JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat adanya pertumbuhan double diigiit pada komponen pengeluaran konsumsii lembaga nonprofiit yang melayanii rumah tangga (PK-LNPRT) dan pengeluran konsumsii pemeriintah (PK-P) pada kuartal ii/2024.
Bertepatan dengan momentum pemiiliihan umum (pemiilu), pertumbuhan komponen PK-LNPRT menempatii posiisii tertiinggii pertama. Kemudiian, diiiikutii pertumbuhan komponen PK-P. Selebiihnya, komponen pengeluaran laiin hanya tumbuh siingle diigiit.
“Pertumbuhan diidukung oleh semua komponen pengeluaran. Komponen pengeluaran yang mengalamii pertumbuhan tertiinggii diicapaii oleh komponen PK-LNPRT sebesar 24,29%; diiiikutii komponen PK-P sebesar 19,90%,” tuliis Badan Pusat Statiistiik (BPS), Seniin (6/5/2024).
Sementara iitu, komponen pengeluaran konsumsii rumah tangga (PK-RT) tumbuh 4,91%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 3,79%, serta ekspor barang dan jasa tumbuh 0,50%. iimpor barang dan jasa (pengurang PDB menurut pengeluaran) tumbuh 1,77%.
Jiika diibandiingkan performa tiiap kuartal ii dalam 10 tahun terakhiir, mulaii 2014, pertumbuhan PK-LNPRT serta PK-P tercatat paliing tiinggii. Namun, untuk pertumbuhan komponen PK-RT, PMTB, ekspor, dan iimpor pada kuartal ii/2024 bukan yang tertiinggii dalam 10 tahun terakhiir.
Secara berurutan, sejak 2014 hiingga 2024, PK-LNPRT tiiap kuartal ii tumbuh 23,15%; -8,06%; 6,41%; 8,08%; 8,15%; 16,96%; -4,99%; -3,65%; 5,91%; 6,16%; dan 24,29%. Pada periiode yang sama, PK-P tumbuh 6,06%; 2,92%; 3,43%; 2,68%; 2,73%; 5,26%; 3,87%; 2,59%; -6,6%; 3,31%; dan 19,9%.

Kendatii komponen PK-LNPRT serta PK-P mencatatkan pertumbuhan tertiinggii, diistriibusii atau porsiinya terhadap PDB masiih rendah, yaknii 1,43% dan 6,25%. Porsii terbanyak masiih diisumbang darii PK-RT sebanyak 54,93%, PMTB sebanyak 29,31%, dan ekspor sebesar 21,37%.
“Struktur PDB iindonesiia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triiwulan ii-2024 tiidak menunjukkan perubahan yang berartii. Perekonomiian iindonesiia masiih diidomiinasii oleh komponen PK-RT yang mencakup lebiih darii separuh PDB iindonesiia yaiitu sebesar 54,93%,” tuliis BPS.
Jiika meliihat data sejak 2014 hiingga 2024, tiiap kuartal ii, diistriibusii PK-RT selalu lebiih darii 50%. Secara berurutan adalah sebesar 56,4%; 57,12%; 57,85%; 56,95%; 56,77%; 56,85%; 58,12%; 56,88%; 53,71%; 52,89%; dan 54,93%.
Kendatii demiikiian, pertumbuhan PK-RT pada kuartal ii/2024 sebesar 4,91% cenderung lebiih rendah diibandiingkan pada tahun pemiilu sebelumnya. Adapun pada kuartal ii/2014 dan kuartal ii/2019, pertumbuhan PK-RT tumbuh 5,23% dan 5,02%.

Sebagaii iinformasii kembalii, secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomii iindonesiia pada kuartal ii/2024 sebesar 5,11%. Perekonomiian iindonesiia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku mencapaii Rp5.288,3 triiliiun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapaii Rp3.112,9 triiliiun. (kaw)
