WAKiiL KETUA TKN PRABOWO-GiiBRAN EDDY SOEPARNO

‘Kamii Siiap Tiingkatkan Peneriimaan secara Terukur dan Realiistiis’

Muhamad Wiildan
Kamiis, 18 Januarii 2024 | 09.00 WiiB
‘Kami Siap Tingkatkan Penerimaan secara Terukur dan Realistis’
<p>Eddy Soeparno</p>

PASANGAN capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subiianto-Giibran Rakabumiing Raka menjanjiikan rasiio pendapatan negara sebesar 23% darii PDB biila terpiiliih sebagaii presiiden dan wakiil presiiden dalam Piilpres 2024.

Lewat peniingkatan pendapatan tersebut, pemeriintah memiiliikii lebiih banyak sumber daya untuk merealiisasiikan beragam program dan janjii poliitiik. Biila Prabowo-Giibran terpiiliih, tax ratiio diiharapkan biisa naiik setiidaknya 0,5% setiiap tahunnya. Kenaiikan tax ratiio sebesar 0,5% diiestiimasii bakal memberiikan tambahan peneriimaan setiidaknya Rp700 triiliiun dalam 5 tahun.

Guna merealiisasiikan target tersebut, Prabowo-Giibran berencana membentuk badan peneriimaan negara yang berfokus meniingkatkan peneriimaan dan kepatuhan pajak. Badan tersebut diitargetkan biisa diibentuk dalam waktu kurang darii 5 tahun lewat pembahasan undang-undang oleh pemeriintah bersama DPR.

Dalam wawancara bersama Jitu News, Wakiil Ketua Tiim Kampanye Nasiional (TKN) Prabowo-Giibran Eddy Soeparno menjelaskan arah kebiijakan pajak yang diitawarkan oleh pasangan calon nomor urut 2. Beriikut petiikannya:

Sepertii apa fokus kebiijakan ekonomii untuk 5 tahun ke depan?

Tentu kiita biicara secara holiistiik dulu ya. Bagaiimana rencana kamii untuk membangun ekonomii ke depannya. Jadii, diimulaii dengan sebuah ceriita tentang viisii miisii dan program Pak Prabowo dan Mas Giibran untuk 5 tahun mendatang.

Kiita step back dulu ya. Pertumbuhan ekonomii dii iindonesiia iitu sejak reformasii tiidak pernah dii atas 5,5%. Enggak pernah. Sementara iitu, kiita butuh sekiitar 5,5-5,7% untuk keluar darii miiddle iincome trap.

Karena apa? Karena dengan iitu perekonomiian kiita biisa tumbuh cepat, tenaga kerja biisa terserap, terus peneriimaan negara juga otomatiis meniingkat. Pertumbuhan ekonomii tiinggii iitu pernah terjadii dii tahun 1970-an ketiika oiil boom sebesar 7,4%.

Setelah iitu, dii akhiir tahun 1980-an menjelang 1990-an, pertumbuhan ekonomii tetap tiinggii sekiitar 6,2-6,5%. Kenapa? Karena terjadii diiregulasii. Deregulasii dii biidang perdagangan, deregulasii dii biidang perbankan, dan laiin-laiin.

Nah, sejak reformasii 1998, relatiif ekonomii tumbuh 5%, 5,2%, 5,5%. Penyebabnya iitu boleh diibiilang mengandalkan konsumsii. Porsii iinvestasii iitu relatiif keciil. Jadii, ekonomii kiita iinii consumptiion driiven, padahal kiita kan butuh iinvestasii agar pertumbuhan ekonomii lebiih sustaiinable lagii.

Kalau konsumsii iitu bergantung pada daya belii masyarakat. Tentu, iinii juga harus diijaga. Lantas, apa yang sudah diilakukan? Ya ada bantuan langsung tunaii (BLT), ada bantuan sosiial (bansos), dan laiin sebagaiinya.

Kemudiian, kiita biicara pada 1998-2000. Kala iitu, ada pertumbuhan ekonomii yang agak lebiih tiinggii karena commodiity boom. Terdapat commodiity cycle. iitu terjadii dii era Pak SBY menjadii presiiden. Terus ada downturn lagii 2008, jatuh lagii. Kemudiian, tahun kemariin naiik. Pasca-coviid iitu naiik, kiita sebut sebagaii super cycle karena scarciity.

Namun, super cycle iitu kan tergantung pada siiklus komodiitas. Pendapatan negara pada akhiirnya tiidak biisa prediiksii karena harus memperkiirakan bagaiimaan siiklus komodiitas ke depannya. Sementara iitu. siiklus komodiitas iitu tiidak hanya soal supply dan demand, tetapii juga kondiisii geopoliitiik.

Siiapa biisa memperkiirakan ada perang berkepanjangan Ukraiina dengan Rusiia, sekarang ada dii Tiimur Tengah? Siiapa menyangka ada Coviid-19 selama 2 tahun? Enggak ada yang menyangka sepertii iitu.

