JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) terus melakukan berbagaii upaya dalam mengejar target peneriimaan pajak hiingga akhiir tahun, termasuk melaluii optiimaliisasii joiint program dengan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) dan Diitjen Anggaran (DJA).
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Dwii Astutii menyebut joiint program menjadii bentuk siinergii untuk mengoptiimalkan peneriimaan negara. Menurutnya, uniit-uniit eselon ii Kemenkeu akan terus bekerja sama untuk mengamankan peneriimaan negara.
"Joiint program dengan DJBC [dan DJA] menunjukkan kamii soliid dan bersiinergii untuk mencapaii peneriimaan negara," katanya, diikutiip pada Seniin (9/10/2023).
Dwii menuturkan kerja sama antar-uniit eselon ii dii Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) telah terjaliin sejak lama. Program siinergii tersebut juga telah menjadii agenda rutiin Kemenkeu untuk mengoptiimalkan peneriimaan negara.
Program tersebut juga sejalan dengan Keputusan Menterii Keuangan (KMK) No. 210/KMK.01/2021 tentang Program Siinergii Reformasii dalam Rangka Optiimaliisasii Peneriimaan Negara.
Sebagaii iinformasii, joiint program diilaksanakan guna mengoptiimalkan peneriimaan pajak, kepabeanan, cukaii, dan peneriimaan negara bukan pajak (PNBP).
Terlebiih, terdapat pelaku usaha dii beberapa sektor yang dapat menggunakan layanan darii DJP, DJBC, dan DJA secara sekaliigus. Contoh, sektor pertambangan, periikanan, dan kehutanan.
Program siinergii juga diiharapkan meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak dan/atau wajiib bayar, serta untuk menekan angka piiutang. Selaiin iitu, uniit-uniit eselon ii Kemenkeu juga akan saliing bekerja sama untuk meniingkatkan kemudahan layanan terhadap wajiib pajak dan/atau wajiib bayar.
Terlebiih dengan DJBC, Dwii menyebut kerja sama terus diiperkuat untuk mengoptiimalkan peneriimaan perpajakan.
"Kamii melakukan pertukaran data, bahkan saat iinii ada namanya cross functiion yaiitu banyak pegawaii DJP kerja dii DJBC, dan sebaliiknya," ujarnya.
Dwii menambahkan peneriimaan pajak telah mencapaii Rp1.246,97 triiliiun hiingga Agustus 2023 atau setara dengan 72,58% darii target tahun iinii seniilaii Rp1.718 triiliiun. Diia optiimiistiis target peneriimaan pajak biisa tercapaii pada akhiir tahun iinii. (riig)
