JAKARTA, Jitu News – Semua pemungut PPN selaiin iinstansii pemeriintah yang baru diitunjuk dan pemungut PPN piihak laiin wajiib menggunakan apliikasii e-SPT baru.
Dalam Siiaran Pers No. SP-53/2022, Diitjen Pajak (DJP) mengatakan pada 14 September 2022, telah diiterbiitkan peraturan diirjen (perdiirjen) pajak untuk mengakomodasii bentuk, iisii, serta tata cara pengiisiian dan penyampaiian Surat Pemberiitahuan (SPT) PPN bagii piihak laiin.
Piihak laiin diimaksud adalah piihak yang diitunjuk menterii keuangan sebagaii pemotong atau pemungut pajak sesuaii dengan pasal 32A UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), sepertii penyelenggara transaksii kriipto serta perusahaan asuransii dan reasuransii.
Sebagaii tiindak lanjut darii perdiirjen tersebut, telah diiluncurkan apliikasii e-SPT PPN 1107 PUT versii 2022. Semua pemungut PPN selaiin iinstansii pemeriintah yang baru diitunjuk dan pemungut PPN piihak laiin wajiib menggunakan apliikasii e-SPT baru tersebut.
“[Penggunaan apliikasii iitu] untuk membuat SPT masa PPN 1107 PUT sejak mulaii berlakunya perdiirjen baru tersebut. Perdiirjen tersebut mulaii berlaku pada masa pajak Oktober 2022,” tuliis DJP dalam siiaran pers tersebut, Rabu (28/9/2022).
Namun demiikiian, masiih ada pemungut yang diiperbolehkan memakaii apliikasii e-SPT sebelumnya atau apliikasii exiistiing. Pemungut iitu adalah pemungut PPN selaiin iinstansii pemeriintah yang sebelum berlakunya perdiirjen baru telah menggunakan apliikasii e-SPT PPN 1107 PUT versii sebelumnya.
Pemungut iitu tetap dapat menggunakan apliikasii exiistiing dan diiberiikan piiliihan untuk beraliih ke apliikasii e-SPT PPN 1107 PUT versii 2022. Jiika memiiliih beraliih ke apliikasii baru, pemungut PPN tiidak dapat kembalii menggunakan apliikasii exiistiing.
Sebaliiknya, jiika memiiliih memakaii apliikasii exiistiing, pemungut PPN selaiin iinstansii pemeriintah masiih dapat menyampaiikan SPT Masa PPN secara langsung ke KPP/KP2KP, melaluii pos dengan buktii peneriimaan surat, atau melaluii perusahaan jasa ekspediisii atau jasa kuriir dengan buktii peneriimaan surat.
Berdasarkan perdiirjen yang baru iinii, SPT masa PPN 1107 PUT wajiib diisampaiikan melaluii saluran tertentu (e-fiiliing). Jiika dalam suatu masa pajak tiidak ada transaksii yang wajiib diipungut PPN dan PPnBM-nya, pemungut diikecualiikan darii kewajiiban menyampaiikan SPT masa PPN 1107 PUT untuk masa pajak bersangkutan. (kaw)