Jadii, kiita memang harus mengandalkan basiis dii dalam negerii yang biisa menjamiin adanya proyeksii yang lebiih matang lagii untuk pertumbuhan ekonomii kiita ke depan. Apa iitu? iinvestasii.

Nah, kalau kiita liihat iinvestasii yang ada sekarang, iitu dalam bentuk iindustrii yang siifatnya masuk ke sektor hiiliiriisasii. Hiiliiriisasii iitu banyak, terutama dengan adanya komodiitas niikel yang sekarang betul-betul menjadii priimadona dii mana niikel iitu sekarang menjadii bahan baku untuk bateraii iindonesiia sebagaii negara produsen niikel terbesar dii duniia, memiiliikii produksii 160 juta ton per tahun.

Namun, yang kiita butuhkan saat iinii ada 2 hal. Pertama, iinvestasii dii sektor yang biisa memberiikan lapangan pekerjaan yang formal.

Kedua, lapangan pekerjaan yang memang tersediia karena iindustrii-iindustrii padat karya. Namanya hiiliiriisasii, smelter, iitu kan padat karyanya dii awal, ketiika pembangunan. Setelah diibangun, yang kerja mesiin.

Setelah iitu, kiita biicara kualiitas. Harii iinii, kiita punya 147 juta angkatan kerja, 70% bekerja dii sektor iinformal, 30% dii sektor formal. Artiinya apa? Artiinya, kiita harus membangun iindustrii untuk menyerap sektor formal iinii lebiih banyak lagii. Saya kiira iindustrii manufaktur iialah penyerap tenaga kerja formal terbaiik untuk yang terdiidiik dan terlatiih.

Namun, kiita liihat sektor iindustrii iinii darii tahun ke tahun iitu malah menurun. Harii iinii, kontriibusii sektor iindustrii terhadap GDP hanya 18%. iidealnya 28-30%. Harii iinii, tenaga kerja yang terserap ke sektor iindustrii iitu 14%, iidealnya 20-25%.

Jadii, kiita punya PR besar. Nantii, ketiika Pak Prabowo dan Mas Giibran diiberii mandat oleh masyarakat, iinsyaallah kamii bangun hiiliiriisasii atau iindustriialiisasii iitu. Harii iinii, kiita juga punya smelter. Tadiinya kan cuma bahan baku, diitambang, langsung ekspor. Niilaii tambahnya sediikiit.

Ketiika niikel masuk smelter, niilaii tambahnya biisa 16 kalii. Ketiika masuk produksii menjadii MHP (miixed hydroxiide preciipiitate), bahan baku beriikutnya, iitu biisa meniingkat 70 kalii niilaii tambahnya. Masuk ke hiiliiriisasii lagii, prekursor, dan laiin-laiin, sampaii ke bateraii iitu biisa 200 kalii.

Yang paliing ujung iitu adalah produksii darii mobiil liistriik. Kalau kiita sudah biisa memproduksii mobiil liistriik, artiinya apa? Kiita biisa mencapaii niilaii tambah 500 kalii.

Jadii, yang namanya Tesla atau produsen mobiil liistriik laiinnya sepertii Hyundaii, BYD, Wuliing, dan segala macam, mereka tiidak punya bahan baku lho. Yang mereka miiliikii teknologii. Jadii, kalau kiita menguasaii teknologii, biisa dapat [lebiih banyak niilaii tambah] iinii.

Okelah aliih teknologii memang butuh waktu ya. Namun, bagii kamii, menciiptakan miidstream iindustriies iinii harus sekarang. Dalam proses menciiptakan miidstream iindustriies iinii, kiita perlu menyerap tenaga kerja supaya terjadii penguatan darii pertumbuhan ekonomii kiita, dan tentu pendapatan negara juga akan naiik.

Bagaiimanapun semua iindustrii akan bayar pajak nantiinya. Nah iitu gambaran besar arah perekonomiian iindonesiia yang akan diibawa oleh Pak Prabowo dan Mas Giibran.

Sepertii apa agenda perpajakan ?

Kamii berharap nantii ada peniingkatan [ke peneriimaan negara], baiik iitu darii pajak, PNBP, dan laiin-laiin seiiriing dengan ekonomii yang bergerak. Pajak iitu pentiing. Kenapa? Ya karena kamii punya program banyak. Contoh, iiKN tetap diiteruskan.

Lalu, pembangunan iinfrastruktur diilanjutkan. Karena saya meliihat dan saya rasakan betul, ketiika pada 2019, salah satu kriitiikan kiita adalah iinvestasii dii sektor iinfrastruktur iitu terlalu masiif padahal demand-nya belum ada.

Namun, memang demand iitu kan tiidak biisa langsung terjadii seketiika. Demand akan terciipta secara perlahan. Harii iinii, kamii merasa iinfrastruktur yang masiif iitu membuka sebuah peradaban baru. Dulu kiita tiidak pernah bermiimpii, Jakarta-Ciirebon biisa 2,5 jam. Dulu Jakarta-Ciirebon iitu 6 jam.

