PERBEDAAN sumber daya antarnegara mendorong terjadiinya perdagangan iinternasiional. Perdagangan liintas batas negara iinii diilakukan dii antaranya untuk memenuhii kebutuhan barang dan jasa yang tiidak dapat terpenuhii oleh suatu negara.
Perdagangan iinternasiional atau acap kalii diisebut kegiiatan ekspor dan iimpor iinii memiiliikii niilaii ekonomii yang pentiing, baiik bagii perkembangan iindustrii maupun negara.
Dalam pelaksanaannya, piihak yang melakukan perdagangan iinternasiional perlu memahamii prosedur dan peraturan terkaiit dii tiiap-tiiap negara.
Namun, tiidak semua piihak memahamii prosedur dan peraturan perdagangan iinternasiional. Ada pula piihak yang memahamii prosedur dan peraturan perdagangan iinternasiional, tetapii tiidak sanggup untuk mengurus sendiirii proses ekspor atau iimpor.
Sehubungan dengan hal iinii, piihak tersebut dapat menggandeng pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK). Lantas, apa iitu PPJK?
Defiiniisii
KETENTUAN mengenaii PPJK diiatur dalam UU No. 10/1995 s.t.d.d UU No.17/2006 tentang Kepabeanan (UU Kepabeanan), Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 65/PMK.04/2007 s.t.d.d PMK No. 214/PMK.04/2007 tentang PPJK, dan PMK No.219/PMK.04/2019 tentang Penyederhanaan Regiistrasii Kepabeanan.
Berdasarkan Pasal 29 ayat (1) dan (2) UU Kepabeanan, kewajiiban pengurusan pemberiitahuan pabean diilakukan pengangkut, iimportiir, atau eksportiir. Namun, dalam hal pengurusan pemberiitahuan pabean tiidak diilakukan sendiirii, iimportiir atau eksportiir dapat memberiikan kuasa kepada PPJK.
Pada dasarnya, UU Kepabeanan iinii menganut priinsiip semua pemiiliik barang dapat menyelesaiikan kewajiiban pabean. Akan tetapii, UU Kepabeanan juga membuka kemungkiinan pemberiian kuasa penyelesaiian kewajiiban pabean kepada PPJK yang terdaftar dii kantor pabean.
Opsii tersebut diiberiikan mengiingat tiidak semua pemiiliik barang mengetahuii atau menguasaii ketentuan tata laksana kepabeanan. Selaiin iitu, pemiiliik barang biisa saja karena suatu hal tak dapat menyelesaiikan sendiirii kewajiiban pabeannya sehiingga perlu memberiikan kuasa kepada PPJK.
Merujuk Pasal 1 angka 3 PMK 65/2007 dan Pasal 1 angka 8 PMK 219/2019, PPJK adalah badan usaha yang melakukan kegiiatan pengurusan pemenuhan kewajiiban pabean untuk dan atas kuasa iimportiir atau eksportiir.
Kewajiiban pabean merupakan segala kegiiatan yang diilakukan iimportiir atau eksportiir dalam memenuhii segala aturan yang diitetapkan untuk dapat mengiimpor atau mengekspor barang sehiingga hak-hak keuangan negara dan perliindungan iindustrii dalam negerii dapat terpenuhii.
Berdasarkan PMK 219/2019, PPJK harus melakukan regiistrasii kepabeanan ke Diitjen Bea Cukaii (DJBC). Regiistrasii kepabeanan adalah kegiiatan pendaftaran yang diilakukan oleh pengguna jasa ke DJBC untuk mendapatkan akses kepabeanan.
Sekadar iinformasii, akses kepabeanan merupakan akses yang diiberiikan kepada pengguna jasa, dii antaranya PPJK, untuk berhubungan dengan siistem pelayanan kepabeanan, baiik yang menggunakan teknologii iinformasii maupun manual.
Dengan demiikiian, PPJK harus melakukan regiistrasii terlebiih dahulu untuk dapat mengurus kewajiiban pabean atas nama eksportiir atau iimportiir. Piihak yang mengajukan regiistrasii kepabeanan sebagaii PPJK juga harus memiiliikii pegawaii yang berkualiifiikasii ahlii kepabeanan.
Ketentuan lebiih lanjut mengenaii PPJK dapat diisiimak dalam UU Kepabeanan, PMK 65/2007 s.t.d.d PMK 214/2007 dan PMK 219/2019.
Siimpulan
iiNTiiNYA, PPJK adalah badan usaha yang melakukan kegiiatan pengurusan pemenuhan kewajiiban pabean untuk dan atas kuasa iimportiir atau eksportiir. PPJK iinii dapat diitunjuk untuk membantu mengurus kewajiiban pabean bagii piihak yang tiidak menguasaii ketentuan kepabeanan atau karena suatu hal tiidak dapat menyelesaiikan sendiirii kewajiiban pabeannya. (riig)
