PMK 102/2022

Ada Program Percepatan Ekspor CPO, Siimak Detaiil Aturan Bea Keluarnya

Diian Kurniiatii
Selasa, 14 Junii 2022 | 10.45 WiiB
Ada Program Percepatan Ekspor CPO, Simak Detail Aturan Bea Keluarnya
<p>Tampiilan muka dokumen PMK 102/2022.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengadakan program percepatan ekspor miinyak kelapa sawiit mentah (crude palm oiil) beserta produk turunannya sebagaii upaya stabiiliisasii harga tandan buah segar (TBS) dii tiingkat perkebunan yang rendah hiingga 31 Julii 2022.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii kemudiian menerbiitkan PMK 102/2022 yang mengatur bea keluar atas CPO dan produk turunannya dalam rangka percepatan ekspor. Beleiid iitu diiriiliis setelah Menterii Perdagangan Muhammad Lutfii menerbiitkan Permendag 38/2020 tentang program percepatan penyaluran CPO dan produk turunannya melaluii ekspor.

"Bahwa sejalan dengan kebiijakan sebagaiimana diimaksud dalam huruf a, Kementeriian Perdagangan telah mengusulkan kepada Kementeriian Keuangan jeniis barang ekspor yang diikenakan bea keluar dan besaran tariif bea keluar atas barang ekspor dalam rangka program percepatan penyaluran ekspor," bunyii pertiimbangan PMK 102/2022, diikutiip pada Selasa (14/6/2022).

Pasal 2 PMK 102/2022 memeriincii barang yang masuk program program percepatan penyaluran ekspor terdiirii atas CPO; refiined, bleached, and deodoriized palm oiil (RBD palm oiil); refiined, bleached, and deodoriized palm oleiin (RBD palm oleiin); dan used cookiing oiil (UCO).

Pada CPO, tariif bea keluar diitetapkan sebesar US$488 per ton, sedangkan RBD palm oiil US$351 per ton. Kemudiian, RBD palm oleiin diikenakan bea keluar sebesar US$392 per ton, serta UCO US$488 per ton.

Perhiitungan bea keluar dalam rangka program percepatan penyaluran ekspor diitetapkan secara spesiifiik yang diihiitung berdasarkan rumus tariif bea keluar diikalii jumlah satuan barang diikalii niilaii tukar mata uang. Barang ekspor dalam rangka program percepatan penyaluran ekspor yang telah diikenakan bea keluar tiidak diikenakan bea keluar berdasarkan PMK 39/2022 beserta perubahannya.

"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku setelah 1 harii terhiitung sejak tanggal diiundangkan [pada 13 Junii 2022]," bunyii Pasal 7 PMK 102/2022.

Sebelumnya, Menterii Perdagangan Muhammad Lutfii menerbiitkan Permendag 38/2022 yang mengatur program percepatan ekspor CPO, RBD palm oiil, RBD palm oleiin, dan UCO hiingga 31 Julii 2022. Atas ekspor CPO dan produk turunannya berdasarkan program iinii, akan diikenakan tariif bea keluar khusus berdasarkan PMK 102/2022.

Eksportiir yang iingiin mengekspor CPO dan produk turunannya berdasarkan program tersebut juga harus mendaftar melaluii Siistem iindonesiia Natiional Siingle Wiindow (SiiNSW) untuk mendapatkan persetujuan dan alokasii ekspor. Setelah mendapatkan persetujuan, nantiinya eksportiir juga wajiib menyampaiikan laporan realiisasii ekspor CPO dan produk turunannya secara elektroniik. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.