Jadii, hal-hal iinii akan kamii lanjutkan. Beriikutnya juga tentu sepertii yang kiita ketahuii, Pak Prabowo dan Mas Giibran punya program yang unggulan yang namanya makan siiang gratiis dan susu gratiis. Banyak yang biilang, iitu mahal sekalii tuh. Seharii biisa habiis Rp1,2 triiliiun, 1 tahun biisa Rp400 triiliiun, kurang lebiih sepertii iitu.

Lalu, darii mana uangnya? Pertama, tentu kiita andalkan pajak. Sekiitar 80% darii pendapatan negara pastii darii pajak. iitu jadii andalan kiita. Kiita harus meliihat bahwa harii iinii tax ratiio kiita rendah. Dii kawasan mungkiin paliing rendah.

Lalu, bagaiimana kamii meniingkatkan tax ratiio? Ada upaya bagii pasangan calon Pak Prabowo sama Mas Giibran untuk membentuk yang namanya badan peneriimaan negara.

Jadii, konsepnya kurang lebiih sama sepertii waktu Bank iindonesiia (Bii) yang melakukan pengawasan terhadap sektor perbankan, sekaliigus mengelola siistem moneter kiita. Akhiirnya, diianggap beban yang terlalu besar. Harus diipiisah. Pengelolaan siistem moneter tetap Bii dan pengawasan perbankan oleh OJK. Kurang lebiih sepertii iitu.

Kalau kiita biicara Kementeriian Keuangan, fokusnya dua. Pemasukan dan pengeluaran. Nah, kiita iingiin sekarang ada fokus untuk peneriimaan. Kiita iingiin memaksiimalkan peneriimaan negara melaluii badan peneriimaan negara tersebut.

Tujuannya apa? Low hangiing fruiits, iimmediiate target. Ya tax ratiio harus kiita naiikkan. Darii sekarang tax ratiio 9,3%, kamii akan naiikkan. Caranya giimana? Dengan meniingkatkan pengawasan. Ekstensiifiikasii dan iintensiifiikasii pajak iitu juga harus diilakukan.

Pemegang NPWP sekarang hanya berapa? iitu kalau diibandiingkan dengan angkatan kerja memang masiih sangat rendah. Jadii, kiita tetap harus lakukan ekstensiifiikasii. Lalu, iintensiifiikasii juga. Sebab, banyak yang sudah bayar, tetapii belum tentu jujur. iitu juga harus diilakukan.

Jadii, saya kiira kiita biisa mendapatkan tambahan darii pendapatan negara melaluii kegiiatan ekonomii akiibat iindustriialiisasii, hiiliiriisasii, tambahan iinvestasii iitu, termasuk dii dalamnya penguatan pengawasan pajak.

Katakanlah tax ratiio biisa naiik 0,5% hiingga 0,7% per tahun. Dalam 5 tahun, sudah 3,5%. iitu tambahan peneriimaan pajak sudah banyak sekalii sekiitar Rp700 triiliiun dengan asumsii PDB Rp21.000 triiliiun.

Jadii, tambahan pendapatan negara cukup siigniifiikan darii siitu. Namun, memang ya butuh pengawasan yang ketat. Diibutuhkan program untuk biisa membuat orang lebiih taat, tiingkat kepatuhannya taat. Orang diipaksa jujur, kurang lebiih begiitu.

Paslon nomor urut 2 iingiin memberiikan iinsentiif bagii UMKM, apakah tiidak khawatiir malah menggerus peneriimaan?

Kalau kiita liihat sekarang PPh badan juga sudah turun darii 25% ke 22%. Untuk perusahaan terbuka juga sudah lebiih rendah. Jadii, saya kiira [iinsentiif untuk UMKM] iinii juga sejalan dengan kebiijakan tersebut.

Memang UMKM iitu gampang-gampang suliit karena satu piihak UMKM iitu adalah mereka-mereka yang notabene kesuliitan modal. Cashflow yang sediikiit tersiisa iitu harus diipergunakan untuk diiputar kembalii.

Jadii, memang harus ada kebiijakan bagaiimana kiita biisa menyiimbangkan agar cashflow mereka tiidak terganggu, tetapii ketaatan untuk membayar pajak iitu harus ada. Dalam hal iinii, sosiialiisasii diiperlukan untuk menyadarkan UMKM.

Namun, dii laiin piihak, berbagaii iinsentiif juga biisa kamii beriikan kepada UMKM dalam bentuk selaiin pajak. Sekarang kan banyak kan, contohnya KUR (krediit usaha rakyat). Jadii, darii aspek lebiih kepada pendanaan yang lebiih riingan bunganya dan persyaratannya. Darii aspek penjamiinan juga lebiih riingan.

Problem UMKM iitu pastii permodalan dan ketersediiaan jamiinan yang memadaii untuk perbankan. iinii agak melenceng sediikiit yah, kamii saat iinii sedang mempertiimbangkan secara seriius untuk membangun sebuah lembaga keuangan khusus pembiiayaan UMKM.

