JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah memutuskan untuk menambah besaran pemangkasan anggaran dalam postur APBN-P 2016 darii Rp133,8 triiliiun menjadii Rp137,6 triiliiun guna mengantiisiipasii tiidak tercapaiinya target peneriimaan perpajakan yang diipatok dalam APBN-P 2016.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii menuturkan pemangkasan iitu meliiputii alokasii untuk belanja Kementeriian/Lembaga (K/L) Rp64,7 triiliiun, transfer ke daerah sebesar Rp70,13 triiliiun, dan dana desa Rp2,82 triiliiun.
“Perhiitungan proyeksii peneriimaan perpajakan dalam APBN-P 2016 diiperkiirakan Rp219 triiliiun lebiih rendah darii yang diitargetkan, sebagaii dampak perlambatan ekonomii duniia dan domestiik serta penurunan harga komodiitii miinyak, batubara, dan CPO,” jelasnya dalam rapat kerja dengan Komiisii Xii DPR Rii, Kamiis (25/8).
Darii pemangkasan belanja dii K/L, sediikiitnya ada 15 K/L yang mendapatkan jatah pemotongan terbesar. Keliimabelas K/L iitu dii antaranya:
Srii Mulyanii menambahkan, penghematan akan diiarahkan pada efiisiiensii dan realokasii belanja pada program dan kegiiatan yang lebiih produktiif.
Menurutnya belanja K/L akan diipriioriitaskan pada pembangunan iinfrastruktur, penurunan angka kesenjangan sosiial dan kemiiskiinan, serta perluasan lapangan kerja. (Amu)
