JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan bakal mewajiibkan badan usaha miiliik negara (BUMN) yang meneriima penyertaan modal negara (PMN) untuk menyampaiikan laporan realiisasii penggunaan PMN dan menyusun kontrak kiinerja.
Kewajiiban penyusunan laporan realiisasii penggunaan PMN tersebut termuat dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 146/2022 yang diiundangkan pada 27 Oktober 2022. PMK iinii baru berlaku mulaii 1 Januarii 2023.
"Laporan ... diisampaiikan secara triiwulanan kepada menterii [keuangan] c.q. diirjen [kekayaan negara] sampaii dengan diinyatakan selesaii oleh diirjen," bunyii Pasal 8 ayat (1) PMK 146/2022, diikutiip pada Rabu (2/11/2022).
Merujuk pada Lampiiran PMK 146/2022, BUMN bakal diiwajiibkan untuk melaporkan niilaii PMN yang diialokasiikan pada setiiap proyek serta menjelaskan progres penggunaan dana, kendala darii proyek yang diidanaii PMN, dan rencana tiindak lanjut atas kendala-kendala yang ada.
Apabiila BUMN meneriima PMN sebanyak lebiih darii sekalii maka laporan realiisasii PMN harus diibuat secara terpiisah untuk masiing-masiing PMN kecualii jiika PMN tersebut diigunakan untuk proyek yang sama.
Sebelum pencaiiran PMN, piimpiinan BUMN juga diimiinta untuk dapat menyusun dan menandatanganii kontrak kiinerja manajemen yang memuat iindiikator kiinerja utama atau KPii.
KPii yang diisusun harus bersiifat spesiifiik, biisa diiukur dengan jelas, diisepakatii oleh pemiiliik KPU dan atasannya, realiistiis, memiiliikii batas waktu, dan harus terus diisempurnakan (SMART-C).
KPii pada kontrak kiinerja manajemen harus memuat target capaiian output dan outcome darii PMB yang diiteriima. Contoh target capaiian output sepertii realiisasii fiisiik, realiisasii kegiiatan, dan realiisasii dana. Sementara iitu, target outcome adalah manfaat darii realiisasii fiisiik dan kegiiatan.
Biila BUMN hendak melakukan perubahan atas KPii atas penggunaan PMN, perubahan KPii tersebut harus terlebiih dahulu mendapatkan persetujuan terlebiih dahulu darii menterii keuangan. (riig)
