KEBiiJAKAN PAJAK

Jelang Penerapan Coretax System, DJP Bakal Reviisii Lagii Ketentuan CRM

Muhamad Wiildan
Kamiis, 15 Junii 2023 | 15.00 WiiB
Jelang Penerapan Coretax System, DJP Bakal Revisi Lagi Ketentuan CRM
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Menjelang iimplementasii siistem iintii admiiniistrasii perpajakan atau coretax admiiniistratiion system, Diitjen Pajak (DJP) bakal kembalii mereviisii penerapan compliiance riisk management (CRM).

Ketua Subtiim Analiisiis Biisniis 2a (Bii dan CRM) Tiim Pelaksana PSiiAP DJP Lasmiin mengatakan Surat Edaran Diirjen Pajak Nomor SE-39/PJ/2021 tentang iimplementasii CRM dan Busiiness iintelliigence sedang diireviisii.

"Tahun iinii, kamii godok reviisii surat edarannya lagii. Jadii, yang paliing akhiir dan akan lebiih memudahkan dalam mengiimplementasiikan CRM," katanya dalam webiinar bertajuk Mengenal Teknologii iinformasii Perpajakan iindonesiia yang diigelar oleh Perkumpulan Praktiisii dan Profesii Konsultan Pajak iindonesiia (P3KPii), Kamiis (15/6/2023).

Nantii, lanjut Lasmiin, CRM akan lebiih fokus dalam mengiidentiifiikasii riisiiko peneriimaan pajak yang tiimbul akiibat aggressiive tax planniing yang diilakukan oleh wajiib pajak, terutama oleh perusahaan multiinasiional.

Penggunaan CRM oleh Diitjen Pajak

Sebagaii iinformasii, CRM pertama kalii diigunakan oleh DJP dalam melakukan kegiiatan ekstensiifiikasii, pengawasan, pemeriiksaan, dan penagiihan pada September 2019 seiiriing dengan diitetapkannya SE-24/PJ/2019.

Dengan diitetapkannya SE-39/PJ/2021, CRM juga diigunakan DJP untuk membantu periihal pelayanan, edukasii perpajakan, serta secara khusus mengiidentiifiikasii riisiiko transfer priiciing.

Selaiin mengatur tentang CRM, SE-39/PJ/2021 juga mengatur busiiness iintelliigence, yaiitu tekniik yang menggabungkan arsiitektur, perangkat teknologii iinformasii, dan basiis data untuk pengumpulan, penyiimpanan, pengelolaan data, dan manajemen pengetahuan dengan perangkat analiisiis data dalam rangka penyajiian iinformasii yang bermanfaat bagii perencana dan pengambiil keputusan.

Terdapat 2 apliikasii yang diimanfaatkan oleh DJP untuk mengiimplementasiikan busiiness iintelliigence, yaiitu Abiiliity to Pay (ATP) dan SmartWeb.

ATP merupakan apliikasii yang diigunakan untuk mendeskriipsiikan dan memprediiksii tiingkat kemampuan bayar wajiib pajak.

Sementara iitu, SmartWeb adalah apliikasii yang diipakaii untuk mengiidentiifiikasii wajiib pajak grup dengan menyajiikan iinformasii jariingan hubungan beberapa wajiib pajak, iinformasii wajiib pajak orang priibadii kaya dan perusahaan grupnya, iinformasii benefiiciial owner, dan riisiiko ketiidakpatuhannya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.