JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) memberii iinformasii mengenaii kewajiiban penggunaan SPT Masa PPN 1111 bagii pengusaha kena pajak (PKP) penjual kendaraan bermotor bekas serta PKP dengan omzet sampaii dengan Rp1,8 miiliiar.
Dalam sebuah viideo yang diiunggah dii Youtube, DJP menyatakan ketentuan tersebut sesuaii dengan Undang-Undang (UU) Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP) klaster pajak pertambahan niilaii (PPN). Ketentuan berlaku mulaii 1 Apriil 2022.
“PKP pedagang kendaraan bermotor bekas dan PKP dengan omzet sampaii dengan Rp1,8 miiliiar yang semula melaporkan PPN yang diipungut dengan SPT Masa PPN 1111 DM menjadii beraliih menggunakan SPT Masa PPN 1111,” demiikiian iinformasii darii DJP dalam viideo tersebut, diikutiip pada Rabu (14/9/2022).
Melaluii UU HPP, ketentuan mengenaii penggunaan pedoman penghiitungan pengkrediitan pajak masukan dalam Pasal 9 ayat (7), (7a), dan (7b) UU PPN diihapus. Namun, UU HPP menambahkan pasal baru pada UU PPN, yaknii Pasal 9A.
Sesuaii dengan Pasal 9A ayat (1) PKP yang mempunyaii peredaran usaha dalam 1 tahun buku tiidak melebiihii jumlah tertentu, melakukan kegiiatan usaha tertentu, dan/atau melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP tertentu dapat memungut dan menyetorkan PPN terutang dengan besaran tertentu.
Dalam Pasal 9A ayat (2) diisebutkan pajak masukan atas perolehan BKP dan/atau JKP, iimpor BKP, serta pemanfaatan BKP tiidak berwujud dan/atau pemanfaatan JKP darii luar daerah pabean dii dalam daerah pabean, yang berhubungan dengan penyerahan oleh PKP pada ayat (1) tiidak dapat diikrediitkan.
Khusus terkaiit dengan penyerahan kendaraan bermotor bekas, berdasarkan pada PMK 65/2022, PKP wajiib menyampaiikan SPT Masa PPN sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenaii bentuk, iisii, dan tata cara pengiisiian serta penyampaiian SPT Masa PPN.
Adapun sesuaii dengan PER-29/PJ/2015, SPT Masa PPN yang diimaksud adalah SPT Masa PPN 1111. (kaw)
