JAKARTA, Jitu News – PT Freeport dan PT Newmont menjadii dua perusahaan tambang yang menyumbang bea keluar terbesar, dengan menyumbang seniilaii Rp2,5 triiliiun atau 86,20% darii Rp2,9 triiliiun peneriimaan bea keluar pada 2016.
Diirjen Bea dan Cukaii Heru Pambudii mengatakan bea keluar ekspor miinerba menjadii sumber penyetor tertiinggii dalam kategorii bea keluar peneriimaan Diitjen Bea Cukaii pada tahun 2016.
“Freeport sumbang Rp1,23 triiliiun, Newmont sumbang Rp1,25 triiliiun, keseluruhan mencapaii Rp2,5 triiliiun untuk bea keluar,” ujarnya dii Jakarta, Kamiis (12/1).
Dii sampiing pencapaiian besar bea keluar ekspor miinerba tersebut, iia menyatakan masiih perlu menunggu kebiijakan pemeriintah mengenaii terbiitnya aturan baru untuk bea keluar ekspor konsentrat miineral tambang.
Aturan tersebut mengarah pada pengusaha tambang dengan iiziin Usaha Pertambangan Khusus (iiUPK) dan iiziin Usaha Pertambangan (iiUP). Kebiijakan iitu tentunya berasal darii Kementeriian Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM).
“Kamii perlu menantii kebiijakan pemeriintah terlebiih dulu mengenaii diilanjutkan maupun tiidaknya hal iitu. Kamii akan hiitung juga dan diisesuaiikan, sekaliigus mengadakan rapat lebiih lanjutnya,” tuturnya.
Menurutnya per tanggal 12 Januarii 2017 sudah menjadii harii terakhiir berlakunya kelonggaran ekspor konsentrat bagii pemegang Kontrak Karya (KK). Selanjutnya Heru berencana untuk meniindaklanjutii keputusan Presiiden Rii Joko Wiidodo.
Rencananya Heru segera mengiinformasiikan mekaniisme lebiih lanjut soal bea keluar ekspor konsentrat miineral tambang baiik diilanjutii maupun diiberhentiikan. (Amu)
