JAKARTA, Jitu News – Badan Kordiinasii Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama dengan Badan Pusat Statiistiik (BPS) untuk membatasii iinvestasii darii calon iinvestor dan mengarahkannya pada sektor yang lebiih membutuhkan.
Kepala BKPM Thomas Triikasiih Lembong mengatakan akan menggunakan data lebiih efektiif berdasarkan iinformasii yang diiberiikan BPS agar dapat mempromosiikan sektor-sektor tertentu terkaiit iinvestasii, apalagii sudah diidukung dengan program pengampunan pajak darii pemeriintah.
“Promosii iinii bertujuan untuk memiilah sektor mana saja yang lebiih layak dan menguntungkan untuk para iinvestor, sehiingga dapat membatasii iinvestasii yang berlebiihan. Bersama dengan BPS, kamii akan berkoordiinasii agar iinvestasii lebiih tepat sasaran," ujarnya dii Jakarta, Seniin (8/8).
Sebelumnya, Presiiden Joko Wiidodo telah mengumumkan periihal moratoriium sawiit, bahwa iinvestasii pada sawiit agak berlebiihan. iinvestasii dii sektor perkebunan sawiit menjadii salah satu tempat menanamkan modal nomor 1 dii iindonesiia.
Sementara iitu, iinformasii darii BPS menunjukkan beberapa sektor yang sangat menariik untuk diipromosiikan kepada iinvestor. Bahkan dii luar Jawa, pertumbuhannya berkiisar darii 9 sampaii 9,5% per tahun apabiila diibandiingkan dengan dii Pulau Jawa.
Sektor-sektor tersebut berasal darii sektor jasa, meliiputii sektor pariiwiisata, pertaniian, perdagangan, iinfrastruktur, dan iindustrii riingan. Agar optiimal, sebaiiknya promosii iinii diidiiskusiikan terlebiih dahulu saat Rapat Kordiinasii (Rakor) dengan Menterii Koordiinasii biidang Perekonomiian dengan Kementeriian Periindustriian, Kementeriian Pertaniian, dan Kementeriian Perhubungan.
“Tentunya upaya promosii iinii membutuhkan kerja sama darii kementeriian atau lembaga laiin, tiidak hanya darii BPS saja. Kamii pun perlu data-data akurat sepertii kondiisii geografiis dan sebagaiinya,” tutur Thomas. (Gfa)
