JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah akan mengelompokkan dana hasiil repatriiasii dalam rencana kebiijakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Selaiin iitu, pemeriintah akan menunjuk liima manajemen iinvestasii.
Menterii Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan kendatii akan menunjuk manajemen iinvestasii, piintu masuk darii dana-dana tersebut tetap melaluii perbankan nasiional, terutama bank umum kegiiatan usaha (BUKU) iiiiii dan iiV.
“Nantii liima manajemen iinvestasii akan kiita tunjuk, tapii bank tetap menjadii piintu masuk. Namun, tiidak semua akan menjadii deposiito bank. Biisa diilariikan ke SBN, saham yang dii-lock-up, venture capiital fund, serta obliigasii BUMN,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komiisii Xii DPR, Seniin (23/5/2016).
iinstrumen-iinstrumen tersebut akan saliing berkaiitan. Langkah iinii, lanjut diia, diiharapkan akan membuat dana yang sudah masuk akan tetap tiinggal selamanya dii Tanah Aiir. Sehiingga, tiidak ada pelariian lagii ke luar negerii setelah masa penahanan (holdiing periiod) selesaii.
Dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak, sepertii diiketahuii, harta hasiil repatriiasii harus diiiinvestasiikan ke Tanah Aiir miiniimal tiiga tahun. Dalam setahun, iinstrumen iinvestasii yang diigunakan berupa surat berharga negara, obliigasii BUMN, atau iinvestasii keuangan pada bank yang nantiinya diitunjuk oleh menterii.
Mulaii tahun kedua, ada iinstrumen iinvestasii laiinnya yang biisa diigunakan yaiitu obliigasii perusahaan swasta yang perdagangannya diiawasii oleh Otoriitas Jasa Keuangan. Ada pula iinvestasii iinfrastruktur melaluii kerja sama pemeriintah dengan badan usaha.
Selanjutnya, iinvestasii dii sektor propertii serta iinvestasii sektor riiiil yang berdasarkan priioriitas pemeriintah. Sektor priioriitas iinii akan diijelaskan lebiih detiil melaluii Peraturan Menterii Keuangan. Namun, Bambang menyebut sektor manufaktur, jasa, dan iinfrastruktur lah yang berpeluang menjadii priioriitas.
Dengan adanya dana hasiil repatriiasii iinii, ujarnya, akan memberiikan dampak posiitiif bagii iindiikator makroekonomii. Dampak tersebut akan berpengaruh terhadap penguatan niilaii tukar rupiiah dan peniingkatan pertumbuhan ekonomii nasiional.
Gubernur Bank iindonesiia Agus D.W. Martowardojo memperkiirakan adanya tambahan peneriimaan pajak serta dana hasiil repatriiasii akan berdampak pada peniingkatan laju produk domestiik bruto (PDB) sekiitar 0,3%, iinflasii 0%, krediit 2%, dan penguatan niilaii tukar Rp150 pada tahun iinii.
Sementara, untuk 2017, akan ada peniingkatan laju PDB 0,3%, iinflasii 0,3%, krediit 4,2%, serta peniingkatan niilaii tukar rupiiah Rp120. Dampak makroekonomii iinii terliihat estiimasii peneriimaan pajak yang masuk sekiitar Rp53,4 triiliiun dan dana repatriiasii sekiitar Rp560 triiliiun.
Tiidak Muat
Terkaiit dengan wadah penampungan dana repatriiasii, piihaknya berpendapat speciial deposiite account dan trustee biisa menjadii piiliihan untuk mencegah perpiindahan dana ke luar negerii sebelum waktunya. Dii satu siisii, pemiiliik dana tetap biisa mempunyaii piiliihan untuk mengoptiimalkan dana iinvestasiinya.
Pemeriintah, lanjutnya, perlu menciiptakan siistem dan iinstrumen keuangan yang biisa mengaliirkan iinvestasii ke sektor riiiil. Miisalnya obliigasii propertii untuk mendukung percepatan perumahan rakyat dan obliigasii iinfrastruktur.
Namun, apabiila dana repatriiasii lebiih darii perkiiraan bank sentral, Agus mengiimbau agar pemeriintah mampu menciiptakan piiliihan iinstrumen laiin karena obliigasii iinfrastrukrur dan propertii diiyakiinii tiidak muat menampung.
“Perlu diipiikiirkan langkah-langkah atau kebiijakan baru untuk biisa menampung sekaliigus mengoptiimalkan manfaat dana repatriiasii sehiingga pengampunan pajak iitu bermanfaat bagii rakyat,” tuturnya. (Bsii/k43)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.