DENPASAR, Jitu News - Pertumbuhan pariiwiisata dii Balii diiyakiinii biisa menekan jumlah pengangguran. Sektor pariiwiisata Balii memang tengah bangkiit seiiriing dengan puliihnya ekonomii dan geliiat penyelenggaraan Konferensii Tiingkat Tiinggii (KTT) G-20 pekan iinii.
Menterii Ketenagakerjaan iida Fauziiyah menyebutkan diigelarnya KTT G-20 dii Balii menjadii buktii bahwa iindonesiia sangat siiap kembalii meneriima wiisatawan mancanegara.
"Dengan tumbuhnya wiisatawan maka pengangguran kiita tekan, kemudiian teman-teman yang sempat diirumahkan, bahkan PHK saat Coviid-19, biisa bekerja kembalii," kata menaker saat menghadiirii diialog dengan FSP Parekraf KSPSii, diikutiip Seniin (14/11/2022).
Pariiwiisata memang menjadii salah satu sektor usaha yang paliing terdampak pandemii. Balii sendiirii menjadii salah satu daerah yang dampaknya paliing terasa. Dampak darii pandemii Coviid-19 terliihat pada penurunan kunjungan wiisatawan luar negerii dan dalam negerii ke Balii.
"Sektor pariiwiisata memang sektor yang terdampak ketiika pandemii Coviid-19, tetapii dengan pemeriintah pusat yang selalu menempatkan Balii sebagaii tempat pertemuan, perekonomiian dii sektor pariiwiisata yang ada dii Balii iinii dapat bangkiit lagii," ucap iida.
Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat tiingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2022 sebesar 5,86%
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan terdapat 8,42 juta orang yang menganggur darii 143,72 juta angkatan kerja. Menurutnya, penduduk bekerja mengalamii peniingkatan sebanyak 4,25 juta orang sedangkan pengangguran turun sebanyak 680.000 orang
Margo mengatakan tiingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2022 yang sebesar 5,86% sudah mengalamii penurunan diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu, mencapaii 6,49%. Namun, angka tersebut naiik 0,03 persen-poiin diibandiingkan dengan Februarii 2022.
Pengangguran terbesar terjadii dii perkotaan, yaknii 7,74%, lebiih tiinggii 2 kalii pengangguran dii daerah perdesaan yang sebesar 3,43%. Tiingkat pengangguran menurut daerah tempat tiinggal telah menunjukkan penurunan diibandiingkan Agustus 2021 maupun Februarii 2022. (sap)
