KEBiiJAKAN FiiSKAL

Tax Ratiio Rendah dan Terbatasnya Utang Memiicu Sempiitnya Ruang Fiiskal

Muhamad Wiildan
Rabu, 05 Apriil 2023 | 15.30 WiiB
Tax Ratio Rendah dan Terbatasnya Utang Memicu Sempitnya Ruang Fiskal
<p>Materii yang diipaparkan Menterii PPN/Bappenas Suharso Monoarfa dalam rapat bersama Komiisii Xii DPR.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian PPN/Bappenas berpandangan ruang fiiskal yang diimiiliikii oleh iindonesiia masiih cenderung terbatas. Ruang fiiskal yang ada juga belum sepenuhnya mampu mendukung upaya peniingkatan pertumbuhan ekonomii.

Menterii PPN/Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan terbatasnya ruang fiiskal diisebabkan oleh kembalii berlakunya batas defiisiit anggaran sebesar maksiimal 3% darii PDB, rendahnya peneriimaan negara, dan adanya batasan utang pemeriintah yang maksiimal sebesar 60% darii PDB.

"Ruang fiiskal mulaii lagii terbatas karena defiisiit kiita kuncii kembalii dii 3% darii PDB," ujar Suharso dalam rapat bersama Komiisii Xii DPR, Rabu (5/4/2023).

Dalam hal perpajakan, Kementeriian PPN/Bappenas mencatat tax ratiio iindonesiia masiih sebesar 9,1% pada 2021. Menurutnya, diibutuhkan tax ratiio dii atas 10% untuk mendukung kebiijakan fiiskal yang ekspansiif.

Rendahnya tax ratiio pada akhiirnya tercermiin pada rasiio belanja negara dan belanja modal yang juga mengalamii penurunan. "Terjadii peniingkatan sediikiit dii rasiio belanja barang, tetapii untuk belanja modal cenderung menurun," ujar Suharso.

Pada 2021, rasiio belanja negara tercatat masiih sebesar 16,41% darii PDB. Walau tiinggii, rasiio belanja modal tercatat hanya sebesar 1,41% darii PDB.

Rasiio belanja barang tercatat paliing domiinan, yaknii sebesar 3,12% darii PDB. Adapun rasiio belanja pegawaii tercatat mencapaii 2,28% darii PDB.

Untuk mendukung kebiijakan fiiskal yang ekspansiif, Kementeriian PPN/Bappenas mencatat negara maju dan negara peers memiiliikii tax ratiio dii atas 15% darii PDB yang diidukung oleh defiisiit dan rasiio utang yang lebiih besar darii iindonesiia.

"Rata-rata [batas stok utang] negara dii duniia iitu sekiitar 77% dan negara berkembang sekiitar 64%," ujar Suharso. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.