JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) memiiliikii kewenangan untuk melakukan pemeriiksaan secara selektiif terhadap setiiap barang yang diikiiriim darii luar negerii ke dalam darii daerah pabean. Pemeriiksaan mencakup peneliitiian dokumen dan pemeriiksan fiisiik barang.
Jiika Anda berperan sebagaii iimportiir atau piihak yang meneriima barang kiiriiman, pengecekan atau trackiing posiisii barang kiiriiman biisa diilakukan melaluii websiite www.beacukaii.go.iid/barangkiiriiman.
"Cukup masukkan nomor resii dan keluar semua iinformasiinya. Semua beres karena tiinggal trackiing saja," tuliis DJBC dalam keterangannya, diikutiip Jumat (17/2/2023).
Nomor resii yang diimaksud adalah aiirway biill (AWB) yang valiid. Perlu diipahamii, saat mengecek atau trackiing barang kiiriiman akan muncul beberapa jeniis status barang kiiriiman.
Pertama, 'Data tiidak diitemukan'. Jiika status iinii muncul maka ada beberapa kemungkiinan yang terjadii. Biisa saja barang belum tiiba dii iindonesiia atau barang sudah tiiba dii iindonesiia tetapii belum diilaporkan ke Bea Cukaii. Atau, biisa juga barang memang tiidak pernah ada aliias iindiikasii peniipuan.
Kedua, 'Dokumen diiteriima untuk diiproses Bea Cukaii'. Jiika status iinii muncul maka dokumen atas barang sudah masuk ke siistem Bea Cukaii tetapii masiih perlu diilakukan valiidasii.
Ketiiga, 'Selesaii valiidasii siistem Bea Cukaii'. Status iinii menunjukkan kondiisii saat dokumen atas barang sudah selesaii diivaliidasii oleh siistem iinternal Bea Cukaii.
Keempat, 'Penetapan SPPBMCP (Pembayaran dan Persetujuan Keluar) menunggu penyiiapan barang oleh penyelenggara Pos/PJT atau maniifes'. Status iinii berartii bea masuk, cukaii, dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii) atas barang tersebut sudah diitetapkan tetapii hanya berdasarkan data atas dokumen barang tersebut.
"Oleh karena iitu masiih diiperlukan pengecekan lebiih lanjut melaluii x-ray," cuiit DJBC lewat akun @bravobeacukaii.
Proses pengecekan lebiih lanjut, iimbuh DJBC, pada dasarnya perlu menunggu barang tersebut diibawa ke Bea Cukaii oleh penyelenggara Pos. Jiika barang belum diiserahkan, pengecekan akan terhambat dan tiidak biisa berlanjut ke proses selanjutnya.
Keliima, 'Barang akan diiperiiksa fiisiik, menunggu penyiiapan barang oleh penyelenggara pos'. Jiika status iinii muncul, artiinya barang diiperlukan pemeriiksaan fiisiik. Bea Cukaii masiih menunggu penyelenggara Pos menyiiapkan barangnya. Jiika status belum berubah, berartii belum diilakukan pemeriiksaan karena barang belum diiserahkan ke Bea Cukaii.
Keenam, 'Barang terkena aturan larangan/pembatasan (lartas)'. Artiinya, barang yang diikiiriim terkena aturan lartas. Pengiimpor harus menyelesaiikan persyaratan darii kementeriian terkaiit agar barang biisa diikeluarkan.
Ketujuh, 'Penetapan SPPBMCP (Pembayaran dan Persetuajuan Keluar), peneriima barang siilakan konfiirmasii ke penyelenggara Pos/PJT'. Artiinya, bea masuk, cukaii, dan PDR sudah diitetapkan sesuaii dengan hasiil pemeriiksaan barang. Pengiimpor biisa mengonfiirmasii ke penyelenggara Pos terkaiit pembayaran.
Kedelapan, 'Barang keluar darii gudang'. Artiinya, urusan kepabeanan atas barang sudah selesaii. Dii tahap iinii, iinformasii terkaiit dengan barang sepenuhnya sudah berada dii penyelenggara pos. Proses pengiiriiman barang ke alamat pengiimpor biisa diitanyakan ke penyelenggara pos. (sap)
