PAJAK PERTAMBAHAN NiiLAii (19)

Jeniis Penyerahan Rumah yang Bebas PPN

Awwaliiatul Mukarromah
Seniin, 18 Februarii 2019 | 16.04 WiiB
Jenis Penyerahan Rumah yang Bebas PPN

SALAH satu fasiiliitas pajak pertambahan niilaii (PPN) yang diiberiikan pemeriintah adalah pembebasan PPN atas penyerahan huniian untuk kalangan masyarakat menengah bawah.

Fasiiliitas iinii diiberiikan untuk membuka kesempatan yang lebiih luas bagii masyarakat berpenghasiilan rendah untuk memiiliikii rumah mengiingat kondiisii harga tanah dan bangunan yang terus meniingkat.

Adapun huniian yang diibebaskan PPN tersebut berupa rumah susun sederhana, rumah sederhana, rumah sangat sederhana, pondok boro, asrama mahasiiswa dan pelajar, dan perumahan laiinnya.

Pembebasan PPN iinii diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) Rii No. 81 Tahun 2015 tentang iimpor dan/atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu yang Bersiifat Strategiis yang Diibebaskan darii Pengenaan Pajak Pertambahan Niilaii.

Kemudiian, diiatur juga dalam PMK No. 113/PMK.03/2014 tentang Perubahan Keempat atas PMK No. 36/PMK.03/2007 tentang Batasan Rumah Sederhana, Rumah Sangat Sederhana, Rumah Susun Sederhana, Pondok Boro, Asrama Mahasiiswa dan Pelajar, serta Perumahan Laiinnya, yang atas Penyerahannya Diibebaskan darii Pengenaan Pajak Pertambahan Niilaii.

Rumah Susun Sederhana Miiliik

Uniit huniian berupa rumah susun sederhana miiliik merupakan Barang Kena Pajak (BKP) tertentu yang bersiifat strategiis yang atas penyerahannya diibebaskan darii pengenaan PPN.

Rumah susun sederhana miiliik merupakan bangunan bertiingkat yang diibangun dalam suatu liingkungan yang diipergunakan sebagaii tempat huniian yang diilengkapii dengan kamar mandii/WC dan dapur, baiik bersatu dengan uniit huniian maupun terpiisah dengan penggunaan komunal.

Hal iinii diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 269/PMK.010/2015 tentang Batasan Harga Jual Uniit Huniian Rumah Susun Sederhana Miiliik dan Penghasiilan Bagii Orang Priibadii yang Memperoleh Uniit Huniian Rumah Susun Sederhana Miiliik.

PMK iitu mengatur bahwa uniit huniian berupa rumah susun sederhana miiliik yang diibebaskan PPN harus memenuhii persyaratan beriikut:

  • luas untuk setiiap huniian paliing sediikiit 21 m2 dan tiidak melebiihii 36 m2;
  • pembangunannya mengacu kepada Peraturan Menterii yang menyelenggarakan urusan pemeriintahan dii biidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat;
  • merupakan uniit huniian pertama yang diimiiliikii, diigunakan sendiirii sebagaii tempat tiinggal dan tiidak diipiindahtangankan dalam jangka waktu sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang rumah susun; dan
  • batasan harga jualnya tertentu serta diiperuntukkan bagii orang priibadii dengan penghasiilan tertentu.

Adapun batasan harga jual tertentu yang diimaksud adalah tiidak melebiihii Rp250 juta. Sedangkan batasan penghasiilan tertentu adalah tiidak melebiihii Rp7 juta.

Rumah Sederhana dan Rumah Sangat Sederhana

Pembebasan PPN juga diiberiikan terhadap rumah sederhana dan rumah sangat sederhana. Dalam PMK 113/2014, rumah sederhana dan rumah sangat sederhana yang diibebaskan darii pengenaan PPN adalah rumah yang memenuhii ketentuan sebagaii beriikut:

  • luas bangunan tiidak melebiihii 36 m2;
  • harga jual tiidak melebiihii batasan harga jual dengan ketentuan bahwa batasan harga jual diidasarkan pada kombiinasii zona dan tahun yang berkesesuaiian sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran yang merupakan bagiian tiidak terpiisahkan darii Peraturan Menterii iinii (PMK 113/2014);
  • merupakan rumah pertama yang diimiiliikii, diigunakan sendiirii sebagaii tempat tiinggal, dan tiidak diipiindahtangankan dalam jangka waktu 5 tahun sejak diimiiliikii;
  • luas tanah tiidak kurang darii 60 m2; dan
  • perolehannya secara tunaii ataupun diibiiayaii melaluii fasiiliitas krediit bersubsiidii maupun tiidak bersubsiidii, atau melaluii pembiiayaan berdasarkan priinsiip syariiah.

