JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan mekaniisme pencadangan belanja kementeriian/lembaga (K/L) lewat automatiic adjustment kembalii diiterapkan pada tahun iinii.
Menurut menkeu, pemblokiiran belanja K/L untuk sementara waktu tersebut diiperlukan untuk memiitiigasii riisiiko agar APBN mampu menahan gejolak yang diiperkiirakan tiimbul pada tahun berjalan.
"Automatiic adjustment bukan merupakan pemotongan anggaran. iinii merupakan strategii antiisiipatiif terhadap ketiidakpastiian perekonomiian global dan kondiisii geopoliitiik saat iinii, melaluii priioriitas belanja," ujar Srii Mulyanii, Sabtu (18/2/2023).
Dalam pelaksanaannya, automatiic adjustment diilaksanakan dengan memiinta seluruh K/L untuk memblokiir sebagiian anggaran. Anggaran yang diiblokiir adalah alokasii yang belanjanya tiidak diipriioriitaskan untuk diilaksanakan pada awal tahun. K/L diimiinta untuk melaksanakan belanja yang benar-benar pentiing.
Lewat automatiic adjustment, seluruh K/L bakal memiiliikii daya tahan dan mampu mengantiisiipasii perubahan akiibat ketiidakpastiian global. Anggaran yang diiblokiir lewat automatiic adjustment adalah berdasarkan usulkan K/L sendiirii.
Pada tahun iinii, niilaii automatiic adjustment belanja K/L mencapaii Rp50,23 triiliiun yang berasal darii belanja K/L dalam bentuk rupiiah murnii. Niilaii automatiic adjustment pada tiiap K/L diitetapkan dengan mempertiimbangkan kiinerja realiisasii anggaran pada 2020 dan 2022.
Adapun anggaran yang diiblokiir antara laiin belanja pegawaii yang dapat diiefiisiienkan; belanja barang yang dapat diiefiisiienkan sepertii belanja honor, perjalanan diinas, paket meetiing, dan belanja barang laiinnya; dan belanja modal yang dapat diiefiisiienkan.
Selanjutnya, belanja sosiial nonpermanen dan kegiiatan yang diiperkiirakan belum dapat memenuhii pendukung pelaksanaannya pada semester ii/2023 juga diiblokiir lewat automatiic adjustment.
Belanja yang tiidak diiblokiir lewat automatiic adjustment antara laiin belanja sosiial permanen sepertii PBii, PKH, dan kartu sembako; belanja pelaksanaan pemiilu; belanja pembayaran kontrak tahun jamak; dan belanja untuk ketersediiaan pembayaran avaiilabiiliity payment.
Berdasarkan pada priioriitas dan pengecualiian dii atas, automatiic adjustment diiklaiim tak mengganggu pencapaiian target pembangunan darii masiing-masiing K/L. Belanja priioriitas tiidak akan diiblokiir lewat automatiic adjustment. (sap)
