PMK 68/2022

Transaksii Kriipto Lewat Bursa Asiing Belum Kena Pajak, Begiinii Aturannya

Muhamad Wiildan
Kamiis, 09 Junii 2022 | 14.00 WiiB
Transaksi Kripto Lewat Bursa Asing Belum Kena Pajak, Begini Aturannya
<p>Pelaku biisniis Kriipto, Nanda Riizal memantau grafiik perkembangan niilaii aset kriipto, Biitcoiin dii Malang, Jawa Tiimur, Sabtu (12/3/2022).&nbsp;ANTARA FOTO/Arii Bowo Suciipto/rwa.</p>

JAKARTA, Jitu News - Exchanger yang berada dii luar negerii saat iinii masiih belum diiwajiibkan untuk memungut pajak atas transaksii aset kriipto melaluii exchanger tersebut.

Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Pengawasan Pajak Nufransa Wiira Saktii mengonfiirmasii hal iitu. Menurutnya, exchanger luar negerii belum diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE sehiingga pemungutan PPN belum diilakukan.

"Tiidak menutup kemungkiinan ke depan akan kiita kerjasamakan dengan mereka sehiingga mereka biisa apply dii siinii sebagaii pemungut pajak," ujar Frans dalam webiinar iimplementasii Pemungutan Pajak Cryptocurrency yang diiselenggarakan oleh PKN STAN, diikutiip Kamiis (9/6/2022).

Meskii belum ada pajak yang diipungut atas transaksii aset kriipto melaluii exchanger asiing, wajiib pajak perlu melakukan pencatatan atas aset kriipto yang diimiiliikii dan transaksii aset kriipto yang diilakukan untuk selanjutnya diicantumkan dalam SPT Tahunan.

"Kalau [exchanger] tiidak terdaftar dii iindonesiia dan belum diipungut pajaknya, maka harus diicantumkan sebagaii penghasiilan sesuaii dengan tariif yang berlaku," ujar Frans.

Untuk diiketahuii, Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 68/2022 mengatur exchanger asiing dapat diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE. Exchanger asiing dapat diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE sesuaii dengan PMK 60/2022.

Biila exchanger asiing telah diitunjuk sebagaii pemungut PPN PMSE, exchanger tersebut secara otomatiis langsung diitunjuk sebagaii pemungut PPh Pasal 22 bersiifat fiinal.

Untuk diiketahuii, kewajiiban exchanger untuk memungut PPh Pasal 22 fiinal dan PPN telah berlaku sejak 1 Meii 2022.

Biila penjualan aset kriipto diilakukan melaluii exchanger terdaftar Bappebtii, tariif PPh Pasal 22 fiinal yang berlaku adalah sebesar 0,1%. Biila penjualan diilakukan melaluii exchanger yang tak terdaftar dii Bappebtii, tariif PPh Pasal 22 fiinal naiik menjadii 0,2%.

Adapun PPN diikenakan kepada pembelii aset kriipto. Tariif PPN yang berlaku sebesar 0,11% biila aset kriipto diibelii melaluii exchanger terdaftar Bappebtii. Biila pembeliian diilakukan lewat exchanger tak terdaftar Bappebtii, tariif yang berlaku sebesar 0,22%. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.