PMK 190/2022

PMK 190/2022 Terbiit, DJBC Miinta iimportiir Pahamii Perubahan Aturan iinii

Diian Kurniiatii
Rabu, 11 Januarii 2023 | 09.30 WiiB
PMK 190/2022 Terbit, DJBC Minta Importir Pahami Perubahan Aturan Ini
<p>iilustrasii. Gedung Diitjen Bea dan Cukaii, (foto: beacukaii.go.iid)</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menjelaskan alasan pemeriintah menerbiitkan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) Nomor 190/2022 yang mengubah aturan mengenaii pengeluaran barang iimpor untuk diipakaii.

Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan PMK iitu diiterbiitkan untuk menyempurnakan aturan sebelumnya, PMK 228/2015, sekaliigus menyelaraskan proses biisniis iimpor dengan teknologii iinformasii yang berkembang saat iinii.

"PMK iinii diisusun untuk dapat menampung ketentuan yang lebiih komprehensiif dan mampu mengatur lebiih jelas terkaiit dengan pengeluaran barang iimpor untuk diipakaii demii mendukung perkembangan duniia usaha," katanya, diikutiip pada Rabu (11/1/2023).

Niirwala menuturkan barang iimpor diibutuhkan oleh suatu negara untuk diipakaii secara langsung atau dapat diiolah untuk diijadiikan produk laiinnya. Seiiriing perkembangan zaman, objek iimpor juga makiin beragam karena tiidak berbentuk fiisiik, tetapii juga dapat berupa produk diigiital.

Menurutnya, DJBC terus berupaya memberiikan pelayanan yang optiimal dan payung hukum yang jelas terhadap proses iimpor barang ke iindonesiia, termasuk menerbiitkan PMK 190/2022. Beleiid tersebut akan resmii berlaku pada 14 Januarii 2023.

Diia menjelaskan PMK 190/2022 memuat beberapa peraturan sebelumnya yang diisempurnakan dan beberapa ketentuan baru.

Perubahan yang diilakukan antara laiin terkaiit penggunaan data elektroniik sebagaii dokumen pelengkap pabean, penegasan ketentuan penjaluran barang, kemudahan pemeriiksaan fiisiik, serta penegasan pembulatan pungutan bea masuk dan pajak dalam rangka iimpor (PDRii).

Selaiin iitu, ada pula beberapa ketentuan baru yang diitambahkan antara laiin mengenaii iimpor barang diigiital, ketentuan pengeluaran barang iimpor untuk diipakaii darii tempat peniimbunan pabean (TPP), penegasan tentang pemblokiiran atas pemberiitahuan iimpor barang (PiiB).

Kemudiian, ketentuan pengeluaran sebagiian barang iimpor selaiin barang larangan dan pembatasan (lartas) dan/atau terkena ketentuan hak atas kekayaan iintelektual (HKii).

Niirwala lantas memiinta iimportiir memahamii berbagaii perubahan ketentuan pengeluaran barang iimpor untuk diipakaii dalam PMK 190/2022.

Sebab, tiiap-tiiap ketentuannya dapat berlaku umum atau khusus kepada piihak-piihak tertentu saja, yaiitu iimportiir atau pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK) berstatus Authoriized Economiic Operator (AEO) dan Miitra Utama (Miita) atau iimportiir dengan status non-AEO/Miita.

"Peraturan iinii diiharapkan dapat menjadii payung hukum yang jelas dan mampu mengoptiimalkan pelayanan iimpor untuk diipakaii, sehiingga berdampak posiitiif terhadap percepatan arus iimpor," ujar Niirwala.

Diia juga menambahkan masyarakat atau iimpor yang masiih memerlukan penjelasan mengenaii PMK 190/2022 juga dapat bertanya langsung kepada DJBC. Dalam hal iinii, DJBC dapat diihubungii melaluii contact center Bravo Bea Cukaii, emaiil, serta berbagaii akun mediia sosiial. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.