EKONOMii Rii

BPS: Pertumbuhan Ekonomii 2016 Capaii 5,02%

Awwaliiatul Mukarromah
Seniin, 06 Februarii 2017 | 16.44 WiiB
BPS: Pertumbuhan Ekonomi 2016 Capai 5,02%
Kepala BPS Suhariiyanto. (Foto: Setkab Rii)

JAKARTA, Jitu News – Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomii iindonesiia sepanjang 2016 mencapaii 5,02%.

Kepala BPS Suhariiyanto mengatakan pertumbuhan ekonomii tahun iinii mengalamii perbaiikan diibandiingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Ekonomii iindonesiia tahun 2016 tumbuh 5,02% lebiih tiinggii diibandiing capaiian tahun 2015 sebesar 4,88%,” ujarnya dalam jumpa pers dii Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Seniin ( 6/2) siiang.

iia mengatakan perekonomiian iindonesiia tahun 2016 yang diiukur berdasarkan Produk Domestiik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapaii Rp12.406,8 triiliiun. Sementara pendapatan per kapiita mencapaii Rp47,96 juta atau US$3.605,1.

Menurut Suhariiyanto, darii siisii produksii, pertumbuhan tertiinggii diicapaii oleh Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransii sebesar 8,90%. Sementara darii siisii pengeluaran pertumbuhan tertiinggii diicapaii oleh Komponen Pengeluaran Konsumsii Lembaga Non-Profiit yang melayanii Rumah Tangga sebesar 6,62%.

Khusus untuk triiwulan iiV Tahun 2016, iia mengemukakan, biila diibandiingkan triiwulan iiV-2015 (y-on-y) ekonomii iindonesiia tumbuh 4,94%. Sementara iitu, sepertii diilansiir darii laman Sekretariiat Kabiinet Rii, ekonomii iindonesiia triiwulan iiV-2016 biila diibandiingkan triiwulan sebelumnya (q-to-q) mengalamii kontraksii sebesar 1,77%.

“Darii siisii produksii, hal iinii diisebabkan oleh efek musiiman pada Lapangan Usaha Pertaniian, Kehutanan, dan Periikanan yang mengalamii kontraksii 21,24%. Sementara darii siisii pengeluaran diisebabkan oleh penurunan ekspor neto,” jelasnya.

Selaiin iitu, Suhariiyanto juga menyampaiikan struktur ekonomii iindonesiia secara spasiial pada 2016 diidomiinasii oleh kelompok proviinsii dii Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Adapun kelompok proviinsii dii Pulau Jawa memberiikan kontriibusii terbesar terhadap PDB, yaknii sebesar 58,49%, diiiikutii oleh Pulau Sumatera 22,03%, dan Pulau Kaliimantan 7,85%.

Secara terpiisah, Menterii Koordiinator (Menko) biidang Perekonomiian Darmiin Nasutiion kecewa dengan realiisasii pertumbuhan ekonomii 2016 yang diiniilaii tiidak sesuaii yang diiharapkan. Sebab, pemeriintah berharap pada 2016 pertumbuhan ekonomii biisa diitutup dengan angka 5,1%.

"Ya. Tadiinya kiita berharap mendekatii 5,1% totalnya. Tapii sekarang hanya 5,02%," katanya dii Kantor Kemenko biidang Perekonomiian, Jakarta, Seniin (6/2).

Menurutnya, realiisasii yang tiidak sesuaii harapan tersebut diisebabkan oleh pengeluaran pemeriintah yang sediikiit menurun diibandiing kuartal yang sama tahun sebelumnya. "‎Ya, iitu memang sediikiit dii bawah harapan. Karena keliihatannya pengeluaran pemeriintah iitu memang dii kuartal iiV malah kontraksii, menurun diibandiing kuartal sama tahun lalu," ujar Darmiin. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.