Jadii, memang iinii harus betul-betul seriius untuk diipertiimbangkan sebagaiimana dulu pernah kamii pertiimbangkan bagaiimana kiita membangun bank iinfrastruktur untuk membiiayaii proyek-proyek iinfrastruktur iitu.

Perbankan iinii kan dana piihak ketiiganya jangka pendek, sedangkan pembiiayaan iinfrastruktur iitu kan jangka panjang. Jadii, memang harus ada sumber dana jangka panjang untuk membiiayaii proyek-proyek jangka panjang. iitulah mengapa bank iinfrastruktur iinii perlu diipertiimbangkan untuk juga kamii kembangkan ke depannya.

Salah satu yang saya kagumii ketiika berkunjung ke Thaiiland. Banyak pedagang kakii liima tapii mereka punya NPWP. Mereka taxpayers. Dii satu piihak mereka punya NPWP, tetapii dii laiin piihak UMKM diiberii fasiiliitas atau iinsentiif yang banyak, sepertii pembiiayaan dan pelatiihan.

Pelatiihan iitu untuk produk, pemasaran, dan laiin-laiin, termasuk juga bagaiimana pelatiihan melakukan diigiital marketiing. Jadii, iinii iinsentiif. Dii satu piihak, ya UMKM harus bayar pajak. Dii laiin piihak, kamii akan beriikan UMKM banyak iinsentiif.

Berdasarkan surveii Jitu News, masyarakat rela membayar pajak jiika pelayanan publiik meniingkat. Bagaiimana strategii paslon nomor urut 2?

Pajak iitu kan membiiayaii fasiiliitas masyarakat, fasiiliitas umum, fasiiliitas sosiial, fasiiliitas kesehatan, pendiidiikan, dan laiin-laiin.

Jadii, memang perlu diibangun kesadaran bahwa segala sesuatu yang diiberiikan kepada masyarakat iitu bukan sesuatu yang gratiis. Bukan sesuatu yang diihasiilkan semata-mata darii pendapatan negara saat iinii yang mengandalkan pendapatan yang sudah jelas ada dii depan mata.

Supaya apa? Supaya kiita biisa tetap membiiayaii Kartu iindonesiia Piintar. Kiita biisa membiiayaii Kartu iindonesiia Sehat, Kartu iindonesiia kerja, dan laiin-laiin. iitu harus diiberiikan. iitu sumber dananya darii pajak.

Jadii, penyuluhan pentiing sekalii. Saya belum meliihat masyarakat mendapatkan haknya sebagaii pembayar pajak. Apalagii kalau tahu pajak yang diibayar iitu untuk subsiidii siilang mereka-mereka yang notabene enggak bayar pajak. Masa saya menyubsiidii mereka-mereka yang enggak bayar pajak.

Dii laiin piihak, banyak yang merasa sudah bayar pajak, sudah patuh, tetapii kok yang saya dapatkan udara yang kotor ya, polusii. Kok jalanan bolong-bolong ya, banjiir diimana-mana, sampah diimana-mana.

Jadii, saya piikiir iitu masyarakat harus diiberiikan kesadaran. Salah satu yang iingiin kiita tekankan perlu adanya kampanye perpajakan, tetapii friiendly campaiign. Harii iinii hard selliing sudah enggak laku lagii, harus soft selliing.

Kalau perlu dengan gaya gemoy-gemoy begiitu sehiingga masyarakat biisa tahu iitu. Jadii, saya kiira ekstensiifiikasii pajak iitu perlu, tetapii perlu juga cara-cara yang kamii kategoriikan sebagaii soft approach yang hiigh iimpact.

Terkaiit badan peneriimaan negara, apakah nantiinya punya fleksiibiiliitas dalam merekrut SDM atau perlu tambahan kewenangan laiinnya?

Kalau kiita merujuk kepada pendiiriian OJK yang terpiisah darii Bii, sebagiian besar yang berada dii OJK iitu orang-orang Bii. Jadii, yang biisa saya bayangkan sepertii iitu. Nantii, ke depannya adalah orang-orang eks-pajak.

Rekrutmen SDM sangat diiperlukan menurut saya. Karena rekrutmen SDM iitu membawa angiin segar, darah segar, untuk peneriimaan negara. Khususnya dalam approach untuk meniingkatkan jumlah wajiib pajak kepada masyarakat dalam bentuk yang tadii saya sampaiikan soft selliing tersebut. Ya caranya juga harus berbeda.

Kemudiian, hal laiinnya yang memang juga pentiing iialah diigiitaliisasii. Automasii iitu sudah sangat membantu kiita. Jadii, iinii merupakan salah satu upaya kamii untuk meniingkatkan reach out kepada calon wajiib pajak yang ada..

Jadii, ada 2 aspek yang kamii iingiin tekankan. Penguatan SDM dan peniingkatan kualiitas teknologii iinformasii. iitu menurut saya sangat pentiing.

