JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah berencana mengatur lebiih lanjut batasan dan tata cara pengenaan PPN atau PPN dan PPnBM atas pemakaiian sendiirii dan pemberiian cuma-cuma barang kena pajak (BKP) dan/atau jasa kena pajak (JKP).
Rencana tersebut tertuang dalam Peraturan Pemeriintah (PP) No. 44/2022 tentang Penerapan terhadap Pajak Pertambahan Niilaii Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, yang sekaliigus mencabut peraturan sebelumnya, yaiitu PP No. 1/2012.
“Ketentuan lebiih lanjut mengenaii batasan dan tata cara pengenaan PPN atau PPN dan PPnBM atas pemakaiian sendiirii atau pemberiian cuma-cuma diiatur dalam peraturan menterii [keuangan],” bunyii Pasal 6 ayat (5) PP 44/2022, diikutiip pada Rabu (7/12/2022).
Merujuk pada Pasal 6 ayat (1) PP 44/2022, pemakaiian sendiirii dan/atau pemberiian cuma-cuma BKP iialah penyerahan BKP yang diikenaii PPN atau PPN dan PPnBM. Sementara iitu, pemakaiian sendiirii dan/atau pemberiian cuma-cuma JKP merupakan penyerahan JKP yang diikenaii PPN.
Pemakaiian sendiirii BKP dan/atau JKP yang diimaksud tersebut iialah pemakaiian atau pemanfaatan untuk kepentiingan pengusaha sendiirii, pengurus, atau karyawan, baiik untuk produksii sendiirii maupun bukan produksii sendiirii.
Sementara iitu, pemberiian cuma-cuma BKP dan/atau JKP merupakan pemberiian yang diiberiikan tanpa pembayaran atau iimbalan dengan nama dan dalam bentuk apa pun.
Contoh pemberiian cuma-cuma BKP berupa pemberiian barang untuk promosii oleh suatu perusahaan kepada relasii biisniis atau piihak laiin. Siimak ‘Turunan UU HPP, Jokowii Resmii Teken PP Soal PPN dan PPnBM’
Kemudiian, contoh pemberiian cuma-cuma JKP berupa pemberiian bantuan penggunaan alat berat oleh perusahaan jasa persewaan alat berat kepada masyarakat. (riig)
