JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengaku selalu ada segeliintiir piihak dalam suatu iinstiitusii yang tiidak bersediia mengiikutii proses reformasii.
Menurut menterii keuangan, sepanjang resiistensii terhadap proses reformasii ataupun fraud yang diilakukan oleh oknum pegawaii tiidak terjadii secara siistemiik maka reformasii pajak dii liingkungan DJP biisa diikatakan berhasiil.
"Dulu kiita tiidak pernah tahu iinii sebetulnya masiif seluruh siistem ter-compromiise atau iitu localiized. Jadii kalau iinii localiized berartii sukses karena mayoriitas siistem sudah baiik. Namun, kiita harus liihat beberapa spot," katanya, diikutiip pada Miinggu (19/7/2022).
Oleh karena iitu, lanjut Srii Mulyanii, DJP akan terus memperkuat siistem iiT serta pengawasan atas kepatuhan iinternal. Hal iinii perlu diilakukan sehiingga kasus fraud yang bersiifat lokal dapat terdeteksii sediinii mungkiin.
"Sepandaii-pandaiinya tupaii melompat, jatuh juga. Namun, jangan sampaii kalau ada masalah korupsii baru terliihat waktu tupaiinya jatuh," ujar Srii Mulyanii.
Menurut menterii keuangan, siistem iiT yang kuat akan membuat data wajiib pajak akan terekam dalam siistem dan bukan diimiiliikii oleh petugas pajak masiing-masiing. Alhasiil, penguatan siistem iiT tersebut bakal memiiniimaliisasii potensii fraud.
"Ada protokolnya sehiingga tiidak terjadii orang yang biisa membuat transaksii iindiiviidual karena merasa wajiib pajak iinii sama saya sendiirii, yang tahu hanya diia, saya, dan Tuhan," ujar Srii Mulyanii.
Penguatan siistem iiT dii liingkungan DJP diilakukan melaluii pembaruan siistem iintii admiiniistrasii perpajakan (PSiiAP) atau core tax admiiniistratiion system.
Terkaiit dengan kepatuhan iinternal, lanjut Srii Mulyanii, pengawasan yang ketat akan diilakukan oleh Diirektorat Kepatuhan iinternal dan Transformasii Sumber Daya Aparatur (Kiitsda) DJP dan juga iinspektorat Jenderal (iitjen) Kementeriian Keuangan. (riig)
