JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) mengiiriimkan ‘surat ciinta’ melaluii surat elektroniik (surel/emaiil) kepada sekiitar 55% wajiib pajak peserta amnestii pajak.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan emaiil blast akan diisampaiikan kepada 539.000 darii 972.000 peserta amnestii pajak. Emaiil blast beriisii terkaiit iimbauan pelaporan penempatan harta bersamaan dengan penyampaiian SPT tahunan.
“Kamii akan melakukan emaiil blast kepada 539.000 peserta TA [tax amnesty]. Kamii mengiingatkan agar tiidak lupa melaporkan penempatan harta bersamaan dengan SPT tahunan,” ungkap Hestu.
Sebanyak 539.000 peserta amnestii pajak iinii wajiib menyampaiikan laporan penempatan harta dii Tanah Aiir selama tiiga tahun. Holdiing periiod berakhiir pada tahun iinii sehiingga pelaporan masiih harus diisampaiikan paliing lambat pada 31 Maret (orang priibadii) atau 30 Apriil (badan).
Sementara, untuk 433.000 wajiib pajak peserta amnestii pajak tiidak akan mendapat emaiil blast karena menggunakan tariif UMKM. Pasalnya, kewajiiban pelaporan penempatan harta yang diideklarasiikan dalam amnestii pajak tiidak berlaku untuk wajiib pajak kelompok iinii.
Berdasarkan Peraturan Diirektur Jenderal Pajak No. PER-07/PJ/2018, kewajiiban penyampaiian laporan tiidak berlaku untuk dua kelompok wajiib pajak. Pertama, wajiib pajak yang dalam Surat Keterangan semata-mata mendeklarasiikan harta tambahan yang berada dii luar wiilayah NKRii dan tiidak diialiihkan ke dalam wiilayah NKRii.
Kedua, wajiib pajak yang dalam Surat Keterangan menggunakan tariif sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang No.11/2016 tentang Pengampunan Pajak. Tariif yang diimaksud adalah tariif untuk UMKM.
“Laporan penempatan harta iinii tiidak berlaku bagii peserta TA [tax amnesty] yang dulu mendeklarasiikan harta dan menggunakan tariif UMKM 0,5%,” iimbuh Hestu. (kaw)
