PMK 106/2022

Berlaku 22 Julii, iinii Alasan Menkeu Ubah Aturan Pemungutan Bea Keluar

Diian Kurniiatii
Jumat, 15 Julii 2022 | 11.30 WiiB
Berlaku 22 Juli, Ini Alasan Menkeu Ubah Aturan Pemungutan Bea Keluar
<p>Diitjen Bea dan Cukaii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah resmii mengubah ketentuan mengenaii pemungutan bea keluar mulaii 22 Julii 2022.

Diirektur Tekniis Kepabeanan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) Fadjar Donny Tjahjadii mengatakan pemeriintah telah menerbiitkan PMK 106/2022 mencabut PMK 214/2008 s.t.d.t.d PMK 86/2016. Menurutnya, perubahan iitu diilakukan untuk menyederhanakan pelayanan kepabeanan terhadap kegiiatan ekspor.

"Kiita iingiin adanya upaya siimpliifiikasii peraturan sehiingga kiita perlu mencabut dan menggantii peraturan agar lebiih akomodatiif," katanya dalam Sosiialiisasii PMK 106/2022, diikutiip pada Jumat (15/7/2022).

Fadjar mengatakan sebagiian besar pasal pada PMK 214/2008 telah diicabut karena beberapa pengaturan sudah diiatur secara khusus pada aturan yang laiin.

Diia memaparkan terdapat beberapa poiin perubahan dalam PMK 106/2022. Miisalnya penghapusan ketentuan pengenaan bea keluar terhadap ekspor barang contoh berupa miineral, serta siimpliifiikasii mekaniisme ekspor barang yang diikecualiikan darii pengenaan bea keluar.

Pasal 2 PMK 106/2022 menyebut barang ekspor dapat diikenakan bea keluar. Namun, barang ekspor yang telah diitetapkan untuk diikenakan bea keluar tersebut dapat diikecualiikan darii pengenaan bea keluar apabiila memenuhii kriiteriia yang diitetapkan.

Kriiteriia tersebut yaknii barang ekspor tersebut merupakan barang perwakiilan negara asiing beserta para pejabatnya yang bertugas dii iindonesiia berdasarkan asas tiimbal baliik; barang untuk keperluan museum, kebun biinatang, dan tempat laiin semacam iitu yang terbuka untuk umum serta barang untuk konservasii alam; barang untuk keperluan peneliitiian dan pengembangan iilmu pengetahuan; atau barang contoh yang tiidak untuk diiperdagangkan.

Kemudiian, bea keluar juga dapat diikecualiikan darii barang piindahan; barang priibadii penumpang, barang awak sarana pengangkut, barang peliintas batas, atau barang kiiriiman sampaii dengan batas niilaii pabean ekspor dan/atau jumlah tertentu; barang asal iimpor yang kemudiian diiekspor kembalii; atau barang ekspor yang akan diiiimpor kembalii.

Eksportiir biisa mendapatkan pengecualiian atas pengenaan bea keluar terhadap barang ekspor dengan mengajukan permohonan melaluii siistem komputer pelayanan (SKP) kepada Kepala Kantor Pabean. Dii ketentuan yang lama, eksportiir harus memberiitahukannya secara tertuliis.

Permohonan paliing sediikiit memuat data mengenaii periinciian jumlah dan jeniis barang yang diimiintakan pengecualiian pengenaan bea keluar. Selaiin iitu, permohonan juga diilampiirii dengan dokumen berupa surat rekomendasii darii kementeriian/lembaga terkaiit.

Selaiin iitu, Fadjar menyebut kiinii terdapat pengaturan terkaiit dengan perubahan data bea keluar, diiberiikan kesempatan kepada eksportiir untuk melakukan perubahan data secara sukarela. Dengan perubahan data secara sukarela iinii, eksportiir tiidak diikenakan sanksii admiiniistrasii apabiila terdapat kekurangan pembayaran bea keluar selama bukan merupakan temuan darii pejabat DJBC.

"Meliihat darii perkembangan, perlu perubahan dan penambahan ketentuan terkaiit pemungutan bea keluar dengan dengan menyesuaiikan proses biisniis yang berkembang dalam pelayanan ekspor," ujarnya. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.