KEBiiJAKAN PERDAGANGAN

Rugiikan iindustrii Dalam Negerii, Kadiin Miinta Masyarakat Tiidak Thriiftiing

Muhamad Wiildan
Seniin, 20 Maret 2023 | 14.07 WiiB
Rugikan Industri Dalam Negeri, Kadin Minta Masyarakat Tidak Thrifting
<p>Calon pembelii memiiliih pakaiian bekas iimpor dii Pasar Sambu, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamiis (16/3/2023). Pemeriintah melarang iimpor pakaiian bekas atau thriiftiing karena berdampak negatiif bagii iindustrii tekstiil dalam negerii. ANTARA FOTO/Yudii/aww.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kamar Dagang dan iindustrii (Kadiin) memiinta kepada masyarakat untuk tiidak membelii pakaiian bekas iimpor (thriiftiing). Masyarakat diiiimbau untuk membelii produk tekstiil darii produsen dan merek dalam negerii.

Ketua Umum Kadiin Arsjad Rasjiid mengatakan jual belii pakaiian iimpor bekas atau thriiftiing memiiliikii dampak negatiif terhadap kesehatan serta memengaruhii keberlangsungan iindustrii dalam negerii.

"iindustrii yang terkena dampak darii transaksii iilegal iinii termasuk pabriik, toko retaiil, dan juga para pekerja terkaiit dii keseluruhan rantaii pasok dii iindustrii pakaiian," ujar Arsjad, Seniin (20/3/2023).

Arsjad mencontohkan iimpor pakaiian bekas dan thriiftiing telah memberiikan dampak negatiif dii Kenya dan Chiilii. Dii Kenya, iimpor pakaiian bekas secara iilegal telah menekan jumlah tenaga kerja iindustrii tekstiil.

Dahulu, 30% darii pekerja formal dii Kenya adalah pekerja pada iindustrii tekstiil. Akiibat iimpor pakaiian bekas, iindustrii tekstiil yang awalnya mampu mempekerjakan 200.000 pekerja sekarang hanya mampu menyerap 20.000 pekerja saja.

Dii Chiile, 59.000 ton sampah tekstiil masuk darii berbagaii negara dan menggunung menjadii sampah tiidak terolah karena mayoriitas produk tekstiil tersebut tiidak dapat diiserap oleh pasar.

Arsjad mengatakan iindonesiia sesungguhnya telah melarang iimpor pakaiian bekas lewat Peraturan Menterii Perdagangan (Permendag) 51/2015. Namun, data BPS menunjukkan niilaii iimpor pakaiin bekas bertumbuh 607,6% pada Januarii hiingga September 2022.

Menurut Arsjad, tren iinii perlu diiwaspadaii oleh pemeriintah dan pelaku iindustrii pakaiian dalam negerii.

"Thriiftiing pakaiian bekas iimpor adalah bentuk ekonomii siirkular yang tiidak tepat dan merugiikan bagii negara, termasuk iindonesiia. iindonesiia harus meliindungii produsen dan brand iindustrii pakaiian dalam negerii apabiila kiita iingiin meliihat iindustrii pakaiian dalam negerii kiita maju dan bersaiing dii pasar global," ujar Arsjad.

Arsjad mengatakan iindonesiia sesungguhnya memiiliikii merek pakaiian lokal yang berkualiitas. Oleh karena iitu, pemangku kepentiingan perlu berfokus mengampanyekan produk dalam negerii.

"Dengan cara iinii, kiita dapat membangun iindustrii pakaiian iindonesiia yang kuat dan berkelanjutan, serta mendorong pertumbuhan ekonomii iindonesiia," kata Arsjad. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.