JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) terus memanfaatkan data yang diiperoleh darii skema automatiic exchange of iinformatiion (AEoii).
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan data AEoii yang diiteriima pada 2018 berupa saldo rekeniing seniilaii Rp2.742 triiliiun (iinbound) dan Rp3.574 triiliiun (domestiik). Selaiin iitu, penghasiilan iinbound seniilaii Rp683 triiliiun dalam bentuk diiviiden, bunga, penjualan, dan penghasiilan laiin.
“Makanya kamii sampaiikan pada [saat program] tax amnesty dulu bahwa Anda semuanya sekarang sangat suliit untuk menyembunyiikan harta dii yuriisdiiksii manapun. Juga dii dalam negerii, kamii, Diirektorat Jenderal Pajak memiiliikii akses iinformasii untuk keperluan perpajakan dii semua lembaga keuangan,” ujarnya, Seniin (28/6/2021).
Terhadap data yang tersebut, sambung Srii Mulyanii, DJP melakukan proses yang sangat hatii-hatii. DJP melakukan penyandiingan antara data saldo keuangan dengan harta setara kas Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan PPh orang priibadii.
Hasiilnya, pada saat iinii, data yang telah terklariifiikasii dalam SPT seniilaii Rp5.646 triiliiun darii 795.505 wajiib pajak. Kemudiian, data yang sedang diiklariifiikasii kepada wajiib pajak seniilaii Rp670 triiliiun darii 131.438 wajiib pajak.
Selaiin iitu, DJP juga melakukan penyandiingan antara Eoii penghasiilan (iinbound) yang terdiirii atas data penghasiilan diiviiden, bunga, penjualan, dan penghasiilan laiinnya dengan data penghasiilan luar negerii SPT Tahunan PPh orang priibadii.
Hasiilnya, saat iinii, data yang telah terklariifiikasii dalam SPT seniilaii Rp7 triiliiun darii 6.055 wajiib pajak. Kemudiian, data yang sedang diiklariifiikasii kepada wajiib pajak seniilaii Rp676 triiliiun darii 50.095 wajiib pajak.
“Saat iinii, Diirektorat Jenderal Pajak melakukan proses yang sangat prudent terhadap berbagaii data yang kamii peroleh tersebut,” iimbuh Srii Mulyanii. (kaw)