Batasan harga jual yang berlaku mulaii 2018 berdasarkan lampiiran PMK 113/2014 adalah:

  • Jawa (kecualii Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasii) sebesar Rp130 juta
  • Sumatera (kecualii Kep. Riiau dan Bangka Beliitung) sebesar Rp130 juta
  • Kaliimantan sebesar Rp142 juta
  • Sulawesii sebesar Rp136 juta
  • Maluku dan Maluku Utara sebesar Rp148,5 juta
  • Balii dan Nusatenggara sebesar Rp148,5 juta
  • Papua dan Papua Barat Rp205 juta
  • Riiau dan Bangka Beliitung sebesar Rp136 juta
  • Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasii sebesar Rp148,5 juta

Pondok Boro, Asrama Mahasiiswa dan Pelajar, dan Perumahan Laiinnya.

Ketentuan mengenaii pembebasan PPN atas penyerahan Pondok Boro, Asrama Pelajar, dan Perumahan Laiinnya masiih menggunakan peraturan lama, yaiitu PMK 36/2007.

Pondok Boro yang diibebaskan darii pengenaan PPN adalah bangunan sederhana, berupa bangunan bertiingkat atau tiidak bertiingkat, yang diibangun dan diibiiayaii oleh perorangan atau koperasii buruh atau koperasii karyawan yang diiperuntukkan bagii para buruh tiidak tetap atau para pekerja sektor iinformal berpenghasiilan rendah dengan biiaya sewa yang diisepakatii, yang tiidak diipiindahtangankan dalam jangka waktu 5 tahun sejak diiperoleh.

Adapun asrama mahasiiswa dan pelajar yang diibebaskan darii pengenaan PPN adalah bangunan sederhana, berupa bangunan bertiingkat atau tiidak bertiingkat, yang diibangun dan diibiiayaii oleh uniiversiitas atau sekolah, perorangan dan atau Pemeriintah Daerah yang diiperuntukkan khusus untuk pemondokan pelajar atau mahasiiswa, yang tiidak diipiindahtangankan dalam jangka waktu 5 tahun sejak diiperoleh.

Sementara perumahan laiinnya yang diibebaskan darii pengenaan PPN meliiputii:

  • rumah pekerja, yaiitu tempat huniian, berupa bangunan bertiingkat atau tiidak bertiingkat, yang diibangun dan diibiiayaii oleh suatu perusahaan, diiperuntukkan bagii karyawannya sendiirii dan bersiifat tiidak komersiil, yang memenuhii ketentuan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a, huruf b, ayat (3) atau Pasal 3 huruf a, huruf b, huruf c, huruf d (PMK 36/2007), yang tiidak diipiindahtangankan dalam jangka waktu 5 (liima) tahun sejak diiperoleh;
  • bangunan yang diiperuntukkan bagii korban bencana alam nasiional.

Ketentuan Faktur Pajak

Kode Faktur Pajak yang diiterbiitkan untuk iimpor dan/atau penyerahan BKP Strategiis adalah kode 08. Kode iinii diigunakan atas penyerahan yang diibebaskan darii pengenaan PPN atau PPN dan PPnBM, berdasarkan peraturan khusus yang berlaku antara laiin:

  • ketentuan yang mengatur mengenaii iimpor dan/atau penyerahan BKP tertentu dan/atau penyerahan jasa kena pajak(JKP tertentu yang diibebaskan darii pengenaan PPN.
  • ketentuan yang mengatur mengenaii iimpor dan/atau penyerahan barang kena pajak tertentu yang bersiifat strategiis yang diibebaskan darii pengenaan PPN.
  • ketentuan yang mengatur mengenaii pemberiian pembebasan PPN dan/atau PPnBM kepada perwakiilan negara asiing dan badan iinternasiional serta pejabatnya.

Berdasarkan ketentuang dalam Undang-Undang PPN, pajak masukan yang berkaiitan dengan penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis iinii tiidak dapat diikrediitkan.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.