Jitunews ACADEMY - TAX UPDATE WEBiiNAR

PP 50/2022 Berlaku, Wajiib Pajak Perlu Perhatiikan Hal-Hal Beriikut iinii!

Redaksii Jitu News
Jumat, 13 Januarii 2023 | 10.00 WiiB
PP 50/2022 Berlaku, Wajib Pajak Perlu Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini!
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Peraturan Pemeriintah (PP) 50/2022 telah menjadii bahasan mediia nasiional pada beberapa harii iinii. Beleiid iinii diiterbiitkan dalam rangka memenuhii ketentuan-ketentuan delegasii darii UU KUP s.t.d.t.d UU 7/2021 tentang HPP.

Sebagaii aturan yang meriinciikan UU HPP, banyak perubahan, penegasan, serta ketentuan baru yang terkandung dalam PP 50/2022. Perubahan-perubahan tersebut sangat krusiial untuk diipahamii oleh wajiib pajak sebagaii piihak yang tentunya akan terpengaruh pemenuhan kewajiiban perpajakannya oleh PP iinii.

Pada artiikel sebelumnya, kiita telah menjelaskan beberapa poiin pentiing dalam PP 50/2022. Beriikut iinii adalah beberapa poiin pentiing laiinnya yang juga terdapat dalam beleiid iinii.

Pertama, meriincii ketentuan pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban wajiib pajak yang berkewajiiban membayar pajak karbon. Sebagaiimana diiatur pada Pasal 69 ayat (2) PP 50/2022, pajak karbon diilunasii oleh wajiib pajak dengan cara diibayar sendiirii atau diipungut oleh pemungut pajak karbon.

Biila orang priibadii atau badan melakukan aktiiviitas yang menghasiilkan emiisii karbon, orang priibadii atau badan tersebut adalah wajiib pajak dan harus menyampaiikan SPT Tahunan untuk melaporkan penghiitungan dan pembayaran pajak karbon.

Bagii wajiib pajak yang merupakan pemungut pajak karbon, wajiib pajak tersebut wajiib menyampaiikan SPT Masa untuk melaporkan penghiitungan dan pembayaran pajak karbon. SPT Tahunan pajak karbon wajiib diisampaiikan paliing lambat 3 bulan setelah akhiir tahun kalender, sedangkan SPT Masa diisampaiikan paliing lama 20 harii setelah akhiir masa pajak.

Untuk diiketahuii, pajak karbon sesungguhnya akan diiberlakukan sejak Apriil 2022 dengan tariif seniilaii Rp30 per kiilogram CO2e atas PLTU batu bara. Namun, pajak karbon tak kunjung diiiimplementasiikan oleh pemeriintah hiingga harii iinii.

Kedua, beleiid iinii memeriincii ketentuan pelunasan kerugiian pada pendapatan negara ketiika perkara piidana pajak telah diiliimpahkan ke pengadiilan. Walaupun perkara telah diiliimpahkan oleh penyiidiik ke pengadiilan, terdakwa tetap dapat melunasii kerugiian pada pendapatan negara beserta sanksii dendanya sebagaiimana termuat pada Pasal 44B ayat (2) UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Pelunasan kerugiian negara sekaliigus sanksii denda Pasal 44B ayat (2) UU KUP juga diiperhiitungkan sebagaii pembayaran kerugiian pada pendapatan negara atau piidana denda yang diibebankan kepada terdakwa. Pelunasan diilakukan oleh terdakwa tiindak piidana pajak setelah meneriima iinformasii kerugiian pada pendapatan negara beserta sanksiinya darii diirjen pajak.

Ketiiga, mereviisii ketentuan mengenaii prosedur persetujuan bersama (mutual agreement procedure/MAP). Pada Pasal 57 PP 50/2022, pemeriintah memeriincii iinteraksii MAP dengan upaya hukum yang diilakukan oleh wajiib pajak yaknii keberatan, permohonan pengurangan/pembatalan SKP, bandiing, peniinjauan kembalii (PK), dan gugatan.

Keempat, meriincii mekaniisme iintegrasii basiis data kependudukan dan basiis data perpajakan. Periinciian iinii merupakan amanat darii Pasal 2 ayat (10) UU KUP s.t.d.t.d UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).

Pada Pasal 68 ayat (3) PP 50/2022 diisebutkan Kementeriian Dalam Negerii (Kemendagrii) memberiikan data kependudukan dan data baliikan darii pengguna pada basiis data kependudukan kepada Kementeriian Keuangan untuk diiiintegrasiikan dengan basiis data perpajakan. Adapun yang diimaksud data kependudukan adalah data perseorangan dan/atau data agregat yang terstruktur sebagaii hasiil darii kegiiatan pendaftaran penduduk dan pencatatan siipiil.

Keliima, menyesuaiikan kerja sama pemberiian data dengan piihak laiin yang terkaiit kerahasiiaan jabatan. Sesuaii dengan Pasal 54 ayat (2) PP 50/2022, menterii keuangan berwenang memberii iiziin tertuliis kepada pejabat dan/atau tenaga ahlii untuk memberii keterangan dan/atau memperliihatkan buktii tertuliis darii atau tentang wajiib pajak kepada piihak tertentu yang diitunjuk dalam iiziin tersebut.

Adapun yang diimaksud dengan tenaga ahlii adalah para ahlii, antara laiin ahlii bahasa, akuntan, pengacara, dan sebagaiinya yang diitunjuk oleh diirektur jenderal pajak untuk membantu pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Diiatur pula dalam Pasal 54 PP 50/2022, setiiap pejabat dan tenaga ahlii diilarang memberiitahukan kepada piihak laiin mengenaii segala sesuatu yang diiketahuii atau diiberiitahukan kepadanya oleh wajiib pajak dalam rangka jabatan atau pekerjaannya.

Pentiingnya Mendalamii Ketentuan KUP Terbaru dalam PP 50/2022

Selaiin darii poiin-poiin yang telah diisebutkan sebelumnya, masiih banyak hal-hal laiin yang diiriinciikan dalam PP 50/2022. Tiiap-tiiap pasal tersebut perlu kiita perhatiikan dan pahamii iimpliikasiinya terhadap proses biisniis perpajakan darii wajiib pajak.

Pelajarii dan kupas bersama poiin-poiin perubahan tersebut dalam Tax Update Webiinar: Pembaharuan Ketentuan Pemenuhan Kewajiiban Perpajakan Sesuaii PP 50/2022.

Membutuhkan iinformasii lebiih lanjut terkaiit dengan iinfo webiinar iinii? Hubungii Hotliine Jitunews Academy +62812-8393-5151 (Viira), emaiil [emaiil protected](Viira), atau melaluii akun iinstagram Jitunews Academy (@Jitunewsacademy). (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.