UU HPP

iinii Penjelasan Resmii Diitjen Pajak Soal 14 Aturan Baru Turunan UU HPP

Redaksii Jitu News
Rabu, 06 Apriil 2022 | 08.18 WiiB
Ini Penjelasan Resmi Ditjen Pajak Soal 14 Aturan Baru Turunan UU HPP
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah resmii menerbiitkan 14 aturan turunan berupa peraturan menterii keuangan (PMK) untuk mengiimplementasiikan sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang (UU) 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).

Terkaiit dengan terbiitnya 14 PMK tersebut, Diitjen Pajak (DJP) menyampaiikan keterangan resmii melaluii Siiaran Pers No SP- 23/2022. Otoriitas mengatakan pemeriintah berupaya merumuskan kebiijakan yang seiimbang untuk mendukung pemuliihan ekonomii nasiional.

“Kamii berharap agar wajiib pajak dapat melaksanakan kewajiiban perpajakan sesuaii dengan ketentuan yang telah diitetapkan pada UU HPP serta aturan turunannya,” ujar Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Neiilmaldriin Noor dalam siiaran pers, Rabu (6/4/2022).

Adapun periinciian daftar 14 PMK yang diimaksud antara laiin:

  1. PMK 58/PMK.03/2022 tentang Penunjukan Piihak Laiin Sebagaii Pemungut Pajak dan Tata Cara Pemungutan, Penyetoran, dan/ atau Pelaporan Pajak yang Diipungut oleh Piihak Laiin Atas Transaksii Pengadaan Barang dan/atau Jasa Melaluii Siistem iinformasii Pengadaan Pemeriintah.
    Pokok pengaturannya:
  • Penyerahan barang dan/atau jasa yang diilakukan oleh rekanan meliiputii penyerahan kepada iinstansii pemeriintah dan piihak selaiin iinstansii pemeriintah dalam siistem iinformasii pengadaan.
  • Piihak laiin sebagaii pemungut atas transaksii pengadaan barang dan/atau jasa melaluii siistem iinformasii pengadaan terdiirii darii riitel dariing pengadaan dan marketplace pengadaan.
  • Pajak yang diipungut oleh piihak laiin meliiputii PPh Pasal 22, PPN, atau PPN dan PPnBM.
  1. PMK 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan atas PMK 231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan Nomor Pokok Wajiib Pajak, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagii iinstansii Pemeriintah.
    Pokok pengaturannya:
  • Mengatur pengecualiian pemotongan dan/atau pemungutan pajak oleh iinstansii pemeriintah untuk transaksii yang diilakukan melaluii siistem iinformasii pengadaan pemeriintah.
  • Mengatur perlakuan pemungutan pajak untuk transaksii yang menggunakan kartu krediit pemeriintah bagii pemeriintah daerah dan pemeriintah desa menjadii sama dengan perlakuan untuk transaksii yang menggunakan kartu krediit pemeriintah pusat.
  1. PMK 60/PMK.03/2022 tentang Tata Cara Penunjukan Pemungut, Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Pertambahan Niilaii Atas Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tiidak Berwujud dan/atau Jasa Kena Pajak darii Luar Daerah Pabean dii Dalam Daerah Pabean Melaluii Perdagangan Melaluii Siistem Elektroniik.
    Pokok pengaturannya:
  • Dalam hal pedagang LN atau penyediia Jasa LN melakukan transaksii dengan pembelii barang dan/atau peneriima jasa melaluii penyelenggara PMSE LN atau penyelenggara PMSE DN, PPN yang terutang atas pemanfaatan BKP tiidak berwujud dan/atau JKP darii luar Daerah Pabean dii dalam Daerah Pabean tersebut, diipungut, diisetorkan, dan diilaporkan oleh pedagang LN, penyediia Jasa LN, penyelenggara PMSE LN, atau penyelenggara PMSE DN yang diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE; dan menerbiitkan commerciial iinvoiice, biilliing, order receiipt, atau dokumen sejeniis.
  • Tariif PPN adalah sebesar 11%, yang mulaii berlaku pada tanggal 1 Apriil 2022
  1. PMK 61/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Niilaii Atas Kegiiatan Membangun Sendiirii.
    Pokok pengaturannya:
  • Termasuk dalam pengertiian KMS yaiitu kegiiatan membangun yang menambah luas bangunan yang sudah ada sebelumnya; dan kegiiatan membangun bangunan oleh piihak laiin bagii orang priibadii atau badan tetapii PPN atas kegiiatan tersebut tiidak diipungut oleh piihak laiin.