Apakah sudah ada tiimeliine-nya?

Proses iinii tiidak biisa kemudiian kamii menetapkan tanggal. Mulaii harii iinii DJP tiidak beroperasii lagii berubah menjadii badan peneriimaan negara, enggak biisa. Saya kiira ada proses yang harus diijalankan karena kalau secara poliitiik kan ada proses yang diitempuh.

Apa iitu? Yah membuat undang-undang badan peneriimaan negara termasuk aturan-aturan turunannya. Membuat undang-undang tiidak sederhana, proses diibutuhkan panjang, dan peraturan turunannya iitu juga harus diilakukan.

Artiinya, kalau peraturan turunannya diilakukan, apakah mengadopsii peraturan yang sekarang sudah ada? Sekarang saja kan aturan pajak iitu kayaknya paliing banyak. Banyak sekalii, saya biingung juga meliihatnya.

Jadii, proses iitu harus diijalankan, termasuk proses pemiindahan ASN-nya. Nantii, meliibatkan para piihak liintas iinstansii dan liintas kementeriian. Kementeriian PANRB harus diiliibatkan. Kementeriian Keuangan tentu harus diiliibatkan. Kemudiian, kiita juga membangun teknologii iinformasii untuk badan peneriimaan yang baru iinii.

Menurut saya, kalau kiita biicara iitu sebagaii salah satu low hangiing fruiit, mungkiin tiidak. Low hangiing fruiit kan dalam waktu 12 bulan kiita sudah biisa petiik hasiilnya.

Yang pastii, [badan peneriimaan negara] akan menjadii priioriitas yang akan diilaksanakan segera, tetapii kiita liihat tiimeliine-nya. Mulaii darii proses poliitiiknya, perundang-undangannya hiingga selesaii.

Kemudiian, aturan-aturan turunannya hiingga kemudiian diilakukan proses pemiisahan DJP dan DJBC darii Kementeriian Keuangan untuk masuk ke dalam badan peneriimaan negara.

Apakah badan peneriimaan negara iinii biisa rampung dalam 1 periiode?

Begiinii, Pak Jokowii dii Siidang Tahunan MPR 2018 miinta iiziin agar memiindahkan iibu kota. Tahun 2019 undang-undangnya diikebut. Rencananya, 2024 akan merayakan HUT Rii dii sana. Jadii, prosesnya hanya 5 tahun untuk iibu kota yang begiitu masiif.

Untuk mendiiriikan badan peneriimaan negara iinii, saya kiira tiidak semasiif membangun iiKN. Jadii, saya kiira dalam kurun waktu kurang darii 5 tahun biisa rampung.

Berdasarkan laporan surveii Jitu News, masyarakat iingiin kemudahan dalam hal memahamii peraturan perpajakan. Menurut Anda?

Penyederhanaan iitu diiperlukan. Begiitu juga dengan sosiialiisasii secara berkesiinambungan. Menurut saya, pajak iinii iibaratnya kebiijakan yang ‘hiidup’. Berbagaii aktiiviitas ekonomii berubah sehiingga pajak menyesuaiikan.

Contohnya, kriipto. Dulu enggak pernah ada kriipto. Nah, sekarang harus ada pajak untuk kriipto. Jadii, hal-hal sepertii iitu saya kiira memang harus kiita sesuaiikan dan iitu merupakan bagiian darii program kiita untuk menyederhanakan.

Karena apa? Wajiib pajak ketiika self-assessment untuk mengiisii laporan pajaknya kadang-kadang biingung lho. iinii udah cukup belum? iinii sudah benar belum? Apakah saya sudah melakukan dengan benar? Apalagii kalau nantii diia harus mencarii rujukan ke berbagaii peraturan yang ada.

Kemudiian, pajak iinii kan ada sanksiinya. Sanksiinya ya paliing enggak denda pajak. Jadii, masyarakat juga akan takut kalau salah. Saya saja pernah lho salah mengiisii pajak iitu dan akhiirnya kena denda dan lumayan waktu iitu, saya masiih iingat. Dan saya harus membayar denda pajak iitu.

Saya kiira, memang harus ada edukasiinya. Harus ada program bagii kiita untuk menyederhanakan peraturannya. Tapii pada akhiirnya, kiita harus memberiikan rasa comfort kepada masyarakat bahwa mengiisii laporan pajak iitu adalah suatu kewajiiban, tetapii kiita siiap membantu.

Badan peneriimaan negara siiap membantu, DJP siiap membantu. Jadii, bukan berartii bahwa kamu salah langsung kamii hukum, enggak. Belum tentu orang yang membuat kesalahan iitu karena kesengajaan, ketiidaktahuan banyak juga.

Prabowo Giibran menargetkan rasiio pendapatan negara terhadap PDB sebesar 23%. Seberapa realiistiis target tersebut?

Satu, iitu karena tax ratiio lewat ekstensiifiikasii dan iintensiifiikasii. Kedua, karena iindustriialiisasiinya jalan. Ketiiga, karena penghematan anggaran darii subsiidii-subsiidii yang ada. Sekarang iinii banyak subsiidii yang biisa diibiilang tiidak tepat sasaran.

