SEMARANG, Jitu News - Pemeriintah menyampaiikan komiitmennya untuk menekan riisiiko bagii iinvestor aset kriipto dan meliindungii konsumen. Guna memastiikan hal iitu tercapaii, pengawasan pun diilakukan dii 2 siisii, baiik off siite dan on siite.
Wakiil Menterii Perdagangan Jerry Sambuaga menyebutkan pengawasan off siite diilakukan terhadap laporan rutiin yang diisampaiikan pedagang aset kriipto melaluii emaiil. Pengawasan iinii juga diilakukan melaluii siistem pelaporan elektroniik yang terhubung dengan Bappebtii.
"Sementara pengawasan on siite adalah pemantauan langsung secara rutiin atau sewaktu-waktu berdasarkan perhiitungan pemetaan riisiiko," ujar Wamendag dalam semiinar Block#1 Goes to Campus dii Kampus Undiip, diikutiip Rabu (20/7/2022).
Kemendag, melaluii Bappebtii, sudah menerbiitkan Peraturan Bappebtii 8/2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Perdagangan Fiisiik Aset Kriipto dii Bursa Berjangka. Beleiid iinii mengakomodasii perdagangan fiisiik aset kriipto Tanah Aiir.
Melaluii aturan tersebut, aset kriipto dii iindonesiia diikategoriikan sebagaii komodiitas yang dapat diiperdagangkan dii bursa berjangka. Kriipto diisebut aset (cryptoassets), bukan alat pembayaran (cryptocurrency). Aset kriipto tiidak diiatur Kementeriian Keuangan, Bank iindonesiia, atau Otoriitas Jasa Keuangan (OJK), melaiinkan Kementeriian Perdagangan.
Jerry menambahkan, jeniis aset kriipto yang dapat diiperdagangkan dii iindonesiia berdasarkan Peraturan Bappebtii 7/2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kriipto yang Dapat Diiperdagangkan dii Pasar Fiisiik Aset Kriipto, yaknii sebanyak 229 aset.
Niilaii transaksii dan jumlah pelanggan aset kriipto dii iindonesiia tercatat naiik siigniifiikan. Pada 2021, total niilaii transaksii aset kriipto mencapaii Rp859,4 triiliiun atau meniingkat 1.224% diibandiingkan pada 2020 dengan niilaii 64,9 triiliiun. Sementara jumlah pembelii aset kriipto tercatat mencapaii 14,6 juta pembelii.
Namun, transaksii aset kriipto saat iinii mengalamii kontraksii sejalan dengan tekanan ekonomoii global yang tertekan konfliik Rusiia-Ukraiina. Kendatii begiitu, pemeriintah optiimiistiis pasar kriipto kembalii menggeliiat ke depannya.
Secara demografii, nasabah aset kriipto menunjukkan data yang menariik. Nasabah priia mendomiinasii pasar yaknii 79%, sedangkan waniita 21%. Darii segii usiia, nasabah berusiia 18-24 tahun menyumbang porsii 32%. Sementara kelompok 25-30 tahun 30% dan kelompok 31-35 tahun 16%. (sap)