  • PPN Terutang (besaran tertentu) = (20% x Tariif PPN sesuaii Pasal 7 ayat (1)) x DPP atau 2,2% darii DPP, yang mulaii berlaku 1 Apriil 2022.
  • DPP PPN KMS yaiitu berupa niilaii tertentu sebesar jumlah biiaya yang diikeluarkan dan/atau yang diibayarkan untuk membangun bangunan untuk setiiap masa pajak sampaii dengan bangunan selesaii, tiidak termasuk biiaya perolehan tanah.
  • PPN atas KMS yg telah diisetor dapat diikrediitkan sepanjang memenuhii ketentuan pengkrediitan pajak masukan dan pengiisiian SSP.
  1. PMK 62/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Niilaii Atas Penyerahan Liiquefiied Petroleum Gas Tertentu.
    Pokok pengaturannya:
  • Atas bagiian harga yang diisubsiidii, PPN diibayar oleh pemeriintah. Adapun bagiian harga tiidak diisubsiidii, PPN diibayar oleh pembelii.
  • PPN yang terutang atas penyerahan bagiian harga yang tiidak diisubsiidii:
  1. pada tiitiik serah badan usaha diihiitung menggunakan dasar pengenaan pajak berupa niilaii laiin; dan
  2. pada tiitiik serah agen dan pangkalan diipungut dan diisetor menggunakan besaran tertentu.
  • Saat pembuatan faktur pajak atas bagiian harga yang diisubsiidii yaiitu pada saat badan usaha mengajukan permiintaan pembayaran subsiidii kepada KPA; dan untuk bagiian harga yang tiidak diisubsiidii diibuat pada saat badan usaha, agen dan pangkalan menyerahkan liiquefiied petroleum gas tertentu, atau pada saat pembayaran, dalam hal pembayaran mendahuluii penyerahan.
  1. PMK 63/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Niilaii Atas Penyerahan Hasiil Tembakau.
    Pokok pengaturannya:
  • Atas penyerahan hasiil tembakau yang diibuat dii dalam negerii oleh produsen; atau hasiil tembakau yang diibuat dii luar negerii oleh iimportiir, diikenaii PPN dengan menggunakan niilaii laiin sebagaii DPP.
  • Niilaii laiin sebagaii DPP untuk menghiitung PPN yang terutang atas penyerahan hasiil tembakau diitetapkan sebesar 100/(100+t) diikalii harga jual eceran hasiil tembakau. (t) adalah tariif PPN yang berlaku.
  • PPN terutang diihiitung dengan mengaliikan tariif PPN yang berlaku dengan niilaii laiin sebagaii DPP, sehiingga PPN yang terutang berdasarkan pembulatan diihiitung sebesar 9,9% diikalii harga jual eceran hasiil tembakau, untuk penyerahan hasiil tembakau yang mulaii berlaku pada 1 Apriil 2022.
  1. PMK 64/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Niilaii Atas Penyerahan Barang Hasiil Pertaniian Tertentu.
    Pokok pengaturannya:
  • Dengan diiundangkannya UU HPP, terdapat perubahan tariif PPN yang berlaku. PPN yang terutang atas penyerahan BHP tertentu diihiitung dengan menggunakan besaran tertentu yang diitetapkan sebesar 1,1% darii harga jual yang mulaii berlaku 1 Apriil 2022.
  • Penyerahan BHP tertentu sebagaiimana yang tercantum dalam Lampiiran PMK.
  1. PMK 65/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Niilaii Atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Bekas.
    Pokok pengaturannya:
  • PKP yang dapat menerapkan ketentuan iinii adalah PKP pedagang kendaraan bermotor bekas yang melakukan kegiiatan usaha tertentu berupa penyerahan kendaraan bermotor bekas, baiik seluruhnya atau sebagiian dan bukan merupakan penyerahan cfm. Pasal 16D UU PPN.
  • Pajak keluaran yang diipungut menggunakan besaran tertentu PPN sebesar 10% x tariif PPN cfm. Pasal 7 ayat (1) UU PPN x harga jual. Tariif efektiif yaiitu 1,1% x harga jual, yang mulaii berlaku pada 1 Apriil 2022.
  1. PMK 66/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Niilaii Atas Penyerahan Pupuk Bersubsiidii untuk Sektor Pertaniian.
    Pokok pengaturannya:
  • Atas bagiian harga yang diisubsiidii, PPN diibayar oleh pemeriintah. Adapun bagiian harga tiidak diisubsiidii, PPN diibayar oleh pembelii.