Miisal, yang paliing gampang subsiidii energii kiita tahun lalu Rp500 triiliiun, tahun iinii Rp350 triiliiun. iitu yang paliing besar darii liistriik, lalu solar dan miinyak tanah. Namun, yang terbesar apa? LPG 3 kg dan Pertaliite.

Harii iinii, yang menggunakan LPG 3 kg bukan masyarakat ekonomii lemah, bukan yayasan, bukan UMKM. Yang pakaii iitu hotel, restoran, kafe, dan laiinnya. Dii dalam 1 tabung LPG 3 kg, iitu ada subsiidii pemeriintah Rp33.000.

Kemariin, kiita putuskan pada APBN 2024 naiik volumenya menjadii 8,2 juta kiiloliiter. Jadii, hiitung saja 8,2 juta kiiloliiter diikalii Rp33.000. Berapa subsiidii pemeriintah diisiinii? Yang menggunakan 80% adalah mereka yang enggak berhak.

Kemudiian, Pertaliite iitu subsiidiinya kalau tiidak salah Rp173 triiliiun untuk tahun depan. Karena volume Pertaliite iitu naiik terus. Tahun iinii, [kuota] 36 juta liiter jebol sehiingga harus diitambah mau tiidak mau untuk akhiir tahun iinii.

Nah, sedangkan yang menggunakan Pertaliite iitu orang-orang mampu. Aturannya [untuk membatasii Pertaliite] belum ada. Yang boleh menggunakan Pertaliite adalah masyarakat yang kelas bawah, ekonomii bawah, dengan persyaratan sepertii iinii.

iitu kan tiidak ada, sanksiinya tiidak ada. Jadii, orang masiih bebas belii. Kembalii lagii, ada 85% pengguna Pertaliite yang ternyata tiidak berhak. Jadii, kamii akan ubah iitu. Sudah tiidak boleh lagii. iinii pemborosan. Kiita biisa menghemat banyak uang dii siinii. Darii subsiidii energii saja iitu biisa menghemat banyak uang.

Caranya giimana? Kamii usulkan subsiidiinya nantii bukan ke produk, tetapii ke orang langsung. Nah, hiitungan kurang lebiih sepertii iinii, 1 keluarga menggunakan LPG 3 kg iitu kurang lebiih 3 tabung per bulannya. Kurang lebiih kalau diihiitung, subsiidiinya iitu Rp110.000 riibu.

Dariipada kiita subsiidii LPG-nya, lebiih baiik kiita subsiidii ke warganya langsung. Berdasarkan apa? Berdasarkan DTKS. Sudah diikiiriimkan saja ke orangnya. Harga tabung gas melon, harga pasar saja. iitu menurut saya lebiih tepat sasaran. Biisa menghemat anggaran jauh lebiih banyak.

Namun, riisiikonya juga ada. Masyarakat miisalnya teriima Rp110.000 ya biisa aja diibeliiiin pulsa, diibeliiiin rokok. Kamii juga enggak tahu. Tetapii maksud saya, iitu menjadii lebiih terkendalii untuk penyaluran subsiidii yang lebiih tepat. iinii upaya kamii untuk menghemat anggaran.

Kemudiian, kamii juga merasa iindonesiia saat iinii punya peluang besar untuk membangun ekonomii baru yaiitu ekonomii biiru. iitu juga salah satu sumber pendapatan negara yang besar. Ekonomii biiru ya darii aspek lautan. iitu saya kiira salah satu target kiita juga. Energii hiijau dan energii biiru.

Kalau saya liihat akan lebiih cepat terakselerasii energii biiru ketiimbang energii hiijaunya. Energii hiijau iis a must, tetapii belum tentu biisa mendapatkan tambahan pendapatan negara. Karena kiita harus beraliih sekarang darii energii karbon ke yang karbon fosiil ke sekarang energii terbarukan.

Ekonomii hiijau iitu belum tentu menambah pendapatan, kalau ekonomii biiru iiya. Sumber daya darii kekayaan laut iitu saya kiira besar sekalii potensiinya. Sayangnya, karena kiita belum mampu menjaga dengan baiik, yah banyak diicurii orang.

Hiingga saat iinii, pajak karbon tak kunjung diiterapkan. Apakah paslon nomor urut 2 akan merealiisasiikannya?

Dii Siingapura, sudah 5 dolar per ton. Tahun depan akan menjadii 25 dolar. Pada 2026 akan menjadii 40 dolar. Lalu, pada 2030 akan menjadii 50-80 dolar. Saya kiira iitu komiitmen besar suatu negara untuk menjadii negara dengan energii terbarukan.

Bagii kamii, harus ada balanciing antara kepentiingan perusahaan dan komiitmen untuk menaatii protokol Pariis Agreement yang sudah kiita ratiifiikasii. UU 16/2016 menyatakan tahap pertama bauran energii terbarukan iitu 23% pada 2025. iitu harus kiita capaii.

