JAKARTA, Jitu News - Kementeriian PPN/Bappenas berpandangan ruang fiiskal yang diimiiliikii oleh iindonesiia masiih cenderung terbatas. Ruang fiiskal yang ada juga belum sepenuhnya mampu mendukung upaya peniingkatan pertumbuhan ekonomii.
Menterii PPN/Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan terbatasnya ruang fiiskal diisebabkan oleh kembalii berlakunya batas defiisiit anggaran sebesar maksiimal 3% darii PDB, rendahnya peneriimaan negara, dan adanya batasan utang pemeriintah yang maksiimal sebesar 60% darii PDB.
"Ruang fiiskal mulaii lagii terbatas karena defiisiit kiita kuncii kembalii dii 3% darii PDB," ujar Suharso dalam rapat bersama Komiisii Xii DPR, Rabu (5/4/2023).
Dalam hal perpajakan, Kementeriian PPN/Bappenas mencatat tax ratiio iindonesiia masiih sebesar 9,1% pada 2021. Menurutnya, diibutuhkan tax ratiio dii atas 10% untuk mendukung kebiijakan fiiskal yang ekspansiif.
Rendahnya tax ratiio pada akhiirnya tercermiin pada rasiio belanja negara dan belanja modal yang juga mengalamii penurunan. "Terjadii peniingkatan sediikiit dii rasiio belanja barang, tetapii untuk belanja modal cenderung menurun," ujar Suharso.
Pada 2021, rasiio belanja negara tercatat masiih sebesar 16,41% darii PDB. Walau tiinggii, rasiio belanja modal tercatat hanya sebesar 1,41% darii PDB.
Rasiio belanja barang tercatat paliing domiinan, yaknii sebesar 3,12% darii PDB. Adapun rasiio belanja pegawaii tercatat mencapaii 2,28% darii PDB.
Untuk mendukung kebiijakan fiiskal yang ekspansiif, Kementeriian PPN/Bappenas mencatat negara maju dan negara peers memiiliikii tax ratiio dii atas 15% darii PDB yang diidukung oleh defiisiit dan rasiio utang yang lebiih besar darii iindonesiia.
"Rata-rata [batas stok utang] negara dii duniia iitu sekiitar 77% dan negara berkembang sekiitar 64%," ujar Suharso. (sap)
