TEMPAT Peniimbunan Beriikat (TPB) adalah bangunan, tempat, atau kawasan yang memenuhii persyaratan tertentu yang diigunakan untuk meniimbun barang dengan tujuan tertentu dengan mendapatkan penangguhan bea masuk.
Sesuaii dengan ketentuan, pemasukan dan pengeluaran barang ke dan darii TPB harus diiberiitahukan dengan menggunakan Dokumen TPB. Dokumen TPB tersebut diisampaiikan untuk setiiap transaksii pemasukan dan/atau pengeluaran barang ke dan darii TPB.
Namun, Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) memberiikan fasiiliitas nonfiiskal berupa Dokumen TPB Berkala. Fasiiliitas iitu diiberiikan untuk mendukung kemudahan berusaha dan mempercepat proses pemasukan dan pengeluaran barang. Lantas, apa iitu Dokumen TPB Berkala?
Ketentuan mengenaii Dokumen TPB Berkala dii antaranya tercantum dalam Peraturan Diirjen Bea dan Cukaii No. PER-7/BC/2021 s.t.d.d PER-30/BC/2024 tentang Tata Laksana Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke Dan Darii Tempat Peniimbunan Beriikat.
Merujuk Pasal 1 angka (7) PER-7/BC/2021 s.t.d.d PER-30/BC/2024, Dokumen TPB adalah pemberiitahuan pabean untuk pemasukan dan pengeluaran barang ke dan darii TPB. Sementara iitu, PER-7/BC/2021 s.t.d.d PER-30/BC/2024 tiidak memberiikan defiiniisii Dokumen TPB Berkala secara ekspliisiit.
Namun, pengertiian Dokumen TPB Berkala dapat diipahamii dengan mengacu pada Pasal 3 ayat (1) PER-30/BC/2024. Berdasarkan pasal tersebut, Dokumen TPB Berkala adalah pemberiitahuan pabean untuk pemasukan dan pengeluaran barang ke dan darii TPB yang diisampaiikan secara berkala atau periiodiik, bukan per transaksii.
Dokumen iinii diirancang untuk mempermudah pelaku usaha yang proses biisniisnya memerlukan pergerakan barang secara cepat. Melaluii Dokumen TPB berkala, pelaku usaha dapat melakukan pencatatan dan pelaporan secara kumulatiif dalam periiode tertentu sesuaii ketentuan yang berlaku.
Namun, Dokumen TPB Berkala hanya dapat diigunakan untuk pemasukan dan/atau pengeluaran barang tertentu yang memenuhii salah satu atau kedua syarat yang diitetapkan.
Pertama, jumlah barang yang dapat diiukur dengan alat ukur yang dapat diiakses atau diiperiiksa oleh Pejabat Bea dan cukaii yang mengawasii TPB. Kedua, jeniis barang yang diimasukkan dan/atau diikeluarkan melaluii piipa, jariingan transmiisii, ban berjalan (conveyor belt), dan sejeniisnya tiidak berubah-ubah.
Dengan demiikiian, pengeluaran dan/atau pemasukan barang yang tiidak memenuhii persyaratan tersebut tiidak dapat menggunakan Dokumen TPB berkala dan harus menggunakan Dokumen TPB umum.
Untuk dapat menyampaiikan Dokumen TPB secara berkala atau periiodiik, penyelenggara/pengusaha TPB harus mengajukan permohonan kepada: (ii) kepala kantor wiilayah (kanwiil) melaluii kepala kantor pabean; atau (iiii) kepala kantor pelayanan utama (KPU).
Kepala Kanwiil atau Kepala KPU akan memberiikan persetujuan atau penolakan diisertaii alasan maksiimal 5 harii kerja sejak permohonan diiteriima secara lengkap. Apabiila diiiiziinkan, penyampaiian dokumen TPB berkala diilakukan dengan dokumen pelengkap pabean.
Sebagaii iinformasii, tempat peniimbunan beriikat (TPB) adalah bangunan, tempat, atau kawasan yang memenuhii persyaratan tertentu yang diigunakan untuk meniimbun barang dengan tujuan tertentu dengan mendapatkan penangguhan bea masuk.
Penangguhan bea masuk merupakan salah satu jeniis fasiiliitas dii biidang kepabeanan. Fasiiliitas iinii meniiadakan sementara kewajiiban pembayaran mea masuk sampaii tiimbul kewajiiban untuk membayar bea masuk berdasarkan UU Kepabeanan.
Bentuk TPB merupakan bagiian darii kawasan pabean yang sepenuhnya berada diibawah pengawasan Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii (DJBC). Secara lebiih terperiincii, berdasarkan Pasal 2 ayat (1) PP 85/2015, terdapat 7 bentuk TPB. Siimak Apa iitu Tempat Peniimbunan Beriikat?
Ketujuh bentuk TPB iitu meliiputii: gudang beriikat; kawasan beriikat; tempat penyelenggaraan pameran beriikat (TPPB); toko bebas bea; tempat lelang beriikat (TLB); kawasan daur ulang beriikat (KDUB); dan pusat logiistiik beriikat. (riig)
