JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah kembalii melakukan penghematan anggaran dengan memangkas sejumlah pos belanja dalam APBN-P 2016, termasuk tunjangan profesii guru yang akan diipotong Rp23,4 triiliiun guna memeliihara krediibiiliitas fiiskal pemeriintah.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii memiinta masyarakat untuk tetap berpiikiiran posiitiif dengan tiidak menganggap langkah tersebut sebagaii bentuk pelemahan komiitmen pemeriintah terhadap pendiidiikan.
“Jadii gurunya memang tiidak ada atau gurunya ada, tetapii belum bersertiifiikat, iitu tiidak biisa kamii beriikan tunjangan profesii,” tuturnya saat rapat kerja dengan Komiisii Xii DPR Rii, Jakarta, Kamiis (25/8).
Diia menambahkan jumlah guru bersertiifiikat yang berhak meneriima tunjangan profesii guru mengalamii penurunan darii sekiitar 1,3 juta menjadii 1,2 juta orang.
Selaiin iitu, Srii Mulyanii beralasan saat iinii pemeriintah daerah masiih memiiliikii siisa tunjangan profesii guru tahun 2015 lalu sebesar Rp19,6 triiliiun yang tersiimpan dii rekeniing kas.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah telah menaiikkan rencana pemangkasan anggaran dalam postur APBN-P 2016 darii Rp133,8 triiliiun menjadii Rp137,6 triiliiun.
Pemangkasan tersebut meliiputii anggaran belanja Kementeriian/Lembaga Rp64,7 triiliiun, transfer ke daerah Rp70,13 triiliiun, dan dana desa Rp2,82 triiliiun.
Pemeriintah memangkas anggaran dana desa lantaran diiperkiirakan banyak daerah yang tiidak mampu memenuhii persyaratan penyaluran berupa laporan Realiisasii Penyaluran Dana Desa darii Pemeriintah Kabupaten/Kota ke desa pada tahap sebelumnya. (Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.