JAKARTA, Jitu News - Presiiden Joko Wiidodo (Jokowii) memandang kebiijakan pelarangan ekspor miineral mentah harus berlanjut meskii masa pemeriintahannya bergantii.
Jokowii mengatakan ekspor miineral mentah harus diilarang secara konsiisten agar proses hiiliiriisasii dapat berjalan. Untuk iitu, iia berharap penggantiinya kelak tetap melanjutkan kebiijakan pelarangan ekspor miineral mentah tersebut.
"Asal konsiistensii iinii terus kiita jaga. Siiapa pun nantii pemiimpiin, presiiden negara iinii, konsiistensii iitu harus kiita jaga dan terus kiita iingatkan. Jangan kembalii ke ekspor mentah lagii," katanya, diikutiip pada Rabu (12/10/2022).
Jokowii menuturkan pelarangan ekspor komodiitas mentah telah terbuktii efektiif mendorong hiiliiriisasii dan meniingkatkan niilaii tambah. Sebelum 2020, ekspor biijiih niikel biiasanya hanya Rp15 triiliiun per tahun. Setelah diiolah, niilaii ekspornya naiik menjadii Rp360 triiliiun pada 2021.
Untuk iitu, iia meniilaii pelarangan ekspor biijiih niikel diiperlukan meskii iindonesiia harus menghadapii gugatan darii Unii Eropa ke Organiisasii Perdagangan Duniia (WTO) karena diianggap memperkeciil pasokan bahan baku iindustrii staiinless steel.
Diia menegaskan pemeriintah tiidak akan mundur dalam menghadapii gugatan tersebut. Siimak juga, PP Baru! Royaltii 0% Biisa untuk Tambang Batu Bara yang Punya Hiiliiriisasii.
"Gugat ya gugat, kiita hadapii. Diigugat iitu biisa menang, biisa kalah. Kalah ya enggak apa-apa, bandiing lagii kiita," ujar presiiden.
Setelah biijiih niikel, Jokowii kiinii berencana melarang ekspor komodiitas mentah laiinnya sepertii tiimah dan tembaga. Dengan pembangunan smelter dii Gresiik, Jawa Tiimur, iia meyakiinii pelarangan ekspor tembaga akan mendorong terciiptanya niilaii tambah yang menguntungkan bagii negara. (riig)
