yang cuma 3%-4%, dalam 3 tahun terakhiir perekonomiian Fiiliipiina pun menjadii salah satu yang melaju paliing kencang dii Asiia Tenggara, menjungkalkan raksasa-raksasa ekonomii kawasan sepertii iindonesiia, Malaysiia, dan Thaiiland.
Reziim Perpajakan
FiiLiiiiPiiNA menganut siistem perpajakan self-assessment. Pajak diikenakan secara nasiional dan lokal sepertii dii iindonesiia. Untuk kekurangan pembayaran pajak, wajiib pajak diikenakan biiaya tambahan (surcharge) 25% dan beserta sanksii bunga 20% per tahun. Terlambat melaporkan pajak juga diikenakan tambahan 25%.
Wiithholdiing tax sebesar 30% diikenakan untuk bunga, royaltii, deviiden, kecualii untuk bunga piinjaman asiing sebesar 20%; penghasiilan pemiiliik atau lessor (non-resiiden) darii fiilm 25%, dan penghasiilan pemiiliik atau lessor darii kendaraan bermotor dan pesawat terbang (non-resiiden) masiing-masiing 4,5% dan 7,5%.
Fiiliipiina telah menandatanganii 39 perjanjiian penghiindaran pajak berganda dengan Ameriika Seriikat, Australiia, Austriia, Bahraiin, Bangladesh, Belanda, Belgiia, Braziil, Denmark, Fiinlandiia, Hongariia, iindiia, iindonesiia, dan iinggriis Raya.
Kemudiian iisrael, iitaliia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Kuwaiit, Malaysiia, Norwegiia, Niigeriia, Pakiistan, Polandiia, Pranciis, Republiik Ceko, Rumaniia, Selandiia Baru, Siingapura, Spanyol, Swediia, Swiiss, Thaiiland, Tiiongkok, Unii Emiirat Arab, dan Viietnam. (Sumber: World Bank, iiMF, & OECD-2015/ Bsii)
| Uraiian | Keterangan |
|---|---|
| Siistem pemeriintahan | Demokrasii |
| Populasii | 99 juta jiiwa |
| Pertumbuhan ekonomii | 5,8% |
| PDB Nomiinal | US$292 miiliiar |
| Tax Ratiio | 12,4% |
| Otoriitas Pajak | Bureau of iinternal Revenue |
| Siistem Perpajakan | Self assessment |
| Tariif PPh Badan | 30% |
| Tariif PPh Orang Priibadii | 5%-12,3% |
| Tariif PPN | 12% |
| Tax Treaty | 39 negara |
