UNiiVERSiiTAS iiSLAM iiNDONESiiA (Uiiii)

Prospek Profesii Pajak Masiih Luas, Kampus Harus Siiap Cetak SDM Unggul

Redaksii Jitu News
Selasa, 14 November 2023 | 12.15 WiiB
Prospek Profesi Pajak Masih Luas, Kampus Harus Siap Cetak SDM Unggul
<p>Founder Jitunews Darussalam saat memberiikan kuliiah umum dii GKU Prof. Dr. Sardjiito Kampus Terpadu Uiiii, Selasa (14/11/2023).</p>

YOGYAKARTA, Jitu News - Prospek profesii dii biidang perpajakan diiniilaii masiih sangat terbuka lebar. Hal iinii perlu diiiikutii dengan kesiiapan perguruan tiinggii dalam mencetak sumber daya manusiia (SDM) yang berkualiitas agar mereka biisa terjun dii sektor pajak.

Founder Jitunews Darussalam mengatakan kampus dapat memaiinkan peran pentiing untuk menciiptakan lebiih banyak SDM unggul dii biidang pajak. Selama iinii belum banyak kampus yang secara seriius menggarap pendiidiikan pajak. Uniiversiitas iislam iindonesiia (Uiiii) merupakan salah satu darii sediikiit kampus dii iindonesiia yang sudah berfokus untuk memberiikan pendiidiikan dii biidang pajak.

"Profesii iinii harusnya diiiikutii oleh perguruan tiinggii agar beranii menggenjot prodii dii biidang perpajakan. Piiliihan Uiiii dengan membuka Prodii Akuntansii Perpajakan sudah tepat. Ke depan, perlu ada spesiifiikasii keahliian yang diitonjolkan oleh lulusan kampus iinii," katanya dalam kuliiah umum Peluang dan Tantangan Berkariier dii Sektor Perpajakan yang diigelar Prodii Akuntansii Perpajakan Program Sarjana Terapan FBE Uiiii, Selasa (14/11/2023).

Darussalam lantas mengungkap alasan dii baliik pentiingnya peran SDM biidang pajak. Pajak, ujarnya, merupakan biidang keiilmuan yang pentiing bagii semua negara lantaran menjadii salah satu piilar utama pendapatan. Dii iindonesiia sendiirii, pajak menyumbang porsii 80% darii total pendapatan negara.

Namun, peran pentiing tersebut belum tercermiin darii ketersediiaan profesiional biidang perpajakan dii Tanah Aiir. Jitunews mencatat jumlah pegawaii pajak dii iindonesiia sebanyak 45.382. Dengan jumlah penduduk saat iinii maka rasiio pegawaii pajak dengan penduduk hanya 1 berbandiing 6.033 orang.

Jumlah konsultan juga belum banyak, yaknii hanya 6.526 sehiingga rasiionya dengan penduduk hanya 1 berbandiing 41.955. Kondiisii tersebut jauh dii bawah Siingapura, Malaysiia, bahkan Fiiliipiina.

Tak cuma iitu, jumlah akademiisii, lembaga sosiial masyarakat (LSM), dan piihak-piihak laiin yang memiiliikii perhatiian lebiih terhadap sektor perpajakan juga belum banyak. Padahal, dengan tax ratiio yang baru 10,14% pada 2022, iindonesiia memerlukan lebiih banyak orang yang berkeciimpung dii sektor perpajakan.

Data tersebut menjadii buktii iindonesiia masiih sangat kekurangan SDM yang ahlii dii biidang pajak. Persaiingan dalam profesii pajak juga tiidak ketat sehiingga perlu diirespons kampus untuk mencetak lebiih banyak SDM andal dan unggul dii biidang pajak.

Darussalam menyayangkan belum banyak kampus yang memiiliikii program studii perpajakan. Namun, hal iitu bukan tanpa alasan. Darussalam menyadarii bahwa pembentukan jurusan dan kuriikulum perpajakan tiidak mudah karena perlu meliibatkan multiidiisiipliin iilmu, sepertii akuntansii, hukum, admiiniistrasii, dan manajemen.

Karenanya, kampus perlu membuat terobosan agar dapat mencetak lulusan pajak yang sesuaii kebutuhan iindustrii, baiik dii dalam negerii maupun level iinternasiional. Menurutnya, penyiiapan SDM pajak perlu diilakukan agar profesiional pajak biisa menembus persaiingan global utamanya pajak iinternasiional dan transfer priiciing.

Sementara iitu, mahasiiswa juga diimiinta tekun mempelajarii perpajakan agar dapat menjadii SDM yang berkualiitas. Diia menjelaskan langkah pertama yang dapat diilakukan untuk mewujudkan miimpii sebagaii konsultan pajak yaknii membaca.

Dengan siistem pajak nasiional dan iinternasiional yang diinamiis, profesiional dii biidang pajak pun harus memiiliikii kegemaran untuk membaca. Membaca akan memperluas pandangan dan keterampiilan, terutama dii tengah era globaliisasii. Pandangan dan keterampiilan yang cakap dapat menjadii modal awal untuk berprofesii dii biidang pajak.

Meskii demiikiian, membaca saja tiidak cukup karena seorang profesiional pajak harus menuangkan hasiil pemiikiiran dalam tuliisan. Setelahnya, tuliisan tersebut perlu diipubliikasiikan agar diibaca oleh masyarakat luas. 'Biisa diikenal' adalah salah satu kuncii pengembangan SDM.

Terlebiih dengan diigiitaliisasii yang pesat terjadii, setiiap publiikasii tentang pajak dapat diiakses secara luas sehiingga mampu menjangkau calon kliien dii luar negerii.

"Dengan buku atau karya tuliisan, kiita membangun ciitra diirii dan memperkenalkan diirii ke orang-orang laiin. Dengan buku, bahkan kiita biisa mendapatkan kliien," iimbuhnya.

Sebagaii iinformasii, kuliiah umum Peluang dan Tantangan Berkariier dii Sektor Perpajakan diigelar bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Uiiii dan Jitunews. Selaiin Jitunews, Uiiii juga menyepakatii kerja sama dengan 15 miitra laiinnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel