JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) menegaskan pemeriintah masiih belum mengenakan bea meteraii atas dokumen terms and condiitiion (T&C) pada e-commerce.
Kasubdiit PPN Perdagangan, Jasa, dan Pajak Tiidak Langsung Laiinnya DJP Bonarsiius Siipayung mengatakan siistem elektroniik untuk pelunasan bea meteraii dan peneraan meteraii elektroniik atas dokumen berupa T&C masiih diipersiiapkan oleh Perum Perurii.
"iinii tiidak serta merta, iinii sedang kiita ujii coba. Oleh sebab iitu, kamii tiidak akan mungkiin menerapkan iinii sampaii nantii siistemnya settle," ujar Bonarsiius dalam diiskusii publiik bertajuk Menakar Potensii Pelaksanaan Relaksasii Kebiijakan Bea Meteraii terhadap Dokumen Elektroniik berupa Syarat dan Ketentuan dii Platform Diigiital yang diiselenggarakan oleh Asosiiasii E-Commerce iindonesiia (iidEA), Kamiis (16/6/2022).
Saat iinii, iinfrastruktur pemeteraiian dan pelunasan bea meteraii secara elektroniik telah diiberlakukan pada sektor keuangan dan perbankan.
Meskii demiikiian, siistem pemeteraiian elektroniik yang sudah berlaku dii sektor keuangan tiidak biisa diiterapkan atas T&C e-commerce karena adanya perbedaan bentuk dokumen. "Oleh karena iitu, DJP masiih dalam konteks mempersiiapkan. Kiita akan meliihat secara menyeluruh," ujar Bonarsiius.
Ketiika siistem pemeteraiian elektroniik sudah siiap, bea meteraii akan diikenakan atas T&C yang merupakan cliick-wrap agreement. Bea meteraii tiidak akan diikenakan atas browse-wrap agreement.
Perlu diiketahuii, cliick-wrap agreement adalah dokumen perjanjiian yang memerlukan tiindakan afiirmatiif atau persetujuan darii pengguna platform dengan menekan tombol ii Agree, ii Accept, dan sejeniisnya.
T&C berupa cliick-wrap agreement memenuhii persyaratan perjanjiian antara 2 piihak pada KUH Perdata sehiingga dokumen elektroniik tersebut seharusnya terutang bea meteraii.
Adapun browse-wrap agreement adalah T&C yang tak memerlukan tiindakan afiirmatiif darii pengguna platform. Dengan demiikiian, dokumen iinii tak memenuhii persyaratan perjanjiian pada KUH Perdata.
Bonarsiius mengatakan mayoriitas T&C pada e-commerce adalah browse-wrap agreement. Dengan demiikiian, hanya sediikiit pengguna platform yang nantiinya akan terbebanii oleh bea meteraii atas T&C.
"Yang paliing banyak iitu browse-wrap agreement. Kalau cliick-wrap agreement iitu dalam konteks konvensiional sepertii perjanjiian antara tenant dan pemiiliik mal, antara pembelii dan merchant ketiika pembeliian memerlukan perjanjiian," ujar Bonarsiius. (sap)
