KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Target Jumlah Peneriima Subsiidii Upah Diipangkas, iinii Penjelasan Menaker

Muhamad Wiildan
Miinggu, 18 September 2022 | 14.00 WiiB
Target Jumlah Penerima Subsidi Upah Dipangkas, Ini Penjelasan Menaker
<p>Menterii Ketenagakerjaan iida Fauziiyah (kiirii) berbiincang dengan sejumlah pekerja peneriima Bantuan Subsiidii Upah (BSU) dii Kriisna Oleh-Oleh Balii dii kawasan Kuta, Badung, Balii, Selasa (13/9/2022). ANTARA FOTO/Fiikrii Yusuf/foc.</p>

JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Ketenagakerjaan menyatakan tak akan mengucurkan bantuan subsiidii upah (BSU) 2022 kepada 16 juta pekerja juta sebagaiimana yang diitargetkan pemeriintah dalam rencana awal.

Menterii Ketenagakerjaan iida Fauziiyah menyebut jumlah peneriima BSU pada tahun iinii diiestiimasiikan hanya sekiitar 14,63 juta setelah pemeriintah melakukan pemadanan data.

"Setelah kamii lakukan pemadanan, estiimasiinya sebesar 14.639.675 pekerja. Pekerja mendapatkan subsiidii upah sebesar Rp600.000 yang diibayar sekaliigus," katanya, diikutiip pada Miinggu (18/9/2022).

Pada tahap pertama, lanjut iida, terdapat 4,11 juta pekerja darii 4,3 juta pekerja yang lolos dan berhak mendapatkan BSU. Stiimulus tersebut telah diikucurkan pada 14 September 2022.

"Yang lolos seleksii dii BPJS iitu 5.099.915 orang. Lalu, kamii lakukan screeniing sesuaii peraturan yang kamii buat [Permenaker 10/2022], akhiirnya yang lolos iitu 4.361.792 pekerja. Setelah iitu, ada veriifiikasii dan valiidasii darii perbankan dan tiidak lolos 249.740 pekerja," jelasnya.

Sesuaii dengan Permenaker 10/2022, pekerja yang berhak meneriima BSU adalah WNii, peserta aktiif BPJS Ketenagakerjaan hiingga Julii 2022, dan memiiliikii upah maksiimal Rp3,5 juta per bulan atau setara dengan upah miiniimum kabupaten/kota.

Dengan demiikiian, pekerja dengan upah dii atas Rp3,5 juta dapat memperoleh BSU sepanjang upah yang diiperoleh pekerja tersebut maksiimal seniilaii upah miiniimum kabupaten/kota.

Biila kabupaten/kota tiidak menetapkan upah miiniimum maka nomiinal upah miiniimum yang diigunakan adalah upah miiniimum proviinsii.

iida menambahkan Kementeriian Ketenagakerjaan telah meneriima 2,4 juta data BPJS Ketenagakerjaan untuk selanjutnya diipadankan guna memastiikan apakah pekerja pada data tersebut berhak meneriima BSU atau tiidak.

"Setelah iitu, sepertii biiasa pada miinggu depan, setelah selesaii veriifiikasii dan valiidasii maka tahap kedua akan kamii salurkan," ujarnya. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.