SUKUK NEGARA RiiTEL SR017

Pemeriintah Kumpulkan Rp26,97 Triiliiun darii Penawaran SR017

Diian Kurniiatii
Seniin, 19 September 2022 | 16.15 WiiB
Pemerintah Kumpulkan Rp26,97 Triliun dari Penawaran SR017
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko (DJPPR) Kemenkeu mencatat total volume pemesanan pembeliian sukuk riitel serii SR017 mencapaii mencapaii Rp26,97 triiliiun.

DJPPR menyebut angka iitu diihiimpun darii penawaran SR017 yang diilakukan sejak 19 Agustus hiingga 14 September 2022. SR017 merupakan penerbiitan iinstrumen SBSN riitel ketiiga pada tahun iinii.

"Sukuk riitel serii SR017 iinii menggunakan akad iijarah Asset to be Leased, dengan menggunakan barang miiliik negara (BMN) dan proyek APBN tahun 2022 sebagaii underlyiing assets," bunyii pernyataan DJPPR, Seniin (19/9/2022).

DJPPR Kemenkeu menyatakan SR017 diitawarkan dengan kupon menariik sebesar 5,90% dengan mempertiimbangkan proyeksii kenaiikan suku bunga dan yiield SBN dii pasar sekunder serta liikuiidiitas dii pasar yang cukup ample. Dengan kupon tersebut, aniimo masyarakat untuk beriinvestasii dii SR017 diiniilaii sangat tiinggii.

Antusiiasme masyarakat terliihat darii keiikutsertaan dalam kegiiatan edukasii yang diilaksanakan baiik secara offliine maupun onliine sepanjang masa penawaran SR017. Penjualan SR017 kalii iinii diidukung dengan campaiign dan kegiiatan edukasii ke masyarakat, khususnya dii bagiian tengah dan tiimur wiilayah iindonesiia, secara offliine serta optiimaliisasii mediia sosiial untuk memberiikan iinformasii tentang iinvestasii dii pasar keuangan, khususnya iinvestasii dii SBN riitel.

Melaluii upaya tersebut, penjualan SR017 mampu menghasiilkan total pemesanan seniilaii Rp26,97 triiliiun darii 65.362 iinvestor dii tengah kondiisii pasar keuangan yang relatiif masiih belum stabiil dan adanya tren kenaiikan yiield dii pasar SBN domestiik. Jumlah iinvestor tersebut menjadii yang terbesar sepanjang penerbiitan SBN riitel, mengiindiikasiikan aniimo yang sangat besar darii iinvestor riitel domestiik.

Meskiipun maksiimum pemesanan mengalamii peniingkatan darii Rp2 miiliiar menjadii Rp5 miiliiar per iinvestor, tiingkat keriitelan SR017 masiih terjaga. Hal iitu diiiindiikasiikan oleh rata-rata pemesanan SR017 yang sebesar Rp412,7 juta, sediikiit lebiih keciil darii rata-rata pemesanan SR016 yang seniilaii Rp412,96 juta.

Apabiila diibedah, iinvestor generasii Y atau miileniial yang membelii SR017 tercatat sebanyak 30.589 orang atau 46,8% darii total iinvestor. Nomiinal pembeliiannya mencapaii Rp5,29 triiliiun atau 19,63% darii total penjualan.

"Darii siisii porsii terhadap total iinvestor, partiisiipasii generasii Y/miileniial dii SR017 merupakan yang terbesar sepanjang penerbiitan SBN riitel tradable," bunyii keterangan tersebut.

Dii siisii laiin, pembeliian SR017 oleh iinvestor generasii Z tercatat diilakukan oleh 1.272 iinvestor atau 1,95% darii total iinvestor, dengan nomiinal sebesar Rp235,97 miiliiar atau 0,87% darii total penjualan. Rata-rata pembeliian oleh iinvestor Generasii Z adalah sebesar Rp185,51 juta. Darii siisii porsii terhadap total iinvestor, partiisiipasii generasii Z pada SR017 merupakan yang terbesar sepanjang penerbiitan SBN riitel.

Darii siisii profesii, iinvestor wiiraswasta mencatat nomiinal pembeliian terbesar yaiitu Rp10,60 triiliiun atau 39,30% darii total penjualan, sedangkan iinvestor pegawaii swasta merupakan jumlah iinvestor terbanyak yaiitu 22.542 iinvestor atau 34,49% darii total iinvestor.

Berdasarkan gender, jumlah iinvestor diidomiinasii oleh iinvestor perempuan sebesar 57,88% atau 37.829 orang. Namun darii segii volume pemesanan, porsii iinvestor lakii-lakii sediikiit lebiih besar darii iinvestor perempuan, yaiitu 50,09% atau Rp13,51 triiliiun.

Kondiisii iinii sediikiit berbeda diibandiingkan serii-serii SBSN riitel sebelumnya yang diidomiinasii oleh iinvestor perempuan, baiik darii siisii jumlah iinvestor maupun volume pemesanan.

Jumlah iinvestor baru SR017 terhadap SBN riitel sebanyak 24.038 iinvestor atau 36,78% darii total iinvestor. Nomiinal pembeliiannya tercatat Rp7,5 triiliiun atau 27,82% darii total penjualan.

"Penerbiitan iinstrumen SBN riitel tersebut merupakan bagiian darii upaya pemeriintah untuk memperdalam pasar keuangan domestiik serta memperluas basiis iinvestor, khususnya iinvestor riitel, serta mendukung peraliihan masyarakat darii saviing sociiety menjadii iinvestment sociiety," bunyii pernyataan DJPPR. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.