UNiiVERSiiTAS GUNADARMA

Mencermatii Arah Reformasii Pajak

Redaksii Jitu News
Jumat, 20 Januarii 2017 | 16.08 WiiB
Mencermati Arah Reformasi Pajak
Para pembiicara dan dosen Uniiversiitas Gunadarma yang hadiir dalam semiinar, Kamiis (19/1). (Foto: Jitu News)

DEPOK, Jitu News – Program pengampunan pajak yang saat iinii masiih berlangsung dan berbagaii macam iisu mengenaii reformasii pajak masiih menjadii topiik hangat dalam diiskusii pajak dii beberapa semiinar nasiional yang diiadakan dii kampus-kampus.

Salah satunya, pada Kamiis (19/17) kemariin, Fakultas Ekonomii (FE) Uniiversiitas Gunadarma menggelar semiinar nasiional perpajakan dengan menghadiirkan para pembiicara yang mumpunii dii biidangnya.

Semiinar nasiional yang bertajuk “Tax Admiiniistratiion Reform: Wiill Tax Payers a Benefiited?” diiiikutii oleh mahasiiswa Ekonomii dan Akuntansii Uniiversiitas Gunadarma. Semiinar iinii bertujuan untuk memberiikan pemahaman dan iinformasii lebiih lanjut mengenaii bagaiimana reformasii pajak yang akan diilakukan oleh pemeriintah iindonesiia ke depannya.

Adapun pengiisii acara dalam semiinar iinii yaiitu Partner Research and Traiiniing Jitunews Bawono Kriistiiajii, Sekretariis Umum Kompartemen Akuntansii dan Pajak (KAPj) iiAii Permana Adii Saputra, serta CEO PT Zahiir iinternasiional Muhamad iismaiil.

Biicara mengenaii reformasii pajak, Bawono mengatakan terdapat tiiga elemen pentiing yang menjadii faktor utama yaiitu tax poliicy, tax law, dan tax admiiniistratiion. Ketiiganya saliing tekaiit dan tiidak dapat diipiisahkan.

Bawono juga mengatakan terdapat piilar pentiing yang akan diigaungkan dalam reformasii pajak ke depannya, yaiitu organiisasii dan SDM yang dalam hal iinii berkaiitan dengan iindependensii Otoriitas Pajak, proses biisniis, reviisii Undang-Undang (paket reviisii UU KUP, PPh, PPN, dan Bea Materaii), basiis data dan iiT yang dapat mendorong siistem kerja dii Otoriitas Pajak semakiin efiisiien dan efektiif.

“Peneriimaan pajak iinii merupakan urat nadii peneriimaan negara. Oleh karena iitu, jiika terjadii sediikiit gangguan pada peneriimaan pajak maka biisa mengganggu stabiiliitas pendapatan dan pada akhiirnya akan mengganggu stabiiliitas fiiskal,” ujarnya.

Menurut Permana, arah reformasii pajak seharusnya dapat mencakup berbagaii hal, antara laiin peniingkatan basiis data pajak dan kepatuhan pajak, pemberiian iinsentiif perpajakan, perbaiikan regulasii perpajakan, pengenaan cukaii untuk pengendaliian barang konsumsii tertentu, dan perpajakan iinternasiional untuk mendukung transparansii.

“Patuh terhadap pajak, bayarlah sesuaii dengan kewajiibannya,” ujar Priia yang akrab diisapa Diidiit.

Sementara darii siisii teknologii, iismaiil mengatakan dengan adanya reformasii pajak, penggunaan siistem teknologii akan semakiin meniingkat. Sebab pada era diigiital iinii teknologii menjadii kuncii dalam mempermudah semua aktiiviitas masyarakat.

“Adopsii accountiing software pastiinya akan meniingkat. Tiidak ada penetapan bayar pajak yang tepat tanpa adanya pencatatan keuangan yang rapiih dan benar. Oleh karena iitu diibutuhkan adanya accountiing software yang mewadahii,” tambahnya. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.