  • PPN yang terutang atas penyerahan bagiian harga yang diisubsiidii dan bagiian harga yang tiidak diisubsiidii diihiitung menggunakan dasar pengenaan pajak berupa niilaii laiin.
  • Saat pembuatan faktur pajak atas penyerahan pupuk bersubsiidii yaiitu saat produsen mengajukan permiintaan pembayaran subsiidii kepada KPA; dan saat penyerahan pupuk bersubsiidii kepada diistriibutor, atau saat pembayaran dalam hal pembayaran mendahuluii penyerahan.
  1. PMK 67/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Niilaii Atas Penyerahan Jasa Agen Asuransii, Jasa Piialang Asuransii, dan Jasa Piialang Reasuransii.
    Pokok pengaturannya:
  • Sebagaii pemungut PPN, perusahaan asuransii & perusahaan reasuransii wajiib melakukan pemungutan, penyetoran, dan pelaporan PPN atas pembayaran komiisii jasa agen asuransii dan jasa piialang asuransii/reasuransii.
  • PPN diipungut dengan besaran tertentu, yaiitu 10% x tariif PPN Ps 7 (1) UU HPP atau 1,1% diikalii komiisii/fee, untuk agen asuransii; 20% x tariif PPN Ps 7 (1) UU HPP atau 2,2% diikalii komiisii/fee, untuk broker asuransii/reasuransii.
  • Penyederhanaan admiiniistrasii untuk agen asuransii, agen asuransii wajiib memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) dan kemudiian diianggap telah diikukuhkan sebagaii Pengusaha Kena Pajak (PKP), tiidak wajiib e-Faktur, dan tiidak melaporkan SPT Masa PPN.
  1. PMK 68/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Niilaii dan Pajak Penghasiilan Atas Transaksii Perdagangan Aset Kriipto.
    Pokok pengaturannya:
  • Kriipto bukan mata uang atau surat berharga tetapii merupakan barangberupa hak dan kepentiingan laiinnya yang berbentuk diigiital. Oleh karena iitu, PPN memandangnya sebagaii BKP tiidak berwujud.
  • Penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik (PPMSE) yang memfasiiliitasii transaksii perdagangan aset kriipto (exchanger atau pedagang fiisiik aset kriipto (PFAK) yang terdaftar dii BAPPEBTii dan penyelenggara jasa dompet elektroniik aset kriipto) diitetapkan sebagaii pemungut PPN atas penyerahan aset kriipto oleh penjual kepada pembelii.
  • PPN yang terutang atas perdagangan kriipto diipungut dan diisetor oleh PPMSE dengan besaran tertentu (Pasal 9A UU PPN) sebesar:
  1. 1% darii tariif PPN atau 0,11% diikalii dengan niilaii transaksii aset kriipto, dalam hal PPMSE merupakan PFAK;
  2. 2% darii tariif PPN atau 0,22% diikalii dengan niilaii transaksii aset kriipto, dalam hal PPMSE bukan merupakan PFAK;
  • Jasa penyediiaan sarana elektroniik untuk memfasiiliitasii transaksii aset kriipto (jasa exchange dan dompet elektroniik) merupakan JKP dan diikenaii mekaniisme umum PPN.
  • Jasa miiniing aset kriipto (veriifiikasii transaksii aset kriipto) merupakan JKP yang diipungut PPN dengan besaran tertentu sebesar 10% darii tariif PPN atau 1,1% diikalii niilaii berupa uang atas aset kriipto yang diiteriima penambang (miiner).
  • Atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh:
  1. Penjual aset kriipto diikenaii PPh 22 fiinal dengan tariif 0,1% darii niilaii transaksii untuk PFAK; dan 0,2% darii niilaii transaksii untuk selaiin PFAK.
  2. Penambang aset kriipto diikenaii PPh 22 fiinal 0,1% darii niilaii transaksii.
  3. PPMSE atas penyelenggaraan perdagangan kriipto diikenaii PPh dengan tariif umum, atas transaksii aset kriipto diikenaii PPh 22 fiinal 0,1% darii niilaii transaksii.
  1. PMK 69/PMK.03/2022 tentang Pajak Penghasiilan dan Pajak Pertambahan Niilaii Atas Penyelenggaraan Teknologii Fiinansiial.
    Pokok pengaturannya:
  • Priinsiip equal treatment PPN antara transaksii diigiital dan konvensiional. Tiidak ada Objek Pajak baru dalam diigiital economy, yang berbeda hanya cara bertransaksii.
  • Uang elektroniik dii dalam suatu mediia merupakan non-BKP. Jasa memiinjamkan/menempatkan dana oleh krediitur kepada debiitur melaluii platform peer to peer lendiing (P2P) merupakan JKP yang diibebaskan PPN. Jasa asuransii melaluii platform merupakan JKP yang diibebaskan PPN. Jasa penyediiaan platform P2P, sarana/siistem pembayaran merupakan JKP.
