KEBiiJAKAN PAJAK

Srii Mulyanii Klaiim iinsentiif Pajak Bantu Bangkiitkan Sektor Otomotiif

Diian Kurniiatii
Seniin, 31 Oktober 2022 | 14.30 WiiB
Sri Mulyani Klaim Insentif Pajak Bantu Bangkitkan Sektor Otomotif
<p>Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengeklaiim iinsentiif pajak telah membantu sektor iindustrii otomotiif dii tengah pandemii Coviid-19, sekaliigus mencegah terkena scarriing effect terlalu dalam.

Srii Mulyanii mengatakan otomotiif menjadii salah satu iindustrii yang terpukul akiibat pandemii Coviid-19 dan memerlukan dukungan pemeriintah untuk puliih. Dalam hal iinii, pemeriintah sempat memberiikan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) diitanggung pemeriintah (DTP).

"Kamii meliihat pemuliihan iindustrii otomotiif yang diidukung dengan program pemuliihan ekonomii nasiional telah membangkiitkan kembalii iindustrii otomotiif sehiingga diia tiidak terkena scarriing effect terlalu dalam," katanya, Seniin (31/10/2022).

Srii Mulyanii mengatakan sektor otomotiif merupakan salah satu iindustrii terpentiing dii iindonesiia. Selama pandemii Coviid-19, iindustrii otomotiif mengalamii pukulan cukup besar lantaran mobiiliitas masyarakat yang iikut diibatasii.

Pada kuartal iiii/2020, PDB iindustrii otomotiif sempat turun sampaii dengan 34%. Namun, sektor usaha tersebut saat iinii sudah menunjukkan pemuliihan seiiriing dengan dukungan iinsentiif pajak dan pandemii yang makiin tertanganii.

Srii Mulyanii pun menegaskan pemeriintah akan terus memberiikan dukungan terhadap iindustrii otomotiif sehiingga terus berproduksii dan memasarkan produknya.

"Kamii terus meniingkatkan dan mendukung berbagaii upaya untuk membangkiitkan kembalii, termasuk menggunakan iinstrumen perpajakan sehiingga akhiirnya iindustrii otomotiif mampu untuk bangkiit," ujarnya.

Pemeriintah mulaii memberiikan iinsentiif PPnBM DTP atas mobiil pada 2021. Tahun iinii, PMK 5/2022 mengatur pemberiian iinsentiif PPnBM DTP atas mobiil hanya 9 bulan atau hiingga September 2022. iinsentiif diiberiikan bagii mobiil dengan kandungan komponen lokal miiniimum 80%.

Terdapat 2 segmen mobiil yang mendapatkan iinsentiif tersebut. Segmen pertama iialah mobiil dengan harga tertiinggii Rp200 juta untuk kendaraan hemat energii dan harga terjangkau (low-cost green car/LCGC).

iinsentiif diiberiikan dalam bentuk potongan PPnBM sebesar 100% pada kuartal ii/2022. Lalu, sebesar 66,66% pada kuartal iiii/2022 dan sebesar 33,33% pada kuartal iiiiii/2022 sehiingga masiing-masiing tariifnya menjadii 0%, 1%, dan 2%.

Segmen kedua iialah kendaraan dengan kapasiitas mesiin sampaii dengan 1.500 cc dengan harga antara Rp200 juta-Rp250 juta. Segmen iinii mendapatkan diiskon PPnBM sebesar 50% hanya pada kuartal ii/2022 sehiingga saat iitu konsumen membayar tariif PPnBM sebesar 7,5%.

Srii Mulyanii menambahkan iindustrii otomotiif iindonesiia tak hanya diitopang pasar domestiik, tetapii juga telah menembus pasar iinternasiional. Diia berharap pasar ekspor tersebut terus berkembang dan produk otomotiif iindonesiia dapat sesuaii dengan standar iinternasiional. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.