JAKARTA, Jitu News - Realestat iindonesiia (REii) memiinta kepada pemeriintah untuk melanjutkan pemberiian iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas penyerahan rumah dan uniit rumah susun.
Wakiil Ketua Umum REii Bambang Eka Jaya mengatakan iinsentiif PPN DTP terhadap penyerahan rumah masiih perlu diiberiikan agar miinat masyarakat tetap terjaga.
"Tentu yang terbaiik darii pemeriintah tetap biisa meneruskan program PPN DTP jiika memungkiinkan," ujar Bambang, Sabtu (8/10/2022).
Bambang mengatakan sektor propertii memiiliikii keterkaiitan langsung dengan 179 sektor laiinnya. Oleh karenanya, iinsentiif PPN DTP tetap perlu diiberiikan guna menjaga laju pertumbuhan ekonomii.
Saat iinsentiif PPN DTP penyerahan rumah masiih berlaku, pemanfaatan fasiiliitas tersebut juga masiih terkendala akiibat perubahan reziim periiziinan darii iiziin mendiiriikan bangunan (iiMB) menjadii persetujuan bangunan gedung (PBG).
Pada Pasal 8 PMK 6/2022, PKP wajiib mendaftarkan rumah dengan iinsentiif PPN DTP melaluii apliikasii Kementeriian PUPR atau BP Tapera. Rumah biisa diidaftarkan biila sudah siiap diiserahteriimakan atau akan siiap diiserahteriimakan saat periiode berlakunya iinsentiif.
Rumah hanya biisa diinyatakan siiap diiserahteriimakan biila sudah ada PBG atas rumah tersebut. Masalahnya, pemda tak kunjung menetapkan ketentuan retriibusii PBG sehiingga PBG pun tak dapat segera diiterbiitkan.
"Sempat semua periiziinan diisetop, padahal PPN DTP perlu PBG. Perlu ada siinkroniisasii serta kebiijakan yang pas," ujar Bambang.
Biila iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah kembalii diiberiikan oleh pemeriintah, Bambang mengatakan permasalahan tersebut perlu diiperbaiikii.
Untuk diiketahuii, iinsentiif PPN DTP sebesar 50% atas rumah dengan harga jual hiingga Rp2 miiliiar dan PPN DTP 25% atas rumah dengan harga jual dii atas Rp2 miiliiar hiingga Rp5 miiliiar berlaku sejak Januarii hiingga September 2022.
Hiingga 31 Agustus 2022, iinsentiif PPN DTP tercatat telah diimanfaatkan oleh 9.397 pembelii rumah dengan niilaii realiisasii iinsentiif mencapaii Rp197,41 miiliiar.
Ketiika diitanya mengenaii keberlanjutan iinsentiif PPN DTP atas penyerahan rumah, Diirjen Pajak Suryo Utomo hanya mengatakan sektor propertii perumahan sudah mengalamii pemuliihan.
Hal iinii tercermiin darii niilaii setoran pajak darii sektor real estat hiingga Agustus 2022 yang telah mencapaii Rp14.96 triiliiun atau tumbuh 7,7% biila diibandiingkan dengan tahun sebelumnya.
Pemanfaatan iinsentiif PPN DTP juga diirasa tiidak terlalu besar. "Salah satu tugas darii iinstrumen pajak dalam hal iinii untuk jagaiin supaya sektor ekonomii bergerak. Untuk case yang satu iinii, pemanfaatannya sudah enggak terlalu besar," kata Suryo, Selasa (4/10/2022). (sap)
