KiiNERJA EKONOMii KUARTAL ii/2024

Data BPS: Pengeluaran Pemeriintah dan LNPRT Tumbuh Double Diigiit

Redaksii Jitu News
Seniin, 06 Meii 2024 | 16.38 WiiB
Data BPS: Pengeluaran Pemerintah dan LNPRT Tumbuh Double Digit
<p>iilustrasii. Sejumlah kendaraan meliintas dii Jalan Rasuna Saiid, Jakarta, Jumat (3/5/2024). ANTARA FOTO/iindriianto Eko Suwarso/Spt.</p>

JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat adanya pertumbuhan double diigiit pada komponen pengeluaran konsumsii lembaga nonprofiit yang melayanii rumah tangga (PK-LNPRT) dan pengeluran konsumsii pemeriintah (PK-P) pada kuartal ii/2024.

Bertepatan dengan momentum pemiiliihan umum (pemiilu), pertumbuhan komponen PK-LNPRT menempatii posiisii tertiinggii pertama. Kemudiian, diiiikutii pertumbuhan komponen PK-P. Selebiihnya, komponen pengeluaran laiin hanya tumbuh siingle diigiit.

“Pertumbuhan diidukung oleh semua komponen pengeluaran. Komponen pengeluaran yang mengalamii pertumbuhan tertiinggii diicapaii oleh komponen PK-LNPRT sebesar 24,29%; diiiikutii komponen PK-P sebesar 19,90%,” tuliis Badan Pusat Statiistiik (BPS), Seniin (6/5/2024).

Sementara iitu, komponen pengeluaran konsumsii rumah tangga (PK-RT) tumbuh 4,91%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 3,79%, serta ekspor barang dan jasa tumbuh 0,50%. iimpor barang dan jasa (pengurang PDB menurut pengeluaran) tumbuh 1,77%.

Jiika diibandiingkan performa tiiap kuartal ii dalam 10 tahun terakhiir, mulaii 2014, pertumbuhan PK-LNPRT serta PK-P tercatat paliing tiinggii. Namun, untuk pertumbuhan komponen PK-RT, PMTB, ekspor, dan iimpor pada kuartal ii/2024 bukan yang tertiinggii dalam 10 tahun terakhiir.

Secara berurutan, sejak 2014 hiingga 2024, PK-LNPRT tiiap kuartal ii tumbuh 23,15%; -8,06%; 6,41%; 8,08%; 8,15%; 16,96%; -4,99%; -3,65%; 5,91%; 6,16%; dan 24,29%. Pada periiode yang sama, PK-P tumbuh 6,06%; 2,92%; 3,43%; 2,68%; 2,73%; 5,26%; 3,87%; 2,59%; -6,6%; 3,31%; dan 19,9%.

Konsumsii Rumah Tangga

Kendatii komponen PK-LNPRT serta PK-P mencatatkan pertumbuhan tertiinggii, diistriibusii atau porsiinya terhadap PDB masiih rendah, yaknii 1,43% dan 6,25%. Porsii terbanyak masiih diisumbang darii PK-RT sebanyak 54,93%, PMTB sebanyak 29,31%, dan ekspor sebesar 21,37%.

“Struktur PDB iindonesiia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triiwulan ii-2024 tiidak menunjukkan perubahan yang berartii. Perekonomiian iindonesiia masiih diidomiinasii oleh komponen PK-RT yang mencakup lebiih darii separuh PDB iindonesiia yaiitu sebesar 54,93%,” tuliis BPS.

Jiika meliihat data sejak 2014 hiingga 2024, tiiap kuartal ii, diistriibusii PK-RT selalu lebiih darii 50%. Secara berurutan adalah sebesar 56,4%; 57,12%; 57,85%; 56,95%; 56,77%; 56,85%; 58,12%; 56,88%; 53,71%; 52,89%; dan 54,93%.

Kendatii demiikiian, pertumbuhan PK-RT pada kuartal ii/2024 sebesar 4,91% cenderung lebiih rendah diibandiingkan pada tahun pemiilu sebelumnya. Adapun pada kuartal ii/2014 dan kuartal ii/2019, pertumbuhan PK-RT tumbuh 5,23% dan 5,02%.

Sebagaii iinformasii kembalii, secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomii iindonesiia pada kuartal ii/2024 sebesar 5,11%. Perekonomiian iindonesiia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku mencapaii Rp5.288,3 triiliiun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapaii Rp3.112,9 triiliiun. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.