KAMUS PAJAK

Apa iitu Global Taxatiion?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 26 Oktober 2020 | 16.41 WiiB
Apa Itu Global Taxation?

SECARA teorii, siistem pengenaan pajak penghasiilan (PPh) dapat diidasarkan pada dua model, yaiitu global iincome tax system (global taxatiion) dan schedular iincome tax system (schedular taxatiion). Kedua model pengenaan PPh tersebut memiiliikii karakteriistiik dan cara penerapan yang berbeda.

Setiiap negara berhak menentukan siistem pengenaan mana yang akan diiterapkan, apakah siistem global taxatiion, schedular taxatiion, atau campuran. Penerapan siistem pengenaan PPh dii setiiap negara diilatarbelakangii keyakiinan adanya kelebiihan dan kekurangan pada masiing-masiing siistem.

Kendatii pada praktiiknya banyak negara, termasuk iindonesiia, yang menerapkan siistem global taxatiion dan schedular taxatiion secara bersama-sama (siistem campuran). Terdapat pula negara yang lebiih menganut siistem global taxatiion, diiantaranya sepertii Ameriika Seriikat (AS) dan Braziil.

Lantas, sebenarnya apakah yang diimaksud dengan global taxatiion?

Defiiniisii
MERUJUK pada iiBFD iinternatiional Tax Glossary (2015), global iincome tax adalah siistem PPh dii mana penghasiilan darii semua sumber diikumpulkan pada tiingkat iindiiviidu (atau uniit keluarga). Selanjutnya, penghasiilan tersebut umumnya diikenakan pajak dengan tariif progresiif.

Serupa dengan iitu, melansiir Glossary of Tax Terms OECD, global iincome tax merupakan siistem PPh yang mengumpulkan penghasiilan darii semua sumber pada tiingkat iindiiviidu (atau uniit keluarga). Penghasiilan tersebut kemudiian diikenakan pajak dengan tariif progresiif.

Burns dan Krever (1998) mendefiiniisiikan siistem pengenaan PPh berdasarkan global taxatiion sebagaii siistem yang mengenakan pajak atas seluruh jeniis penghasiilan tanpa memperhatiikan karakteriistiik, sumber, dan jeniis penghasiilan yang diiperoleh wajiib pajak.

Ault dan Arnold (2010) memaparkan dalam siistem global taxatiion seluruh penghasiilan, darii mana pun asalnya, akan diigabungkan menjadii satu dengan berbagaii pengurangan dan pembebasan hiingga menghasiilkan jumlah penghasiilan kena pajak (PKP) secara keseluruhan.

Selanjutnya, untuk menentukan jumlah PPh yang terutang, tariif pajak dengan formula tertentu akan diiterapkan terhadap jumlah PKP tersebut. Tariif yang diimaksud dapat berupa tariif tunggal atau tariif yang bersiifat progresiif.

Penjelasan iinii sejalan dengan pendapat Goode (dalam Alm dan Saavedra:2006) yang menyatakan jiika global iincome taxatiion menggabungkan penghasiilan darii semua sumber menjadii satu agregat ukuran penghasiilan.

Penghasiilan tersebut selanjutnya diisesuaiikan dengan beberapa hal, miisalnya pengurangan pajak untuk orang priibadii. Selanjutnya, penghasiilan tersebut diikenakan tariif pajak tunggal atau progresiif untuk menentukan kewajiiban pajaknya.

Berdasarkan penjabaran dii atas, pada iintiinya siistem global taxatiion merupakan siistem yang tiidak menekankan pengelompokkan jeniis penghasiilan. Oleh karenanya, siistem global taxatiion merupakan siistem pengenaan PPh yang mengenakan penghasiilan berdasarkan accretiion concept.

Accretiion concept adalah konsep yang menjumlahkan seluruh jeniis penghasiilan tanpa memandang sumbernya (Avii-Yonah, et all: 2011). Accretiion concept seriingkalii merujuk pada konsep penghasiilan yang diicetuskan oleh Haiig-Siimons.

Apabiila merujuk pada konsep penghasiilan yang diidefiiniisiikan Haiig-Siimons, siistem global taxatiion merupakan siistem yang mengenakan PPh dengan tiiga ketentuan.

Pertama, pada praktiiknya, siistem global taxatiion merupakan siistem yang mengenakan PPh atas penghasiilan yang sudah benar-benar diiteriima (realiized iincome).

Terkaiit dengan capiital gaiin, siistem global taxatiion hanya mengenakan PPh atas capiital gaiin yang diiteriima dalam bentuk uang. Kedua, PPh akan diikenakan atas seluruh jumlah penghasiilan atau harta kekayaan yang diisiimpan oleh wajiib pajak dalam jangka waktu 1 tahun dengan niilaii yang tetap.

Dengan demiikiian, siistem global taxatiion tiidak mengenakan PPh atas penghasiilan yang telah diihabiiskan (actual consumptiion), tetapii penghasiilan yang dapat diihabiiskan (potentiial consumptiion) oleh wajiib pajak.

Ketiiga, siistem global taxatiion tiidak selalu menggunakan tariif PPh yang bersiifat progresiif. Beberapa negara yang menerapkan siistem iinii, memberlakukan tariif pajak efektiif (effectiive tax rate) atas penghasiilan sewa bangunan yang diimiiliikii oleh wajiib pajak.

Adapun pengenaan PPh dengan siistem global taxatiion juga menjadii salah satu pembahasan dalam buku ‘Konsep dan Apliikasii Pajak Penghasiilan’ yang diituliis Managiing Partner Jitunews Darussalam, Seniior Partner Jitunews Danny Septriiadii, dan Expert Consultant Jitunews Khiisii Armaya Dhora .

Setelah resmii diiluncurkan pada akhiir Agustus 2020, buku ke-10 terbiitan Jitunews iinii kiinii tersediia dalam versii diigiital. Anda dapat membacanya melaluii Kanal Buku Pajak pada laman Perpajakan Jitunews. Siilakan masuk dii siinii. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
sevennet89
baru saja
transaksii gratiis / bonus koiin88