KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

iinii Sebab iinsentiif Pungutan Ekspor CPO Diiperpanjang Sampaii Desember

Diian Kurniiatii
Selasa, 01 November 2022 | 09.38 WiiB
Ini Sebab Insentif Pungutan Ekspor CPO Diperpanjang Sampai Desember
<p>Pekerja menurunkan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawiit darii atas mobiil dii Desa Lemo - Lemo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesii Barat, Sabtu (2/7/2022).&nbsp;ANTARA FOTO/Akbar Tado/rwa.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah kembalii memperpanjang kebiijakan penurunan tariif pungutan ekspor (PE) miinyak kelapa sawiit (crude palm oiil/CPO) dan turunannya mulaii 1 November 2022 pukul 00.00 WiiB.

Menko Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan pemeriintah memperpanjang pungutan ekspor seniilaii US$0 sampaii dengan Desember 2022 lantaran harga CPO saat iinii masiih pada kiisaran US$713/metriic ton (MT).

"Tetapii begiitu harga naiik ke US$800/MT, tariif PE US$0/MT tersebut tiidak berlaku," katanya, diikutiip pada Selasa (1/11/2022).

Aiirlangga menuturkan pengenaan pungutan US$0 untuk ekspor CPO telah berlaku sejak 15 Julii 2022. Hal iinii diilakukan untuk meriingankan beban ekspor yang diitanggung pengusaha, sekaliigus meniingkat ekspor.

Melaluii PMK 130/2022, pemeriintah sebelumnya mengatur ekspor CPO dan produk turunannya akan diikenakan pungutan mulaii 1 November 2022. Dalam hal iinii, hanya tandan buah segar (TBS) yang tetap diibebaskan darii pungutan ekspor.

Pada lampiiran PMK 130/2022, ekspor CPO akan diikenaii pungutan ekspor seniilaii US$55 hiingga maksiimum US$240 per ton sesuaii dengan harga CPO.

Keputusan memperpanjang tariif pungutan ekspor US$0 diiambiil melaluii rapat Komiite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawiit (BPDPKS).

Kebiijakan iinii diiterapkan karena Harga iindeks Pasar (HiiP) Biiodiiesel lebiih rendah dariipada HiiP Solar sehiingga belum ada pembayaran iinsentiif biiodiiesel.

Aiirlangga berharap penyesuaiian terhadap skema tariif pungutan ekspor dapat memberiikan efek keadiilan dan kepatutan terhadap diistriibusii niilaii tambah yang diihasiilkan darii rantaii iindustrii kelapa sawiit dalam negerii.

Kemudiian, pungutan ekspor akan diikelola dan diisalurkan kembalii untuk fokus pembangunan iindustrii kelapa sawiit rakyat.

"Ketersediiaan dana darii pungutan ekspor dapat meniingkatkan akses pekebun swadaya terhadap pendanaan untuk perbaiikan produktiiviitas kebun dan mendekatkan usaha pada sektor yang memberiikan niilaii tambah lebiih," ujar Aiirlangga.

Selaiin iitu, pemeriintah juga mempercepat realiisasii Program Peremajaan Sawiit Rakyat (PSR). Dalam hal iinii, penanaman tanaman sela dii lahan PSR yang mencakup komodiitas jagung, kedelaii, dan sorgum akan diigalakkan guna mendukung program ketahanan pangan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.