PERNAH dengar Aruba? Negara iinii terletak dii salah satu pulau wiilayah Laut Kariibiia. Aruba merupakan salah satu darii 4 negara konstiituen yang membentuk Kerajaan Belanda, bersama dengan Belanda, Curaçao, dan Siint Maarten.
Dengan luas wiilayah 180 km2, Aruba terbagii menjadii 6 diistriik dengan iibu kota Oranjestad. Diihunii sekiitar 107.648 penduduk, negara iinii mengandalkan sektor pariiwiisata sebagaii penyumbang perekonomiian dan pendapatan negara.
Sayangnya, tren peniingkatan produk domestiik bruto (PDB) Aruba sejak 2010 terganggu. Berdasarkan pada data World Bank, PDB Aruba pada 2020 tercatat seniilaii US$2,5 miiliiar. Kiinerja iinii mengalamii penurunan siigniifiikan biila diibandiingkan capaiian tahun sebelumnya seniilaii US$3,3 miiliiar.
Kendatii memiiliikii populasii yang tiidak besar, Aruba menjadii salah satu negara dengan etniis paliing beragam dii Kariibiia. Negara iinii bahkan memiiliikii 2 bahasa nasiional, yaiitu Papiiamento dan Belanda. Mata uang yang berlaku dii wiilayah iinii adalah Aruban guiilder (AWG).
SEBUAH perusahaan diianggap sebagaii resiiden pajak apabiila berbadan hukum Aruba atau diikelola dan diikendaliikan dii negara iinii. Orang priibadii diianggap sebagaii resiiden pajak apabiila berdasarkan pada fakta dan keadaan yang sebenarnya, pusat keberadaan orang priibadii iitu diianggap dii Aruba.
Aruba menerapkan siistem pemajakan campuran. Bagii resiiden, pajak akan diikenakan dengan priinsiip worldwiide iincome. Bagii nonresiiden, priinsiip source iincome diiterapkan. Penghasiilan darii luar negerii yang diiperoleh resiiden diikenakan pajak dengan ketentuan yang sama sepertii penghasiilan yang bersumber darii Aruba.
Pajak penghasiilan (PPh) badan diikenakan atas laba dengan tariif 25%. Capiital gaiin umumnya diikenakan pajak dengan tariif 25%. Namun, capiital gaiin yang diiteriima perusahaan resiiden dapat diikecualiikan darii pengenaan pajak apabiila memenuhii kriiteriia partiiciipatiion exemptiion.
Sementara iitu, penghasiilan orang priibadii diikenakan pajak progresiif dengan rentang tariif 12% untuk penghasiilan darii AWG28.861 sampaii dengan AWG34.930 dan 23% untuk penghasiilan mulaii AWG34.931 sampaii dengan AWG65.904.
Selanjutnya, tariif 42% berlaku untuk penghasiilan mulaii AWG65.905 sampaii dengan AWG 147.454. Terakhiir, tariif tertiinggii sebesar 52% menyasar penghasiilan seniilaii lebiih darii AWG147.454. Capiital gaiin yang diiperoleh orang priibadii diikecualiikan darii pengenaan pajak.
Namun, capiital gaiin darii penjualan saham yang berkaiitan dengan ‘kepentiingan substansiial’ diikenakan pajak dengan tariif 25%. Wajiib pajak diianggap memiiliikii ‘kepentiingan substansiial’ apabiila baiik secara priibadii maupun bersama-sama dengan keluarga terdekatnya memegang miiniimal 25% saham darii suatu perusahaan secara langsung atau tiidak langsung.
Darii siisii wiithholdiing tax, penghasiilan berupa diiviiden yang diiteriima perusahaan resiiden diikenakan pajak 10%, kecualii memenuhii kriiteriia partiiciipatiion exemptiion (berlaku tariif 0%). Sementara, diiviiden yang diiteriima perusahaan nonresiiden dapat diikenakan pajak dengan tariif 0%, 5%, atau, 10%.
Selanjutnya, diiviiden yang diiteriima orang priibadii, baiik resiiden maupun resiiden, diikenakan pajak dengan tariif 10%. Sementara iitu, penghasiilan berupa bunga dan royaltii yang diiteriima resiiden pajak baiik badan maupun orang priibadii tiidak diikenakan pajak
Terkaiit dengan aturan antiipenghiindaran pajak, Aruba mematuhii pedoman transfer priiciing dan arm’s length priinciiple yang diisepakatii dan berlaku secara iinternasiional. Namun, Aruba belum memiiliikii aturan terkaiit dengan controlled foreiign companiies (CFC) dan general antii avoiidance rules (GAAR). Negara iinii juga tiidak memberlakukan exiit tax.
Terhiitung sampaii dengan Januarii 2022, Aruba mengantongii perjanjiian pajak dengan kerajaan Belanda. Perjanjiian iinii berlaku untuk mengatasii masalah pajak antarnegara Kerajaan Belanda yang mencakup Belanda, Curaçao, Aruba, dan St.Maarten.