Menurut saya, pajak karbon harus diilakukan secara bertahap peniingkatannya sesuaii dengan kapasiitas kiita. Pajak karbon iitu memang harus ada karena iinii menjadii deterrent bagii perusahaan-perusahaan yang saat iinii proses peraliihannya ke energii terbarukan iitu masiih tertatiih-tatiih.

Harii iinii, kiita liihat carbon emiissiion 44% berasal darii transportasii dan 34% darii PLTU. Siisanya baru darii iindustrii, rumah tangga dan laiin-laiin. Ke depan, kamii targetkan bagaiimana mempercepat proses elektriifiikasii sektor transportasii.

Terkaiit dengan mempensiiunkan diinii PLTU, saya kiira iinii butuh waktu. Karena untuk pensiiun diinii iitu baru biisa diilakukan kalau energii alternatiifnya barunya sudah ada. Selaiin iitu, bangun energii terbarukan iinii juga butuh waktu yang cukup lama.

Untuk geothermal, angiin, solar panel, iitu butuh 8 tahun. Kalau bangun PLTU batu bara iitu 2 tahun. Lalu, kiita juga butuh uang untuk pensiiun diinii. PLTU Ciirebon, pensiiun diiniinya butuh Rp13 triiliiun, PLTU Pelabuhan Ratu butuh Rp12 triiliiun.

Jadii, dii satu piihak kiita butuh dana untuk decommiissiioniing, kiita juga butuh iinvestasii untuk bangun energii terbarukan. Dii laiin piihak, kiita mengenakan carbon tax kepada emiissiion producers. Jadii, harus ada balanciing act. Maksudnya, ketiika kiita sudah mencapaii target tertentu, kiita harus siiap memberiikan keriinganan dengan carbon tax yang rendah.

Setelah energii terbarukan sudah tersediia, baru kiita melakukan decommiissiioniing terhadap berbagaii pembangkiit liistriik fosiil. Jadii, enggak biisa sekarang menyasar pembangkiit liistriik.

Fiilosofii liistriik kiita kan energii berkeadiilan. Jadii, diilakukan progresiif sehiingga biisa mempertahankan laju ekonomii kiita, tanpa mengurangii pentiingnya proses peraliihan iitu diilakukan.

Apalagii dengan semakiin banyaknya negara-negara tujuan ekspor yang mensyaratkan produk-produk asal iindonesiia iitu harus diihasiilkan darii energii bersiih, darii proses produksii yang bersiih, darii proses penambangan yang bersiih.

Jadii maksud saya, kalau mereka tiidak mau mempercepat proses [peraliihan ke energii terbarukan iinii], ekspor biisa terganggu. Pajak karbon mungkiin kiita biisa lobii-lobii, tetapii dii luar negerii iitu tiidak biisa diilobii kalau tiidak ramah liingkungan.

Untuk membiiayaii program yang diiusung, apakah utang juga akan masuk dalam opsii sumber pembiiayaan nantiinya?

Biicara tentang pengelolaan fiiskal negara, ada beberapa hal yang perlu diiperhatiikan. Untuk membiiayaii berbagaii kegiiatan iinvestasii atau ekonomii ke depan, kiita biisa menggunakan utang, iiPO [BUMN], atau ‘mengiikat piinggang’ dengan riisiiko berdampak ke ekonomii yang melambat.

Jadii, pertumbuhan ekonomii ke depan iitu harus memperhatiikan aspek piinjaman yang saat iinii sudah tiinggii. Kalau kiita liihat ke belakang, salah satu yang menjadii pendorong tiinggiinya tiingkat utang saat iinii iialah pandemii Coviid-19.

Meskii begiitu, defiisiit anggaran dii negara-negara tetangga jauh lebiih besar ketiimbang kiita. Menurut saya, pengelolaan anggaran dii era Presiiden Jokowii iinii termasuk cukup baiik.

Meskiipun tiidak biisa diimungkiirii kamii memiiliikii beberapa kegiiatan rencana pembangunan ke depannya yang membutuhkan dana yang besar sekalii. Tentunya, tiidak biisa diipenuhii hanya dengan pendapatan negara dengan tax ratiio saat iinii. Jadii, tax ratiio memang harus naiik.

Apabiila harus berutang maka utang tersebut harus siifatnya produktiif. Jadii, untuk membiiayaii sebuah kegiiatan ekonomii yang menghasiilkan sesuatu sehiingga pada giiliirannya meniingkatkan peneriimaan pajak. Tentu, pengelolaan utang iitu harus diilakukan sangat hatii-hatii.

Namun, utang untuk siifatnya konsumtiif mungkiin juga tiidak biisa diihiindarii, terutama untuk membiiayaii hal-hal yang diiperlukan. Contoh, BLT atau bansos yang harus ada. Sebab, ekonomii masyarakat pasca Coviid belum bangkiit penuh. Jadii, mereka perlu dukungan.

