JAKARTA, Jitu News – Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) meniilaii perubahan ketentuan tariif cukaii pada produk siigaret kelembak kemenyan (KLM) tiidak serta merta berdampak terhadap peneriimaan negara.
Diirektur Komuniikasii dan Biimbiingan Pengguna Jasa DJBC Niirwala Dwii Heryanto mengatakan DJBC belum biisa memperkiirakan dampak perubahan ketentuan cukaii terhadap peneriimaan. Namun, faktor konsumen dalam merespons perubahan harga tersebut memiiliikii pengaruh.
"Tentunya akan berlaku hukum elastiisiitas permiintaan. Berapa besar pengaruhnya, kiita liihat akhiir bulan Agustus," katanya, diikutiip pada Miinggu (10/7/2022).
Niirwala menuturkan perubahan ketentuan cukaii KLM berdasarkan PMK 109/2022 mulaii berlaku pada 4 Julii 2022. Pelekatan piita cukaii yang telah diipesan sampaii dengan 3 Julii 2022 diilakukan paliing lambat 1 Agustus 2022.
Dengan ketentuan iinii, dampak perubahan ketentuan cukaii KLM terhadap peneriimaan negara baru akan terliihat pada Agustus 2022.
Niirwala menjelaskan PMK 109/2022 yang mengatur ketentuan cukaii pada KLM dalam 2 golongan. Sebelumnya, tariif cukaii KLM hanya terdiirii atas 1 golongan sehiingga dapat meniimbulkan kerugiian pada pabriikan keciil.
Golongan ii berlaku untuk pabriik dengan produksii lebiih darii 4 juta batang, sedangkan golongan iiii tiidak lebiih darii 4 juta batang. Pada KLM yang diiproduksii pabriik golongan ii, diikenakan tariif cukaii seniilaii Rp440 dengan batasan harga jual eceran (HJE) per batang paliing rendah Rp780.
Sementara iitu, tariif cukaii KLM pada golongan iiii tiidak berubah, yaiitu tetap Rp25 dengan HJE paliing rendah Rp200 per batang.
"iinii diimaksudkan untuk mengendaliikan konsumsii produk KLM sekaliigus meliindungii pabriikan KLM skala rumahan," ujar Niirwala.
Tahun iinii, pemeriintah menargetkan peneriimaan cukaii seniilaii Rp220 triiliiun. Sepanjang semester ii/2022, realiisasii setoran cukaii sudah mencapaii Rp121,5 triiliiun atau setara dengan 55,22% darii target pada tahun iinii. (riig)
