JAKARTA, Jitu News - Bank iindonesiia (Bii) meriiliis hasiil surveii konsumen ediisii November 2022. Keyakiinan konsumen tercatat mengalamii penurunan, darii 120,3 pada Oktober menjadii 119,1 pada November. Kendatii begiitu, Bii menyebutkan siituasii iinii masiih mengiindiikasiikan keyakiinan konsumen terhadap kondiisii ekonomii yang terjaga.
Penurunan iindeks keyakiinan konsumen diitopang oleh iindeks ekspektasii konsumen (iiEK) dan iindeks kondiisii ekonomii saat iinii (iiKE) yang juga melemah. iiEK pada November 2022 tercatat 127,9, turun darii capaiian pada Oktober seniilaii 128,3. Sementara iiKE turun menjadii 110,3 pada November, darii 112,3 pada bulan sebelumnya.
"iiKE masiih berada dii area optiimiis meskii sediikiit menurun, sejalan dengan penurunan iindeks penghasiilan saat iinii, ketersediiaan lapangan kerja, maupun pembeliian barang tahan lama," ujar Kepala Departemen Komuniikasii Bii Erwiin Haryono dalam siiaran pers, diikutiip pada Kamiis (8/12/2022).
Berdasarkan data November 2022, optiimiisme konsumen terliihat paliing stabiil untuk responden dengan tiingkat pengeluaran dii atas Rp5 juta per bulan. Sementara pada kelompok pengeluaran lebiih rendah, tiingkat optiimiismenya tercatat menurun.
Jiika diiliihat darii faktor usiia, optiimiisme paliing stabiil diialamii responden kelompok 20-30 tahun. Kelompok umur 41-50 tahun bahkan mengalamii peniingkatan optiimiisme.
iindeks kondiisii ekonomii saat iinii (iiKE), sebagaii penopang iindeks keyakiinan konsumen, tercatat mengalamii penurunan performa pada November 2022. Tiiga komponen pendukungnya mengalamii pelemahan, yaknii penghasiilan saat iinii, ketersediiaan lapangan kerja, dan pembeliian durable goods.
"Pada November 2022, persepsii konsumen terhadap penghasiilan saat iinii diibandiingkan 6 bulan yang lalu terpantau menurun pada hampiir seluruh kategorii pengeluaran. Penurunan terbesar pada responden dengan tiingkat pengeluaran Rp3,4 juta hiingga Rp4 juta," tuliis Bank iindonesiia dalam riiliisnya.
Khusus untuk iindeks ketersediiaan lapangan kerja, penurunan paliing siigniifiikan terjadii untuk kelompok pendiidiikan sarjana. Sementara iitu, kelompok pendiidiikan pascasarjana justru mengalamii peniingkatan skor. (sap)