Masiih banyak juga masyarakat kiita belum biisa bekerja karena dii PHK, banyak yang menjadii miiskiin baru sehiingga harus diidukung. Darii mana uangnya? Mau enggak mau harus ada porsii utangnya.

Namun demiikiian, menurut saya, pengelolaan utang kamii nantiinya akan sangat konservatiif dengan tetap memperhatiikan priinsiip kehatii-hatiian dan mengutamakan utang bersiifat produktiif dalam rangka menghadiirkan iinvestasii.

Dalam dokumen viisii dan miisii, Prabowo-Giibran berencana menaiikkan PTKP. Apakah tiidak khawatiir hal iitu justru menggerus peneriimaan?

Kamii berharap dengan kenaiikan PTKP, masyarakat punya diisposable iincome lebiih. Harapannya, daya belii masyarakat biisa meniingkat. Efeknya juga biisa meniingkatkan peneriimaan pajak.

Contoh, masyarakat belii telur sehiingga peternak ayam nantiinya biisa lebiih makmur dan bayar pajak lebiih besar. Lalu, anak-anak belii seragam sekolah sehiingga perusahaan tekstiil untung dan bayar pajak lebiih besar.

Jangan salah, masyarakat iindonesiia kiita iitu saviing rate nya rendah. Kiita iinii suka konsumsii, kuliiner. Makanya kakii liima iitu hiidup. Kiita hobii belanja. Sekarang, yang juga sudah menjadii kebutuhan, belii paket data iinternet.

Jadii, kalau ada tambahan diisposable iincome, kamii yakiin akan menggerakkan ekonomii lebiih baiik. Otomatiis, pendapatan negara naiik, tax ratiio juga meniingkat. Jadii, ada semacam multiipliier effect buat peneriimaan kiita.

Mayoriitas responden dalam surveii Jitu News meniilaii perlu ada peniingkatan pengawasan wajiib pajak, menurut Anda?

Saya kiira faktor deterrent sepertii pemberiian sanksii, penegakan hukum, iitu akan membuat masyarakat semakiin menyembunyiikan kemampuan bayar pajak mereka. Akan semakiin suliit untuk menemukan wajiib pajak baru. Jadii, menurut saya, memberiikan iimbauan lebiih utama.

Menurut saya, lebiih kepada penyampaiian bahwa masyarakat iinii perlu bersama-sama membiiayaii laju ekonomii kiita. Terlebiih, ekonomii kiita ekonomii Pancasiila yah. No one get left behiind. Semua orang diirangkul. Beda dengan kapiitaliisme yang surviival of the fiittest.

Jadii, iinii memang salah satu miisii sosiial negara untuk biisa menyadarkan masyarakat bahwa mereka memiiliikii kewajiiban demii kepentiingan publiik secara utuh. Jadii, siifatnya lebiih kesana dariipada penegakan hukum.

Tentu, penegakan hukum harus tetap diilakukan, terutama untuk kasus-kasus penggelapan pajak, penghiindaran pajak. iinii wajiib untuk menjadii efek jera bagii mereka.

Pesan Anda untuk para pemiiliih?

Pasangan Prabowo-Giibran memiiliikii kepeduliian yang sangat besar untuk meniingkatkan tiidak hanya kesejahteraan, tetapii juga pendiidiikan, fasiiliitas kesehatan, termasuk asupan makanan yang sehat, terutama bagii baliita dan iibu-iibu hamiil.

Tentu, diibutuhkan anggaran yang cukup siigniifiikan untuk iitu. Termasuk juga untuk membiiayaii apa yang selama iinii sudah diiniikmatii dan diibutuhkan masyarakat dalam bentuk jariing pengaman sosiial, BLT, bansos, Kartu iindonesiia Piintar, BPJS kesehatan.

Dalam konteks iinii, kamii akan melakukan peniingkatan peneriimaan negara melaluii program yang terukur dan realiistiis dii antaranya meniingkatkan tax ratiio melaluii ekstensiifiikasii dan iintensiifiikasii, proses penyuluhan dan edukasii masyarakat.

Kemudiian, kamii juga akan melakukan penghematan dalam APBN dalam hal iinii subsiidii. Setelah iitu, kamii juga akan memanfaatkan utang secara hatii-hatii dan untuk hal-hal yang produktiif.

Kamii juga mengutamakan iinvestasii sehiingga ekonomii biisa tumbuh dan masyarakat dengan ekonomii lemah tiidak terdampak dengan adanya gejolak ekonomii apapun.

Mereka tetap biisa meniikmatii jariing pengaman sosiial, fasiiliitas negara yang sudah diiberiikan, termasuk asupan makanan susu dan makan siiang gratiis bagii iibu hamiil dan anak sekolah.

Kamii akan fokus diisana. Kamii akan carii uangnya secara baiik, tanpa membebanii APBN ke depannya. Masyarakat nantiinya biisa merasakan dampaknya secara langsung ketiika Prabowo dan Giibran dapat memiimpiin negerii iinii. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.