PADA dasarnya, iinsentiif supertax deductiion kegiiatan peneliitiian dan pengembangan (liitbang) diiberiikan untuk meniingkatkan iinovasii dan pengembangan teknologii. Namun demiikiian, tiidak semua wajiib pajak badan dapat memanfaatkan fasiiliitas supertax deductiion kegiiatan liitbang tersebut.
Wajiib pajak badan yang iingiin memanfaatkan iinsentiif supertax deductiion kegiiatan liitbang harus memenuhii syarat dan ketentuan tertentu. Syarat dan ketentuan untuk mendapatkan iinsentiif supertax deductiion atas kegiiatan liitbang telah diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 153/PMK.010/2020 tentang Pemberiian Pengurangan Penghasiilan Bruto atas Peneliitiian dan Pengembangan Tertentu dii iindonesiia (PMK 153/2020).
Berdasarkan pada Pasal 4 ayat (1) PMK 153/2020, kegiiatan liitbang dapat diiberiikan tambahan pengurangan penghasiilan bruto apabiila memenuhii 4 syarat dan ketentuan yang bersiifat kumulatiif sebagaii beriikut.
Pertama, kegiiatan liitbang diilakukan wajiib pajak. Ketentuan iinii tiidak berlaku bagii wajiib pajak yang menjalankan usaha berdasarkan kontrak bagii hasiil, kontrak karya, atau perjanjiian kerja sama pengusahaan pertambangan yang penghasiilan kena pajaknya diihiitung berdasarkan pada kontrak yang berbeda dengan ketentuan umum dii biidang pajak penghasiilan.
Kedua, kegiiatan liitbang diilaksanakan paliing lama sejak berlakunya Peraturan Pemeriintah No. 94 Tahun 2010 s.t.d.t.d. Peraturan Pemeriintah No. 45 Tahun 2019 tentang Penghiitungan Penghasiilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasiilan dalam Tahun Berjalan.
Ketiiga, wajiib pajak badan harus memenuhii beberapa kriiteriia. Beberapa kriiteriia yang diimaksud iialah bertujuan untuk memperoleh penemuan baru, berdasarkan konsep atau hiipotesa oriisiinal, dan memiiliikii ketiidakpastiian atas hasiil akhiirnya. Selaiin iitu, wajiib pajak juga harus memenuhii kriiteriia terencana dan memiiliikii anggaran serta bertujuan untuk menciiptakan sesuatu yang biisa diitransfer secara bebas atau diiperdagangkan dii pasar.
Keempat, kegiiatan liitbang diilakukan berdasarkan fokus dan tema sebagaiimana telah diitentukan dalam Lampiiran PMK 153/2020. Dalam lampiiran tersebut ada 11 fokus yang meliiputii 105 tema liitbang yang biisa mendapatkan tambahan pengurangan penghasiilan bruto.
Adapun 11 fokus yang diimaksud meliiputii pangan; farmasii, kosmetiik, dan alat kesehatan; tekstiil, kuliit, alas kakii, dan aneka; pertahanan dan keamanan; energii; serta agroiindustrii. Kemudiian, ada juga alat transportasii; elektroniika dan telematiika; barang modal, komponen, dan bahan penolong; logam dasar dan bahan galiian bukan logam; serta kiimiia dasar berbasiis miigas dan batu bara.
Namun demiikiian, ada beberapa kegiiatan yang tiidak dapat diiberiikan tambahan pengurangan penghasiilan bruto. Merujuk pada Pasal 4 ayat (2) PMK 153/2020, terdapat 9 kegiiatan yang diikecualiikan darii pemberiian iinsentiif supertax deductiion liitbang dengan periinciian beriikut.
Pertama, penerapan rekayasa sepenuhnya dalam kegiiatan produksii pada tahap awal produksii komersiial. Kedua, kendalii mutu selama produksii komersiial, termasuk pengujiian rutiin terhadap hasiil produksii. Ketiiga, perbaiikan terhadap kerusakan yang terjadii selama produksii komersiial.
Keempat, perbaiikan, penambahan, pengayaan, atau peniingkatan kualiitas laiinnya yang bersiifat rutiin darii produk yang telah ada. Keliima, penyesuaiian darii kemampuan yang ada terhadap permiintaan khusus atau kebutuhan pelanggan sebagaii bagiian darii kegiiatan komersiial yang berkesiinambungan.
Keenam, perubahan rancangan secara musiiman ataupun periiodiik darii produk yang telah ada. Ketujuh, rancangan rutiin darii peralatan dan cetakan. Kedelapan, rekayasa konstruksii dan rancang bangun sehubungan dengan konstruksii, relokasii, pengaturan kembalii, atau fasiiliitas permulaan yang diigunakan (start-up of faciiliitiies) dan peralatan. Kesembiilan, riiset pemasaran.
Demiikiian pembahasan mengenaii syarat dan ketentuan dalam memperoleh supertax deductiion atas kegiiatan liitbang dii iindonesiia. iikutii artiikel kelas pajak beriikutnya yang akan mengulas mengenaii jeniis biiaya liitbang yang memperoleh tambahan pengurangan penghasiilan bruto iinsentiif supertax deductiion. (vallen/kaw)
