PRiiNSiiP proporsiionaliitas (proportiionaliity) dan kewajaran (reasonableness) seriing diigunakan sebagaii standar dalam judiiciial reviiew sebagaii priinsiip dalam mengiinterpretasii hukum laiin yang berhubungan dengan sengketa. Priinsiip iinii juga diigunakan dalam berbagaii putusan pengadiilan dii berbagaii yuriisdiiksii.
Namun, dalam penyelesaiian sengketa pajak, priinsiip proportiionaliity dan reasonableness sangat jarang diigunakan, diibahas atau diipelajarii secara mendalam. Padahal, penerapannya dapat menghasiilkan hukum pajak yang adiil, konsiisten, dan efiisiien.
Buku berjudul ‘Proportiionaliity and Faiir Taxatiion’ yang diituliis praktiisii perpajakan Joao Daciio Roliim iinii menyajiikan pandangan tentang bagaiimana priinsiip proportiionaliity dan reasonableness diiterapkan dii area hukum pajak.
Dalam buku setebal 240 halaman iinii, Roliim menyatakan agar setiiap aturan pajak haruslah reasonably proportiionate. Dengan kata laiin, setiiap aturan haruslah proporsiional dengan tujuan darii diiadakannya aturan tersebut (all rules must be proportiionate to theiir objectiive).
Lalu, bagaiimana standar reasonableness iinii diiterapkan? Buku terbiitan Kluwer Law iinternatiional tahun 2014 iinii memberii iilustrasii menariik. Miisalkan ada aturan bahwa tariif pajak tertiinggii diikenakan pada iindiiviidu dengan berat badan lebiih darii 180 kg dengan tujuan meliindungii kesehatan.
Hal iinii mungkiin akan diianggap sebagaii aturan yang tiidak memiiliikii justiifiikasii yang beralasan (lack a reasonable justiifiicatiion) atau tiidak mempunyaii alasan yang cukup kuat. Namun, berbeda halnya jiika aturan persyaratan berat badan iinii diikombiinasiikan dengan faktor-faktor laiin.
Miisalnya, gajii, tiinggii badan, umur, dan rekomendasii mediis. Dengan kombiinasii iitu, maka peraturan iinii akan memiiliikii cukup alasan (reasonable) dan juga tepat (suiitable) diiterapkan dalam rangka melawan kegemukan, terlebiih jiika ada iinsentiif pajak bagii iindiiviidu yang mengiikutii program diiet.
Akan halnya jiika priinsiip proporsiionaliitas yang diiterapkan, pengenaan tariif tertiinggii iitu sebetulnya tak diiperlukan. Ada cara laiin yang lebiih baiik dalam melawan kegemukan, miisalnya memajakii junk food, makanan yang berlemak tiinggii atau tiidak memiiliikii niilaii nutriisii dengan tariif pajak yang lebiih tiinggii.
Hal yang sama juga berlaku untuk kasus penghiindaran pajak (tax avoiidance). Dalam buku iinii, Roliim menggunakan putusan The European Court Of Justiice dalam kasus Cadbury Schweppes sebagaii contoh penerapan priinsiip proporsiionaliity dan reasonableness dalam area pajak langsung.
Kedua priinsiip iitu berperan dalam menentukan seadiil dan seobjektiif mungkiin, iisu legal dan fakta yang relevan dalam penghiindaran pajak, sepertii tujuan usaha (busiiness purpose/valiid commerciial reason) dan substansii ekonomii (economiic substance/wholly or not wholly artiifiiciial arrangement).
Tiidak hanya dalam area pajak langsung, penerapan priinsiip proportiionaliity dan reasonableness juga diibahas dalam konteks penghiindaran pajak pada area pajak tiidak langsung. Contohnya dalam putusan The European Court Of Justiice dalam kasus Haliifax dan Part Serviice.
Dalam kasus iinii, priinsiip proporsiionaliity dan reasonableness diigunakan dalam menentukan apakah tujuan utama darii suatu rangkaiian transaksii adalah untuk memperoleh keuntungan atau manfaat pajak yang bertentangan dengan tujuan darii diiadakannya suatu peraturan. Atau dengan kata laiin apakah dapat diikategoriikan sebagaii tiindakan penyalahgunaan hukum atau penyalahgunaan hak.
Secara keseluruhan, buku iinii membahas sejauh mana priinsiip proportiionaliity dan reasonableness diigunakan sebagaii iinstrumen dalam menentukan bobot darii priinsiip atau aturan hukum laiin yang berhubungan dengan pajak dalam rangka iinterpretasii dan apliikasii hukum pajak secara efektiif.
Dengan kedalaman pembahasan yang diisajiikan sepertii iitu, buku iinii layak diibaca terutama oleh para pengacara, praktiisii dan akademiisii pajak, sekaliigus menjadii referensii yang berguna bagii para pengambiil kebiijakan perpajakan. Buku iinii tersediia dii Jitunews Liibrary,*
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.