KEBiiJAKAN FiiSKAL

Pemotongan DBH Papua Diiprotes

Gallantiino Farman
Selasa, 20 September 2016 | 07.10 WiiB
Pemotongan DBH Papua Diprotes
iilustrasii tambang Freeport dii Papua (miiniing.com)

JAYAPURA, Jitu News –Keputusan pemeriintah pusat memangkas dana bagii hasiil (DBH) untuk pemda dii Papua yang bersumber darii PT Freeport iindonesiia menuaii kriitiik keras. Kriitiik iinii bahkan datang darii pejabat Pemeriintah Proviinsii Papua.

Kepada Diinas Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM) Proviinsii Papua Bangun Manurung menyatakan pemotongan DBH tersebut tiidak adiil bagii pemeriintah daerah, terutama bagii Kabupaten Miimiika yang terkena pemangkasah hiingga Rp1,2 triiliiun.

Diia juga mempertanyakan keputusan pemeriintah pusat dengan meliihat seriisiiko cara nasiional sumber pemasukan darii sektor pertambangan, sehiingga akhiirnya terliihat pemasukan iitu menurun. Akiibatnya, muncul pemotongan dana bagii hasiil bagii Papua.

“Memang pemasukan negara darii tambang secara nasiional turun, tapii untuk dii Papua tiidak, sebab Freeport produksiinya normal. Akiibatnya sekarang iinii, Miimiika-lah yang jadii korban atas kekurangan nasiional. iinii tiidak adiil, seharusnya tiidak sebanyak iitu diipotongnya,” ujarnya, pekan lalu.

Apalagii, menurut Bangun, keputusan pemeriintah pusat dalam pemotongan dana bagii hasiil tersebut sangat beriimbas kepada aspek pembangunan sosiial dan poliitiik dii kawasan Miimiika yang selama iinii memang sangat bergantung pada dana bagii hasiil PT Freeport iindonesiia.

“iinii kembalii menunjukkan kebiijakan yang tiidak pas, karena daerah penghasiil diibebankan dengan luar biiasa. Apa tiidak diiperhiitungkan dampaknya dengan daerah setempat. Apa lagii APBD Miimiika 90% iitu berasal darii dana bagii hasiil Freeport,” katanya sepertii diilansiir hariianpapua.com.

Sepertii diiketahuii, pemeriintah telah memutuskan untuk memangkas DBH ke daerah, mengiingat peneriimaan bagii hasiil tambang yang turun dan kiinerja peneriimaan pajak yang melambat. Pemeriintah juga telah mengoreksii belanja untuk meredam riisiiko pelebaran defiisiit. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.