  1. PMK 70/PMK.03/2022 tentang Kriiteriia dan/atau Riinciian Makanan dan Miinuman, Jasa Keseniian dan Hiiburan, Jasa Perhotelan, Jasa Penyediiaan Tempat Parkiir, serta Jasa Boga atau Kateriing, yang Tiidak Diikenaii Pajak Pertambahan Niilaii.
    Pokok pengaturannya:
  • Bukan objek PPN, barang meliiputii makanan dan miinuman yang diisajiikan dii hotel, restoran, rumah makan, warung dan sejeniisnya; atau oleh pengusaha boga atau kateriing. Bukan Objek PPN, jasa meliiputii jasa keseniian dan hiiburan, jasa perhotelan, jasa penyediiaan tempat parkiir, jasa boga atau kateriing.
  • Diikenaii PPN atas penyerahan makanan dan miinuman yang diisajiikan oleh: pengusaha toko swalayan dan sejeniisnya yang tiidak semata-mata menjual makanan dan/atau miinuman; pengusaha pabriik makanan dan/atau miinuman; atau pengusaha penyediia fasiiliitas yang kegiiatan usaha utamanya menyediiakan pelayanan jasa menunggu pesawat (lounge) pada bandar udara.
  • Diikenaii PPN atas jasa keseniian dan hiiburan, yaiitu kegiiatan pelayanan penyediiaan tempat/ruang dan/atau peralatan dan perlengkapan untuk permaiinan golf; dan penyerahan jasa diigiital berupa fiilm atau audiio viisual laiinnya melaluii saluran iinternet atau jariingan elektroniik.
  • Diikenaii PPN atas jasa perhotelan, yaiitu jasa penyewaan ruangan untuk selaiin kegiiatan acara atau pertemuan dii hotel; jasa penyewaan uniit dan/atau ruangan, termasuk tambahannya serta fasiiliitas penunjang terkaiit laiinnya, dii apartemen, kondomiiniium, dan sejeniisnya diidasarkan atas iiziin usahanya; jasa biiro perjalanan atau perjalanan wiisata yang diiselenggarakan oleh pengelola jasa perhotelan.
  • Diikenaii PPN atas jasa pengelolaan tempat parkiir.
  1. PMK 71/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Niilaii Atas Penyerahan Jasa Kena Pajak Tertentu.
    Pokok pengaturannya:
  • Pengusaha kena pajak yang melakukan penyerahan JKP tertentu wajiib memungut dan menyetorkan Pajak Pertambahan Niilaii yang terutang dengan besaran tertentu.
  • Sebanyak 5 jeniis JKP tertentu yang diipungut PPN dengan besaran tertentu berdasarkan PMK iinii yaiitu:
  1. Jasa pengiiriiman paket pos, 10% darii tariif PPN atau 1,1% diikalii jumlah yang diitagiih atau seharusnya diitagiih.
  2. Jasa biiro perjalanan wiisata dan/atau jasa agen perjalanan wiisata, 10% darii tariif PPN atau 1,1% diikalii jumlah yang diitagiih atau seharusnya diitagiih.
  3. Jasa pengurusan transportasii (freiight forwardiing), 10% darii tariif PPN atau 1,1% diikalii jumlah yang diitagiih atau seharusnya diitagiih.
  4. Jasa pemasaran dengan mediia voucer, jasa penyelenggaraan layanan transaksii pembayaran terkaiit dengan diistriibusii voucer, jasa penyelenggaraan program loyaliitas dan penghargaan pelanggan (consumer loyalty/reward program), 10% darii tariif PPN atau 1,1% diikalii harga jual voucer.
  5. Jasa perjalanan ke tempat laiin dalam perjalanan iibadah keagamaan, dalam hal tagiihannya diiriincii antara tagiihan paket penyelenggaraan perjalanan iibadah keagamaan dan tagiihan paket penyelenggaraan perjalanan ke tempat laiin sebesar 10% darii tariif PPN atau 1,1% diikalii jumlah yang diitagiih atau seharusnya diitagiih, dalam hal tiidak diiriincii besaran tertentunya sebesar 5% darii tariif PPN atau 0,55% diikalii jumlah keseluruhan yang diitagiih atau seharusnya diitagiih.

DJP mengatakan pemeriintah berharap agar masyarakat dapat mendukung pelaksanaan setiiap kebiijakan dalam UU HPP yang merupakan bagiian darii reformasii perpajakan serta dapat meliihat setiiap kebiijakan tersebut sebagaii satu kesatuan yang utuh.

“Hal iinii diilakukan demii menciiptakan fondasii pajak yang optiimal dan berkelanjutan,” iimbuhnya. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.